BeraniBicara Demi Keharmonisan Keluarga

“The shortest distance between truth and a human being is a story.” ~ Anthony de Mello

Walaupun terkadang aku dibilang pendiam, sering juga begitu aku sudah ketemu teman yang klop, aku bisa cerita banyak hal gak kelar-kelar. Kayaknya ada aja topiknya yang diomongin. Semacam keran aja. Tiba-tiba dibuka dan mengalirlah keluar itu semua kata-kata. Bisa gitu ya. Hahhahaha..

Eh tapi ternyata.. Ini masih tergolong wajar loh. Karena dari hasil survey, 8 dari 10 orang di Indonesia itu senang bercerita atau sharing dengan orang lain tentang sesuatu yang personal setiap harinya atau paling tidak satu kali dalam seminggu. Kenapa demikian? Hal ini terjadi karena setiap orang butuh terkoneksi dengan orang lain, berinteraksi, memiliki kualitas interaksi yang baik dan hangat. Makanya kita bisa deh tuh ngobrol panjang gak kelar-kelar.

Namun, menurut Ratih Ibrahim selaku Psikolog Anak dan Keluarga, seringnya frekuensi bercerita tidak menjamin kedalaman isi cerita. Jadi tidak selalu yang diceritakan merupakan ungkapan isi hati yang sebenarnya. Bahkan dari hasil survey SariWangi juga terungkap bahwa tingkat keterbukaan masyarakat Indonesia cenderung rendah. Hanya 2 dari 5 responden yang dapat mengungkap pengalaman negatif tentang diri dan pendapat yang bertentangan dengannya. Alasannya? Karena menghindari konflik. Padahal, menurut Ratih, memiliki pembicaraan yang mendalam di keluarga termasuk hal-hal yang sulit diungkapkan dapat membangun relasi yang hangat dan intim, membuat keluarga lebih bahagia, dan mencegah adanya resiko depresi pada seseorang.

“When we share our stories, what it does is, it opens up our hearts for other people to share their stories. And it gives us the sense that we are not alone on this journey.” ~ Janine Shepherd

Beberapa topik tersulit untuk dibicarakan di dalam keluarga berdasarkan hasil survey adalah yang menyangkut body image, sikap dan pandangan pribadi serta selera dan ketertarikan pribadi. Contohnya: untuk perempuan, terkadang sensitif banget kan kalau udah ngomongin masalah gendut atau enggak dan lain sebagainya. Makanya seringkali suami enggan tuh kalau udah mgomongin masalah penampilan istri. Salah-salah kata bisa pecah perang dunia. Bahaya. 😀

Tapi.. Topik sulit bukan berarti gak bisa dibicarakan dong. Nah untuk memulai pembicaraan dengan topik yang sulit, individu harus memiliki empati untuk mampu menerima perbedaan. Selain itu, suasana santai sambil minum teh juga dapat berfungsi sebagai mediator dalam membangun suasana hangat dan nyaman yang membantu individu untuk lebih terbuka.

Nah sebagai orang tua, terutama Ibu, kita memiliki peran penting dalam keluarga karena sebagai ibu, kita cenderung lebih banyak menghabiskan waktu berkualitas dengan anak. Selain itu, Ibu juga memiliki kedekatan emosional yang lebih besar dan sebagai seorang perempuan, kita dipandang sebagai sosok yang lebih “nurturing” serta menunjukkan empati yang lebih besar daripada pria. Makanya penting banget peran Ibu sebagai emotional supporter dalam memberikan dukungan dan kehangatan di keluarga.

Fakta seputar rendahnya keterbukaan di keluarga ini mendorong Mona Ratuliu sebagai Brand Ambassador SariWangi untuk menjaga komunikasi dalam keluarganya. Mona menyadari pentingnya peranan seorang Ibu dalam menjaga kehangatan keluarga dan ia juga seringkali menemukan tantangan tersendiri untuk mengungkapkan isi hati atau membicarakan hal personal baik ke suami maupun anak-anak, terutama seputar pola asuh anak dan membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Nah untuk mensiasatinya, Mona menjadikan momen minum teh sebagai waktu untuk berkumpul juga berbagi cerita termasuk membicarakan topik-topik yang sulit.

Hal ini sejalan dengan kampanye terbaru dari SariWangi, yaitu “Berani Bicara“. Melalui kampanye ini, SariWangi ingin terus mendorong terbentuknya keluarga Indonesia yang harmonis melalui komunikasi yang efektif dan menjadi fasilitator bagi keluarga Indonesia untuk membangun keterbukaan yang lebih mendalam dengan berani membicarakan isi hati termasuk membicarakan hal-hal yang sulit sekalipun.

Teh asli yang mengandung flavonoid dan theanin di dalamnya memberikan perasaan rileks, meningkatkan fokus dan mengurangi stress. Makanya pas banget kan memulai percakapan sambil minum secangkir teh SariWangi.

Dengan kampanye #BeraniBicara, SariWangi mengajak masyarakat Indonesia untuk berbagi pengalaman atau cerita mereka di media sosial dengan menggunakan tanda pagar #BeraniBicara supaya bisa menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia dalam membangun komunikasi yang terbuka untuk membangun keluarga harmonis.

“Sometimes the greatest adventure is simply a conversation.” ~ Amadeus Wolfe

Yuk kita #BeraniBicara 🙂


See you on the next post.

All picture is taken by me unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION.

Copyright of kakira.my.id

One thought on “BeraniBicara Demi Keharmonisan Keluarga

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.