#UdjoMioTravel: Kuala Lumpur Day 2

Assalaamualaikum.

Lanjut lagi ya ceritanya. Kali ini adalah Day 2 dari #UdjoMioTravel . Untuk cerita Day 1 bisa dibaca disini yah.

Setelah malamnya check-in di hotel, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku agak shock. Kalo kondisi kamarnya sendiri sih cukup baik dan bersih. Cuma memang malam itu “hawa”nya agak gak bikin nyaman. Apalagi pas lihat kamar mandinya, makin berasa gak enak. Makanya aku agak shock dan jadi gak tenang.

Tapi berhubung sudah tengah malam buta dan capek juga kalo harus geret-geret koper pindah hotel, kita memutuskan untuk tetap tinggal disitu.

Mungkin karena aku gak ngerasa nyaman, jadinya aku baru bisa tidur setelah jam 2. Dan menjelang jam 4, aku udah bangun lagi. Bahkan jauh sebelum adzan Subuh berkumandang disana.

Jadi malam pertama itu cukup berat buat aku. Badan juga jadi sakit-sakit dan apesnya pas mandi, udah gak kebagian air panas. Huhuhuhu. Tapi makin kesini, ternyata hawa gak enak di kamarnya makin hilang dan mulai terasa lebih enak.

Pagi itu kita kelewatan waktu sarapan karena terlalu santai akhirnya malah bablas. Jadinya kita memutuskan untuk cari makan keluar sekalian menjelajah kota (baca: mall).

Kali ini Udjo memilih Uber untuk transportasinya. Kita dapet driver yang cukup friendly dan mobilnya juga nyaman.

Tujuan pertama kita adalah ke KLCC karena request aku adalah “pengen liat dan foto dibawah twin tower.”

So here it is. Foto panas-panasan di bawah Petronas Twin Tower.

Selesai berpanas-panasan langsung melipir ke Suria KLCC untuk ngadem dan makan. Setelah menelusuri directory akhirnya kita makan di foodcourtnya. Makan Subway karena lagi-lagi ada mbak-mbak yang minta makan “Subway Halal”.

Subway halal checked.

Selama makan ini, Udjo masih sibuk browsing hotel lain untuk malam itu. Tapi karena istrinya terlalu baik hati dan tidak sombong akhirnya aku bilang kita gak usah pindah hotel. Toh tinggal satu malam saja. Gak apa-apa kok. Sayang uang buat hotelnya. Mendingan buat aku belanja aja. 😀

Take me to … the mall

Setelah sepakat untuk tetap stay di hotel itu, kita pun menelusuri mall itu. Dan salah satu tempat yang pengen di datengin Udjo adalah PetroSains. Dia pengen banget suatu saat bisa kesana bersama aku dan anak-anak. Well, mumpung sekarang ada aku, jadi kita kesana dulu sekalian survey buat anak-anak.

Harga tiket masuk ke PetroSains untuk dewasa adalah RM 30. Tapi berhubung kemarin sedang ada renovasi di beberapa display, jadi harga tiketnya diberi diskon 20% jadi RM 24/orang.

Untuk masuk ke areanya, kita harus menaiki kendaraan dulu yang disebut dengan “Dark Ride“.

Ketika berangkat, kita akan disuguhi cerita tentang peradaban baru dan juga tentang perkembangan di Malaysia.

Setelah itu, kita turun dan jalan kaki di bagian dalam PetroSains dan mulai menjelajah. Diawali dengan eksebisi mengenai Luar Angkasa. Disana ada macem-macem modul dan alat yang bisa membantu kita mengenal lebih jauh tentang fenomena alam semesta. Dari angin kencang di planet sampai bagaimana terjadinya gerhana dan juga kehidupan di ISS. Cukup menarik juga eksebisinya.

Dati situ, lanjut ke eksebisi mengenai bumi kita. Ada juga alat yang bisa memberikan kita gambaran tentang gempa bumi. Jadi kita duduk di kursi yang nantinya akan bergoyang sesuai dengan skala gempa yang di pilih.

Selain itu ada banyak juga peraga untuk banyak percobaan sains. Sayangnya ada beberapa yang sudah rusak jadi agak kurang seru. Selain itu, di dalamnya lagi banyak banget anak sekolah yang lagi field trip dan agak rusuh jadi agak males untuk liat-liat karena harus rebutan.

Dari area sains, kita masuk ke area minyak. Disini eksebisinya berbentuk seperti rig pengeboran lepas pantai. Jadi kita bisa mendapatkan gambaran kehidupan di rig. Awalnya mikir.. ngapain juga sih tau-tau ada eksebisi oil dan rig begini. Tapi trus teringat.. Ini tuh di PETROSAINS. Yang artinya Petroleum (atau Petronas yak) dan Sains. Jadi ya berhubungan sama minyak dan sains. *sotoy* *toyor*.

Setelah rig, kita masuk ke area speed atau area favorit Udjo yaitu F1. Disana ada banyak peraga dan percobaan untuk hal-hal yang berkaitan dengan F1. Bahkan ada juga simulator dan mobil F1 benerannya. Disini.. Udjo semangat banget nyobain simulatornya sementara istrinya bosen luar biasa.

Setelah seabad.. Akhirnya kita keluar juga dari area speed. Dan buat aku, area selanjutnya sudah tidak menarik karena udah bosen banget plus badan rasanya udah gak enak banget. Jadilah pengen buru-buru keluar.

Dari sana, kita pergi ke mall lain karena aku penasaran banget sama Shoppen akibat mupeng berat tiap liat sis jastip live shopping disana.

Dari Suria KLCC, kita naik bus gratis ke Pavillion KL yang ternyata lokasinya sebelahan sama Fahrenheit 88 . Di deket bus stop ada deretan sepeda yang menarik banget minta di pakai. Awalnya mikir itu gratis *modis*, tapi setelah download aplikasinya ternyata harus bayar. Gak jadi deh. Padahal menarik banget sepedahan di Kuala Lumpur.

Untungnya pas sampai bus stop, bus kita lagi ngetem. Gak lama abis kita naik, bus-nya berangkat. Sampai di Pavilion KL, aku terharu. Sampai juga di tempat yang sering aku liat di foto. Dan di seberang pintu masuknya, ternyata ada gedung kecil yang merupakan toko Sephora.

Tanpa babibu langsung aja masuk Sephora. Berbinar-binarlah mata saya. Tapi setelah megang-megang beberapa produk dan mikir-mikir harga disini, ternyata gak beda jauh sama di Jakarta. Akhirnya urung beli. Untuk beberapa produk yang udah ditaksir dan belum ada di Jakarta juga akhirnya urung beli karena sayang uangnya. Jadinya aku keluar Sephora tanpa beli apapun. *bangga*

Dari Sephora, kita langsung masuk ke Fahrenheit 88, tepatnya ke Shoppen. Tapi entah kenapa kok aku malah jadi gak tertarik dan lagi-lagi berhasil keluar toko tanpa beli apapun. *bangga*

Dari situ, kita menelusuri mall dan sampailah ke Watsons. Dan disanalah.. terjadi kerusakan dompet yang cukup hakiki. Alias bubar semua perhitungan. Asik aja ambil ini itu yang udah di idam-idamkan dari Jakarta. Boro-boro ngitung harganya, lirik harganya juga enggak. Pokoknya tau-tau bubar aja itung-itungannya. *dijitak Udjo*.

Dari Watson, badan udah makin kerasa gak enak. Udjo yang memang sering sakit kakinya pun sudah mulai menyerah. Akhirnya kita memutuskan untuk balik lagi ke hotel untuk istirahat.

Tapi sebelum ke hotel, kita mampir dulu di supermarket untuk beli cemilan.

Dari Pavilion KL ke hotel, kita pakai uber lagi. Alhamdulillah dapet driver dan mobil yang cukup nyaman.

Sampai di hotel langsung ganti baju karena gerah banget dan rebahan.

Mungkin karena malamnya aku gak bisa tidur, akhirnya aku malah ketiduran sampai pagi. Bahkan Udjo aja sampai gak tega banguninnya untuk makan malem karena aku keliatan capek dan nyenyak banget tidurnya.

And that’s the end of day 2.

to be continued

See you on the next post.

All picture is taken by me unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION.

Copyright of kakira.my.id

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.