Homemade Tuna Nugget

Kemarin beli Tuna di tukang sayur. Iseng mau bikin nugget. Nyari-nyari resep di internet. Akhirnya combine dari beberapa resep sama nambah-nambahin dikit. Lumayan deh K doyan. Baby K juga mangap aja. 😀



Bahan-bahan:


250 gr ikan tuna (dihaluskan/diblender)
4 lembar roti tawar , buang kulitnya
1 buah wortel, di parut
25 gr keju (di parut)
3 siung bawang putih ( di haluskan)
½ cm jahe (haluskan)
1 butir telur
½ sdt merica
250 cc susu cair
Oregano secukupnya

Bahan untuk melapis:


Tepung Panir secukupnya (bisa di buat dari 2 lbr roti tawar, jemur sampai kering lalu di blender hingga halus)
Putih telur ( kurang lebih dari 2 butir telur)
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
– Rendam roti dalam susu, setelah hancur, campur dengan semua bahan lainnya.
– Masukkan dalam Loyang persegi yang telah diolesi minyak goreng atau bisa juga di bungkus alumunium foil seperti permen. Kukus selama 30 menit.
– Setelah dingin, potong-potong sesuai selera, celupkan dalam putih telur, gulingkan dalam tepung panir.
– Goreng hingga berwarna coklat keemasan.
– Sisanya yang belum di goreng bisa di taruh di freezer.


Untuk 36 pcs 

Oh iya, ini hasilnya kira-kira yah. Tergantung ukuran juga. Ini hasilnya aku hitung yg kemaren totalnya 36 pcs. Dan resep ini gak pake garam karena emang buat K dan baby K jadi emang no gulgar. 

Perjalanan MPASI Baby K

Hari ini udah masuk minggu ke tiga sejak awal baby K mulai MPASI. Harusnya udah mulai bisa makan sehari dua kali. Tapi kenyataannya berkata lain.

Kalau dulu sama K, MPASI tampak sangat mudah, bahkan aku hampir tidak pernah mengalami yang namanya GTM alias Gerakan Tutup Mulut yang jadi momok banget dalam masa memberi makanan padat ke anak. Malah yang aku alami adalah GMM alias gerakan mangap mlulu dimana K melahap hampir apapun yang aku bikin buat dia. Semuanya masuk. Walaupuuuunnn sekrang malah pilih-pilih kalau mau makan.
Nah karena pengalaman sama K yang mudah banget makannya, harapan pun sama. Apalagi pas liat masa-masa menjelang awal MPASI di mana baby k terlihat antusias banget mau mulai makan.
Tapi ternyata apa daya. Ketika waktunya memulai MPASI untuk baby K, maka mulailah juga perjalanan panjangku untuk memberi makanan padat ke baby K.
Di beberapa hari pertama baby K masih antara ya dan tidak. Bagi kita itu wajar, karena masih perkenalan. Tapi makin kesini, makin jelaslah penolakan baby k. Acara makan seringkali berakhir dengan baby K yang menangis.
Berbagai cara aku coba. Dari yang coba cari waktu berbeda sampai coba metode BLW yang dulu aku terapin juga ke K. Hasilnya, untuk sementara masih sama. Baby K masih menolak untuk makan.
Waktu ke Eyang Wati kemarin, sempat di beritahu, kalau bayi memberi penolakan, jangan putus asa. Coba terus. Karena kalau sekarang menolak, lain waktu dia bisa menerima. Semacam mood juga kali yah. Sekarang gak ok, nanti ok.
Dulu ada tetangga yang anaknya susah banget makan. Dan akhirnya tiap kali makan, selalu sambil di ajak jalan-jalan dan di cekokin sambil di pegang mulutnya. Nah dulu, dalam hati aku gak suka banget lihat dan dengernya. Kasihan bayinya bisa trauma. Eh ternyata, sekarang akupun mengalami hal yang serupa. *kualat tampaknya* Alhamdulillah sampai sekarang aku masih teringat kata-kataku dulu. Bayi jangan di cekokin gitu, bisa trauma. Makanya sekarang aku masih terus mencoba memberi MPASI ke baby k pelan-pelan tanpa mencekoki. Gak tega juga kalau harus nyekokin gitu. Untuk masalah jalan-jalan sambil makan, sampai sekarang aku masih kekeuh kasih baby k makan di highchair-nya. Walaupun kadang-kadang tempatnya pindah-pindah. Misalnya selain di ruang makan, kadang-kadang aku ajak baby k makan di ruang keluarga, di ruang tamu, atau di teras. Tapi dimanapun, tetep harus pakai highchair. Karena baik aku maupun udjo gak suka kalau anak makan sambil di ajak jalan-jalan.
Namapun manusia, pasti ada naik dan turun. Akupun sama. Rasanya udah mau nangis aja tiap kali baby K gak mau makan. Rasanya mau putus asa aja. Tapi apa jadinya kalau aku sampai nyerah. It’s definitely not an option. Jadi tetep harus usaha.
Dan sekarang, walaupun masih belum berhasil lancar makan, aku tetep mulai naikin frekuensi makan baby K jadi dua kali sehari. Walaupuuunnn, tiap kali makan baru berhasil 2-3 suap aja yang masuk mulutnya.
Harapannya sekarang, semoga nanti semakin mudah dan bisa semakin lancar prosesnya. Dan jugaaaaaa.. Semoga aku di berikan sumbu sabar yang paaaaaannnjaaaaaang.
Whooosaaahhh.. Caiyoooo..