Membersihkan Luka Gak Pake Perih

Mama: “Ade, itu lukanya mama bersihin dulu ya biar gak infeksi.”
K2: “Nooooooo.. Gak mauuuu. Sakiiitttt.”
Mama: “Iya, ini sakit. Tapi harus dibersihin biar lukanya gak infeksi. Okay. Nanti sambil ditiup-tiup deh. Yah yah yah.”
K2: “Gak mauuuuu.”

Di rumah aku, setiap kali ada kejadian yang melibatkan luka dan harus dibersihkan, kurang lebih begini nih ceritanya. Anak-anak pasti langsung heboh dan histeris. Belum lagi kalau mau diobatin, dia udah heboh gerak-gerak duluan. Jadinya obatnya tumpah atau nempel disana-sini. Padahal seringnya cairan antiseptik pembersih luka yang ada di rumah itu berwarna. Jadi kalau dia gerak-gerak malah bikin baju, lantai, kasur, dan lain-lain ikutan kotor kena cairan pembersihnya. Pening akutu.

Kalau K1, karena sudah besar, dia lebih sedikit histerisnya. Dia mukanya takut dan meringis-meringis aja. Tapi kalau K2. Duh bisa heboh nangis dan kabur dia. Atau lari ke pojokan lalu bikin drama “anak yang tersakiti.”

Makanya urusan bersihin luka di rumah aku itu udah paling rumit deh. Banyak dramanya. Padahal yang namanya luka itu bisa terjadi kapan saja dan di mana pun.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, berdasarkan urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera, sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah dan penyebab cedera terbanyak adalah karena terjatuh sebanyak 40,9%.

Luka akibat insiden tersebut walau sekecil apapun tidak boleh dianggap ringan dan perlu ditangani dengan tepat supaya tidak terjadi infeksi dan bisa sembuh dengan baik.

Proses penyembuhan luka yang benar :
1. Bersihkan secara fisik & biologis dengan cairan antiseptik;
2. Tutup luka dengan plester;
3. Bersihkan luka kembali setiap mengganti plester.

Dari atas udah jelas kan tuh, langkah pertama dalam proses penyembuhan luka adalah membersihkan luka tersebut dengan benar untuk mencegah terjadinya infeksi. Nah ini dia nih yang bikin drama. Padahal kan penting banget untuk membersihkan luka dengan benar.

Dikutip dari dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician – seorang dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, “Kandungan dalam banyak produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan noda. Bagi saya, pembersih luka yang meninggalkan noda tidak menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka tersebut sehingga keadaan luka yang sebenarnya tidak bisa terlihat. Di klink dan rumah sakit, saya lebih memilih untuk menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexanide (PHMB) sebab tidak meninggalkan noda. PHMB juga tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa perih”.

Pas lagi mau restock perlengkapan P3K di rumah kemarin, aku lihat ada produk menarik dari Hansaplast untuk membersihkan luka yaitu Hansaplast Spray Antiseptik. Karena penasaran, langsung beli aja. Sekalian sama plester pembalut lukanya yang ada karakter favorit anak-anak itu.

Namanya Mira, kebiasaan banget beli produk baru walau kadang-kadang gak paham isinya apaan. Nah setelah aku browsing, ternyata produk ini menarik banget loh.

Hansaplast, sebagai ahli produk Pertolongan Pertama, tidak pernah berhenti berinovasi dalam memberikan produk Pertolongan Pertama yang tepat guna bagi masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pembersih luka yang praktis dan tidak menimbulkan rasa perih, Hansaplast meluncurkan inovasi terbaru yang praktis dan modern untuk membersihkan luka yaitu Hansaplast Spray Antiseptik.

Kandungan utama Hansaplast Spray Antiseptik adalah Polyhexanide (PHMB), zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter karena tidak perih, tidak meninggalkan noda dan dan tidak berbau. Perlu diketahui bahwa zat PHMB dalam pembersih luka yang selama ini sudah banyak digunakan di klinik dan rumah sakit tidak dijual bebas, tetapi Hansaplast sudah memformulasikan zat antiseptik tersebut agar tersedia dalam bentuk produk OTC / Over The Counter – produk yang djual bebas tanpa resep dokter. Harganya kisaran IDR 45.000. Cukup terjangkau dong.

Sama nih kandungannya sama yang disebutin dokter di atas. Tapiiii.. Yang paling menarik buat aku adalah kata-kata #GakPakePerih itu. Duh kata kunci banget deh. Biar gak jadi drama di rumah. Apalagi kalau K2 yang luka. Biar mamanya bisa lebih tuntas bersihin lukanya dan K2 juga bisa anteng pas lukanya dibersihin.

Cara Penggunaannya juga gampang banget:
• Semprot dari jarak kurang lebih 10cm ke seluruh area luka
• Ulangi apabila dibutuhkan, kemudian secara perlahan keringkan area disekitar luka.

Gampang banget dan dan karena Gak Pake Perih, jadinya proses pembersihannya juga bisa lebih cepet soalnya gak usah ada adegan kabur-kaburan dulu.

Kalau sudah begini, mau melepas anak untuk melakukan kegiatan sehari-hari juga lebih tenang deh. Gak usah takut sama luka lagi karena luka bukan jadi sesuatu yang menakutkan lagi buat mereka (dan mamanya).

Eh iya, kalau mau tau lebih lanjut tentang Hansaplast ini, bisa langsung cek aja www.hansaplast.co.id atau bisa juga melalui akun Instagram resmi Hansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID ya.

See you on the next post.

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.