Mengenal Inkontinesia Urine

Dulu, aku sempet suka nonton acara televisi komedi. Dan di acara itu, salah satu artis pengisi acara suka gak bisa nahan ketawa. Dan kalau dia sudah ketawa heboh, biasanya dia langsung mojok trus ngomel-ngomel gara-gara dia jadi ngompol. Dan tau dong akhirnya gimana.. Akhirnya dia suka digodain deh gara-gara kalau ketawa jadi ngompol.

Dulu sih memang suka ketawa geli aja. Kok bisa-bisaan ya ketawa sampe ngompol gitu. Dan ternyata memang bisa. Loh kok bisa?

Ternyata, 1 dari 3 orang perempuan memiliki salah satu gangguan dasar panggul yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang perempuan. Namun, sayangnya sampai saat ini informasi mengenai gangguan dasar panggul ini masih belum banyak dipahami oleh masyarakat (termasuk saya) dan kerap dianggap normal.

Faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan otot dasar panggul adalah:

  • Obesitas ( kelebihan berat badan)
  • Riwayat operasi panggul
  • Cedera pada saraf
  • Kehamilan atau jumlah persalinan
  • Batuk lama
  • Merokok

Menurut dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K), ada beberapa gejala yang perlu dipahami terkait dengan gangguan panggul, khususnya yang dialami oleh perempuan adalah inkontinensia urine (stress urinary incontinence/SUI) atau sulit menahan buang air kecil, turun peranakan (prolaps), sulit menahan buang air besar, dan masalah gangguan seksual.

Inkontinensia Urine?

Inkontinesia Urine merupakan kondisi di mana seseorang tidak bisa menahan buang air kecil setelah melahirkan. Sebenarnya kondisi ini memang bisa dialami pada pria maupun perempuan. Namun memang lebih cenderung lebih banyak dialami perempuan yang sudah aktif secara seksual. Kecenderungan ini juga bisa dialami oleh wanita pasca melahirkan.

Penderita Inkontinensia Urine biasanya akan mengalami kondisi dimana air kemih keluar tanpa disadari sewaktu melakukan aktivitas, mengangkat barang yang berat atau pada saat batuk, tertawa, atau bersin. Pada beberapa kasus, air kemih dapat keluar tanpa disadari pada saat perubahan posisi dari duduk ke berdiri, berjalan atau membungkuk.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat lemah atau rusaknya otot yang digunakan untuk mencegah buang air kecil seperti otot dasar panggul dan urethral sphincter.
Untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya gangguan yang bisa terjadi karena adanya gangguan pada organ panggul, perlu dilakukan screening dengan prinsip cepat, sederhana dan bukan diagnostik.

Untuk pencegahannya, bisa dilakukan melalui tindakan konservatif seperti perubahan gaya hidup, rutin melakukan senam kegel dan penggunaan pesarium. Selain itu, ada juga beberapa jenis tindakan yang bisa dilakukan di RS. YPK Mandiri, yaitu tindakan non bedah dan tindakan bedah.

Klinik Uroginekologi Center RS. YPK Mandiri

Tindakan non bedah yang bisa dilakukan adalah dengan femilift laser vaginal rejuvenation, femilift SUI, femilife labia brightening, femilofe labia tightening, uroste. Sedangkan untuk bedah estetika bisa dilakukan dengan vaginaplasti, hymenoplasty, reparasi fistula, PRP, labio reduction mayora dan beberapa tindakan lainnya.

Saat ini, Klinik Uroginekologi Center RS. YPK Mandiri sudah memiliki alat yang mendukung pemeriksaan Gangguan Organ Panggul, yaitu:

  • USG Pelvik dan Transperineal
  • Perineometri
  • Portascan
  • Uroflowmetry
  • Urodinamic
  • Histerescopy office/ Sitoscopy
  • FEMIlift

Di Klinik Uroginekologi Center RS. YPK Mandiri ini, semua masalah akan ditangani oleh para dokter ahli terbaik. Dan yang sedikit membedakan, semua dokter yang ada di klinik tersebut adalah dokter Obstetri dan Ginekologi bukan dokter urologi.

Oh iya, satu hal yang perlu di perhatikan, sebelum pemeriksaan Gangguan Dasar Panggul sebaiknya kita melakukan pemeriksaan Papsmear terlebih dahulu ya.

Setelah melakukan pemeriksaan Gangguan Dasar Panggul, jika ternyata memerlukan pengobatan, maka pengobatannya akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tentunya ini akan memerlukan waktu, namun setidaknya langkah ini sangat membantu permasalahan yang dialami oleh perempuan.

Biasanya, Gangguan Dasar Panggul akan lebih parah pada wanita yang melahirkan secara Normal. Ini biasanya terjadi ketika proses melahirkan, ibu terlalu cepat mengejan, sehingga tanpa sadar otot panggul melemah atau terkadang lepas.

Tapi jangan takut.. Gak semuanya begitu kok. Makanya jika merasakan gejala-gejala yang disebutkan diatas, alangkah baiknya jika kita segera melakukan pemeriksaan agar semua masalah ini bisa secepatnya teratasi.

Malu? Eits.. Gak usah khawatir ataupun malu karena di RS. YPK Mandiri ada layanan hotline khusus untuk klinik uroginekologi ini yaitu di 0813-8451-6269.

See you on the next post.

All picture is personal documentation unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION.

Copyright of kakira.my.id

 

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.