Pengalaman Membuat Paspor Anak di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Barat, Desember 2017

Setelah beberapa kali tertunda bikin paspor untuk anak-anak, akhirnya tahun ini dimantapkan untuk bikin karena tahun depan kita ada rencana untuk ajak anak-anak pergi.

Awalnya kita kepengen bikinnya bulan November, tapi ternyata pas akhir Oktober buka antrian online, baru kebagian jadwalnya mulai dari 11 Desember. *lap keringet* Habuset.. Lama amat ya.

Jadi, berbeda dengan sebelumnya pas aku bikin paspor di post ini, kali ini sistem untuk bikin paspor sudah berubah.

Kalau dulu aku daftar via online, pilih jadwal kedatangan lalu langsung bayar di bank, kali ini, aku harus ambil nomor antriannya secara online. Untuk caranya sendiri cukup mudah, bisa via web antrian.imigrasi.go.id atau download aplikasinya di Google Playstore. Step by stepnya bisa di cek langsung di aplikasi/web ya.

Jadi kita harus buat akun dulu dan aktivasi via email. Setelah itu tinggal buat permohonan antrian deh. Sama seperti aku dan Udjo, kita buat paspor K1 dan K2 di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Barat.

Pilih Kantor Imigrasinya
Pilih Tanggal yang tersedia

Setiap hari ada kuotanya terbatas, kalo gak salah hanya 100 aja. Nah kemarin, aku pilihnya yang jadwal pagi dan dapetnya jam 08-09.

Karena yang mau bikin ada dua orang, jadi aku ambil antriannya juga dua. Harus isi data dulu. Untuk aplikasinya, satu orang bisa mengambil antrian untuk beberapa orang, tapi kalau gak salah harus yang memiliki hubungan darah sama kita. Kayak aku, akunnya punya aku dan aku ambil jadwal antrian untuk anak-anak aku.

Setelah jadwal antrian di dapatkan, kita tinggal tunggu hari H aja. Oh iya, belakangan ini banyak yang cerita kalau mereka susah ambil nomor karena sudah penuh. Ternyata tipsnya adalah ambil nomor di hari Jumat, karena di hari itulah nomor antrian dibuka.

Tanggal 11 Desember kemarin, kita sampai di lokasi jam 7.30. Kantornya masih agak sepi. Pas baru dateng, ditanya sama satpam sudah punya jadwal atau belum dan jam berapa. Aku sebutkan jadwal aku lalu kita disuruh masuk dan duduk di ruang tunggu yang tersedia di dalam.

Ruang Tunggu

Pukul 8, antrian dibuka. Ternyata, jadwal perhari juga dibagi. Aku yang kebagian jadwal jam 08-09 bisa langsung antri untuk ambil formulir. Antriannya sendiri relatif sepi. Jadi cepet.

Antri ambil formulir

Ketika kita ambil formulir, kita akan diminta bukti antrian kita. Tinggal tunjukin aja QR code yang ada di aplikasi antrian online kita untuk mereka scan. Kemudian akan di cek kelengkapan berkas kita dan di cocokkan dengan yang asli. Jadi jangan sampai lupa bawa berkas aslinya ya.

Untuk paspor anak, berkas yang diperlukan adalah:

  • Kartu tanda penduduk ayah atau ibu yang masih berlaku. Fotokopi jadi satu ke 1 lembar A4, jangan di potong. (Fotokopi 1 lembar)
  • Paspor kedua orang tua. Kemarin kedua paspor aku fotokopi jadi satu lembar A4 tidak dipotong. (Fotokopi 1 lembar)
  • Kartu keluarga (Fotokopi 1 lembar)
  • Akta kelahiran atau surat baptis. (Fotokopi 1 lembar)
  • Akta perkawinan atau buku nikah orangtua (Fotokopi 1 lembar)
  • Surat pernyataan orang tua dengan tanda tangan kedua orang tua di atas materai IDR 6000. (Asli)
  • Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama (Fotokopi 1 lembar)
  • Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa. (Asli)

Setelah berkas diperiksa dan di cocokkan, kita akan dapat formulir dan nomor antrian. Formulir ini harus diisi dengan ballpoint tinta hitam ya. Jadi jangan lupa untuk bawa ballpoint hitam dari rumah.

Satu hal yang buat aku bikin deg-degan adalah aku harus isi dua formulir untuk anak-anak dalam jangka waktu yang relatif cukup sebentar. Jadi agak berburu dengan waktu juga karena kita gak boleh sampai kelewatan nomer antriannya.

Pojok untuk isi formulir. Ada juga di sisi lain yang untuk isi formulir sambil berdiri

Kalau metode yang sebelumnya, kita kan tinggal print trus tanda tangan. Gak perlu isi-isi formulir lagi. Nah kali ini kita harus isi formulir langsung di tempat.

Mungkin kalau bikinnya untuk pribadi dan cuma 1 paspor masih ok ya. Lah kalau macam aku yang harus isi formulir untuk dua paspor, ngisinya jadi cukup heboh juga. Belum, lagi isinya harus teliti kan. Jadi bener-bener bikin deg-degan banget pas ngisi itu karena berpacu sama waktu juga.

Harus perhatiin nomor antrian, jangn sampai terlewat

Alhamdulillah aku selesainya sekitar 1 menit sebelum dipanggil. *lap keringet*

Setelah dipanggil, berkasnya akan di cek lagi dan disesuaikan lagi dengan aslinya. Lalu anak-anak di wawancara sedikit. Kalau k1 di tanya namanya, nama ayah, nama ibu, umur, sekolah dimana dan mau kemana.

Sedangkan k2, cuma ditanya namanya aja. Setelah ok, mereka di foto dan diambil sidik jarinya. Untuk sidik jari, k2 akhirnya tidak diambil sidik jarinya karena tidak terbaca. Ternyata menurut info dari petugas, untuk anak balita memang tidak diambil sidik jarinya.

Kemudian berkas diserahkan ke petugas sebelahnya untuk input data. Di situ, petugas akan crosscheck lagi apakah data yang diinput sudah sesuai atau belum. Itulah saatnya kita juga crosscheck apakah data dan ejaan sudah sesuai atau belum.

Setelah semua sudah ok, kita akan diberikan tanda terima. Dan slip untuk pembayaran.

Untuk biayanya sendiri masih sama. Aku ambil paspor biasa 48 halaman. Biayanya IDR. 300.000 dan untuk biometrik IDR. 55.000. Jadi total biaya untuk 1 paspor adalah IDR 355.000.

Pembayarannya bisa dilakukan di beberapa bank pemerintah seperti BNI, BRI, Mandiri. Selain itu, ternyata sudah bisa juga bayar di BCA.

Pas di lokasi, kita coba bayar via atm Mandiri, tapi ternyata belum bisa. Akhirnya kita pulang.

Kebetulan, pas di samping tempat kita ambil foto itu, ada pengumuman cara pembayarannya. Dan karena ada BCA, akhirnya kita coba bayar via BCA.

Awalnya coba cek via internet banking dulu. Bisa atau tidak. Ternyata setelah aku buka, bisa. Dan nomor pembayarannya juga sudah bisa dibuka. Akhirnya kita settle via internet banking BCA.

Setelah bayar, jangan lupa cetak bukti pembayarannya lalu di attach dengan lembar pembayaran dan slip tanda terima yang kita dapat setelah foto selesai.

Menurut SOP, Paspor akan selesai 5 hari kerja setelah pembayaran. Jadi paspor k1 dan k2 harusnya sudah selesai tanggal 18 Desember.

Tapi biar aman aku lebihkan beberapa hari baru di ambil. Kebetulan juga aku juga baru bisanya kemarin, jadi baru di ambil kemarin tanggal 20 Desember.

Nah pengalaman aku sebelum ini, paspor itu baru bisa di ambil di atas jam 1, jadi aku baru berangkat kesana jam 1. Sebetulnya agak ragu juga, tapi mau gimana lagi. Telpon, sms, mention twitter cuma untuk nanya informasi aja gak bisa-bisa. Di websitenya gak ada keterangan dan browsing gak nemu yang update. Jadilah saya nekat aja kesana.

Perjalanan ambil paspor kemarin ternyata gak terlalu lancar. Hujan jadi macet dimana-mana. Mau naik ojek juga gak bisa. Akhirnya pasrah. Tapi inget jam kerja mereka sampai jam 16.00, jadi dijalanin dulu deh.

Sampai kantor Imigrasi, waktu menunjukkan pukul 15.45. Udah ngos-ngosan sampe keringetan lari dari halte busway kesana. Dan ternyata sudah tutup loketnya.

Mau nangis banget. Masa iya balik lagi besoknya. Mana perjuangan banget kesananya. Akhirnya duduk dulu sambil coba atur nafas dan ngabarin Udjo kalau loket sudah tutup. Alhamdulillah ada petugas yang berbaik hati. Dia tanya aku lagi tunggu apa. Aku jawab, mau ambil paspor tapi ternyata sudah tutup loketnya.

Mungkin karena gak tega juga kali yah liat aku yang udah ngos-ngosan dan pucet pasi duduk disitu sendirian akhirnya dia tanya berkas aku mana dan kemudian dia masuk untuk cek paspornya kedalam. Ternyata paspornya sudah jadi, dan dia berbaik hati mau proses pengambilan paspornya. Alhamdulillah. Seneng banget. Jadinya gak sia-sia perjuangan ambil paspornya. Terima kasih ya Pak. 🙂

Tadaaaa.. Ini dia paspor baru k1 dan k2.

Seneng banget akhirnya udah jadi. Alhamdulillah.

Oh iya.. Untuk yang mau buat paspor, jangan lupa untuk datang ke kantor imigrasi setidaknya 30 menit sebelum jadwal dengan pakaian rapi dan tidak menggunakan sendal jepit. Untuk jam pengambilan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Barat, loket dibuka dari jam 09.00 sampai jam 15.00. Jadi jangan sampai kelewatan ya.

See you on the next post.

All picture is personal documentation unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION.

Copyright of kakira.my.id

7 thoughts on “Pengalaman Membuat Paspor Anak di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Barat, Desember 2017

  1. Waaakkk, makasih banget share-nya mba. Udah ada gambaran nih gimana mau urus paspor. Semoga 2018 saya bisa traveling overseas ama kiddo.

    Btw, blog mba ini self-hosted atau masih ikut WP.com yak? Tingkyuuu

  2. Aku pun dulu bikin paspor di Kanim Jakbar ini Mbak, dulu sering main kesitu juga karena liputan. Sekarang udah enak ya ada app antrian paspor. Kalau ke Kanim situ dulu pasti nggak lupa foto-foto dulu di Kota Tua sama jajan kue pancong di depannya, hihi.

  3. mau tanya dong kak. aku domisili misal di jakarta utara, mau buat di imigrasi jakarta barat.. bisa gak sih? abis kantor yg deket rmhku rame bgt. kuota selalu dibilang abis….

    1. Setauku, selama masih di jakarta, bisa buat di imigrasi jakarta mana aja. Sedikit tips, kalo mau coba ambil jadwal, cobanya hari jumat sore atau senin pagi2 banget. Biasanya masih ada kuota. Walaupun jadwalnya masih buat 2 bulan lg.

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.