Mitos atau Fakta? Cari Tahu Jawabannya di Halodoc

“Mir.. kalo anak cacar itu, gak boleh di mandiin. Nanti gak kering-kering loh.”

“Kalo anak panas, kompres pakai air dingin ya. Biar panasnya cepet turun.”

Sebagai seorang ibu muda, pasti pernah denger beberapa “nasihat” di atas. Baik itu dari orang tua, kerabat maupun dari sekitar kita.

Tapi, yang namanya ibu jaman “now“, gak bisa dong cuma denger kata-kata nasihat gitu aja. Biasanya sih langsung browsingbrowsing trus lanjut nanya-nanya ke dokter. Kadang-kadang malah gak cuma satu dokter aja. Bisa nyari second atau bahkan third opinion.

Boros eyiiiimmm..

Eyiiiimmmm.

Ya abis.. Namanya kesehatan, apalagi kesehatan anak dan keluarga, gak mau dong sembarangan dan salah penanganan. Makanya walaupun dapet banyak info, gak afdol rasanya kalo kita gak cari info lagi sendiri sampai bener-bener yakin dengan info yang kita dapet.

Pas banget nih sama topik acara #TUMBloggersGathering yang di adakan beberapa waktu yang lalu. Di acara TUM Bloggers Gathering bersama Halodoc, di bahas mengenai “Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Anak” dengan narasumber dr. Herlina, Sp.A, Dokter Spesialis Anak yang merupakan salah satu tim medis Halodoc dan saat ini berpraktik di RS Ciputra Citra Garden Jakarta Barat. Selain itu, hadir juga Felicia Kawilarang, VP Marketing Communication Halodoc dan Chacha Thaib, seorang moms influencer yang sudah dikaruniai seorang putri cantik.

Di acara ini, dibahas mengenai beberapa mitos dan fakta yang seringkali keliru saat mengambil tindakan pertama pada anak dan perlu dicermati oleh para orang tua. Antara lain:

  • Saat anak mengalami panas tinggi, berikan selimut panas dan kompres dengan air es. Ini adalah mitos. Karena ketika anak sedang demam, sebaiknya dikompres dengan air hangat karena kompres air dingin dapat menutup pori-pori dan menghambat berpindahnya suhu tubuh. Ketika anak demam, pakaikanlah pakaian yang cukup nyaman. Tidak perlu yang terlalu tertutup dan tidak perlu diberikan selimut terlalu tebal. Ini supaya panas tubuhnya bisa keluar.
  • ‎Saat anak mimisan, untuk menghentikannya, tengadahkan kepala ke atas. Ini adalah mitos. Mimisan umum terjadi pada anak-anak berusia 3 sampai 10 tahun. Ini disebabkan karena lapisan pembuluh darah anak lebih rapuh dan mudah pecah sehingga anak-anak lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa. Ketika mimisan terjadi, untuk menghentikannya cukup tekan batang hidung hingga mimisan berhenti dalam posisi duduk atau tegak. Jangan mendongakkan kepala karena dapat menyebabkan darah yang keluar dari hidung masuk ke saluran pencernaan maupun pernapasan.
  • ‎Berikan anak kopi untuk menghindari kejang demam. Faktanya, sebagian besar kejang demam dialami bayi usia 6 bulan hingga usia 5 tahun. Penyebabnya bisa karena sejumlah virus atau indikasi penyakit lain. Namun bisa juga terjadi setelah imunisasi, karena demam tinggi atau faktor penyebab lainnya. Pemberian kopi tidak disarankan karena metabolisme tubuh anak belum sempurna. Ini menyebabkan ekskresi kafein pada anak berjalan lebih lambat, sehingga efeknya juga bekerja lebih lama di tubuh.
  • ‎Ketika anak cacar, tidak boleh dimandikan. Ini adalah mitos juga. Ketika anak sedang sakit, sebisa mungkin kita tetap membersihkan badan anak kita untuk menjaga kebersihan dan higienitasnya. Termasuk ketika anak sakit cacar. Jika memungkinkan, sebaiknya anak tetap mandi supaya badannya bersih dan higienis.
  • Operasi pengangkatan amandel akan mengganggu daya tahan tubuh jadi hindari. Ini adalah mitos. Radang amandel jika dibiarkan makan beresiko menjadi abses dan akan dapat menyebabkan penyakit lain di ginh dan jantung.

Tapi ya.. Namanya kalo anak udah sakit, sebagai ibu pasti kita khawatir. Gak jarang kita juga jadi panik.

Nah kalau udah lagi panik gitu, terkadang kita nyari info jadi gak sedetail biasanya.

Padahal, informasi di dunia maya itu ada banyak banget. Dari yang bener, sedikit bener, salah atau bahkan gak ada sangkut pautnya sama sekali.

Jadinya kita juga harus pinter-pinter menelaah dan mencari informasi dari sumber yang kredibel.

Nah, pas banget di acara kemarin, aku berkenalan dengan Halodoc. Sebuah website dan juga aplikasi kesehatan yang dapat menjawab gundah gulana para ibu yang lagi mencari informasi kesehatan keluarga.

Halodoc memahami langkah-langkah yang dilakukan para ibu ketika panik mendapatkan buah hatinya sakit. Apalagi dengan berkembangnya mitos dan fakta yang terjadi di sekitar lingkungan mereka kerap membuat ibu mengambil jalan pintas. Padahal belum tentu penanganannya sudah sesuai anjuran dokter.

Oleh karena itu, Halodoc berinisiatif untuk mengedukasi para ibu mengenai penanganan medis yang tepat untuk sejumlah penyakit umum pada anak.

Melalui situs Halodoc (www.halodoc.com) para ibu bisa mendapat berbagai informasi kesehatan berupa artikel yang terpercaya. Selain itu, kita juga bisa mengunduh aplikasi Halodoc di smartphone kita.

Di aplikasi Halodoc, kita bisa konsultasi secara langsung dengan dokter yang kita pilih melalui fitur chat atau video call yang online 24 jam. Jadi kapanpun kita memerlukan konsultasi, tinggal buka aplikasi di smartphone kita lalu chat dengan dokter pilihan kita.

Saat ini, dokter-dokter yang sudah bergabung dengan tim medis Halodoc sudah cukup banyak dan mencakup beberapa spesialisasi seperti dokter umum, dokter anak, dokter gigi, dokter penyakit dalam, hingga spesialis mata.

Selain konsultasi ini, kita juga bisa membeli obat melalui fitur Pharmacy Delivery. Fitur layanan apotik antar 24 jam ini bebas biaya pengantaran. Kita bisa membeli obat yang dijual secara bebas ataupun membeli obat dari resep yang di berikan oleh dokter setelah konsultasi di aplikasi.

Sebagai ibu dua anak yang sering kerepotan ketika anak-anak sakit, fitur ini bantu banget. Aku jadi gak harus keluar rumah untuk beli obat anak. Tinggal pesan, lalu dateng deh obatnya.

Jika ternyata kita memerlukan pemeriksaan Laboratorium, kita bisa memesan layanan pengecekan kesehatan melalui fitur Labs di aplikasi Halodoc.

Halodoc bekerjasama dengan Prodia memungkinkan pengguna untuk memesan phlebotomist atau petugas lab datang ke rumah atau kantor untuk melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah ataupun urine. Dan hasilnya nanti akan bisa kita lihat langsung di aplikasi Halodoc kita atau bila perlu, kita bisa meminta versi print langsung ke Prodia. Untuk saat ini, fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Seneng ya, sekarang jadi lebih mudah mendapatkan informasi yang terpercaya mengenai kesehatan anak. Bahkan kalau sekedar mendapatlan second opinion, kita gak harus jauh-jauh lagi nyarinya. Tinggal buka aplikasi trus chat dokter deh.

Kalau kamu sendiri, sudah pernah coba aplikasi Halodoc ini atau belum? Boleh loh share di kolom komentar.

Untuk kamu yang masih bingung mencari informasi yang kredibel mengenai mitos dan fakta mengenai kesehatan, gak usah bingung lagi ya. Cuss meluncur ke #katadokterHalodoc dan jangan lupa unduh aplikasinya supaya bisa menggunakan fitur-fitur yang sudah aku sebutkan di atas. Kamu bisa juga cek instagramnya @halodoc dan facebook @HalodocID untuk info-info lainnya.

Jika anak sakit, lebih baik konsultasikan langsung dengan dokter anak anda untuk mendapat penanganan yang tepat daripada bingung dengan mitos-mitos yang ada.

See you on the next post.

All picture is personal documentation unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION.

Copyright of kakira.my.id

One thought on “Mitos atau Fakta? Cari Tahu Jawabannya di Halodoc

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.