Bebehero Hi5, Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari

Hari Minggu kemarin, saya di undang untuk mengikuti acara talkshow dengan tema “Berbagi Cinta lewat Hebatnya Menari.” yang di adakan oleh Bebelac di Sleepyhead Coffe, Gunawarman, Jakarta Selatan. Di acara kali ini hadir dua psikolog dari Rumah Dandelion, yaitu Nadya Pramesrani dan Agstried Elisabeth Piether serta Corporate Affairs Manager PT Nutricia Indonesia, Syafarina Fauziah Nasution. Sejujurnya, aku paling seneng di undang ke acara seperti ini soalnya banyak ilmu baru yang bisa aku pelajari dalam membesarkan anak supaya bisa menjadi anak hebat.

kakira_1016030

kakira_1016049

kakira_1016047

kakira_1016046

kakira_1016043

Berbicara tentang anak hebat, saat ini, hebat itu tidak lagi sekedar pintar secara akademis, namun meliputi banyak hal. Kenapa? Karena anak memiliki 8 multiple Intelligence yang harus senantiasa dikembangkan dan di stimulasi supaya anak memiliki kecerdasan IQ (intelligence quotient) dan EQ (Emotional quotient) yang baik.

Ketika anak tumbuh, mereka mengalami perkembangan 4 hal. Yaitu motorik kasar, psikososial, motorik halus dan kognitif. Di usia 2-6 tahun, anak memang lebih banyak terlihat berkembang di motorik kasar dan motorik halusnya. Dan inilah yang seringkali menjadi fokus dari orang tuanya. Padahal kognitif dan psikososialnya juga ikut berkembang dan seringkali luput dari perhatian orang tuanya.

Nadya Pramesrani
Nadya Pramesrani

Untuk anak usia 3-6 tahun, ketika kognitif mereka berkembang, tahap perkembangan mereka masih di concrete praoperational yang artinya mereka baru bisa memahami apa yang sudah terlihat jelas di depan mata mereka atau harus ada contoh konkretnya. Oleh karena itu, mereka akan lebih memahami jika mereka melihat secara langsung apa yang di ajarkan. Misalnya: jika mengajarkan mereka untuk duduk dengan benar, mereka harus diberi contoh secara langsung dan dijelaskan bagaimana cara duduk dengan benar supaya mereka bisa paham.

Sedangkan untuk perkembangan psikososial anak, untuk anak berusia 1,5-3 tahun, mereka mulai mengembangkan rasa  autonomi jadi mereka harus sudah mulai di berikan kesempatan untuk mencobakan segala sesuatu sendiri. Misalnya memakai sepatu sendiri, mengambil mainan sendiri, dan lain-lain. Walaupun mungkin mereka belum bisa mengerjakannya sendiri, namun memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri merupakan cikal bakal mengembangkan  kepercayaan diri mereka. Anak yang kurang mendapatkan kesempatan untuk anak mencoba sesuatu hal, akan tumbuh menjadi anak yang pemalu dan ragu-ragu.

Agstried Elisabeth Piether
Agstried Elisabeth Piether

Dan hal ini berlanjut ke perkembangan selanjutnya, yaitu di usia 3 tahun dimana saat ini harusnya yang muncul adalah kesempatan untuk anak berInisiatif. Jika kepercayaan diri tidak ada, maka inisiatif tidak muncul. Makanya jika tahap “shame and doubt“nya tidak dibetulkan dahulu, yang akan muncul adalah  “guilt” (rasa bersalah). Contoh inisiatif yang paling mudah di anak-anak adalah inisiatif untuk mengeksplorasi lingkungan secara mandiri. Jadi jika dia masuk ke tempat baru, maka dia mau berani untuk eksplorasi lingkungannya, bukan hanya bergantung kepada ibunya saja.

Jika anak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi secara mandiri, maka yang akan muncul adalah rasa bersalah. Rasa bersalah yang muncul bentuknya sederhana, yaitu mereka akan melabel dirinya “saya anak nakal” atau “saya anak baik”. Jadi bagi anak yang sering di kekang atau tidak mendapat kesempatan,  ketika mereka akhirnya mau mencoba sesuatu yang tidak di perbolehkan oleh kita, maka yang dia tahu adalah “Oh saya nakal karena saya telah melakukan sesuatu yang tidak di perbolehkan.” Bagi orang tua, cara untuk menghadapi hal ini adalah memberikan penjelasan kepada anak alasan mengapa ia tidak boleh melakukan hal itu supaya anak paham dan tidak melabeli dirinya “nakal”.

Multiple Intelligence

Seperti yang kita ketahui,setiap anak itu unik, jadi walaupun lahir dari rahim yang sama, perkembangan mereka bisa berbeda. Keunggulan mereka juga bisa berbeda. Kenapa? Karena setiap anak memiliki multiple intelligence dimana kecerdasan yang satu dengan lainnya bisa berbeda kadarnya. Apa saja sih multiple intelligence itu? Yuk kita kenali terlebih dahulu.

kakira_1016035

  1. Kecerdasan interpersonal, yaitu kecerdasan yang meliputi kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Kecerdasan intrapersonal, yaitu kecerdasan dalam mengerti dan memahami diri sendiri.
  3. Kecerdasan kinestetik, merupakan kemampuan untuk menggunakan tubuh atau bergerak dengan ketepatan (presisi), bergerak untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan/emosi tertentu, serta kemampuan untuk menggunakan keterampilan tubuh.
  4. Kecerdasan lingustik, merupakan kecerdasan dalam menggunakan bahasa atau kata-kata secara efektif baik secara lisan, maupun tulisan.
  5. Kecerdasan logika matematika, merupakan kecerdasan dalam menggunakan penalaran (logika) dan angka-angka.
  6. Kecerdasan musikal, yaitu kecerdasan dalam bidang musik yang meliputi kemampuan memahami, mengapresiasi dan menciptakan musik serta memiliki kepekaan terhadap ritme, melodi maupun nada.
  7. Kecerdasan nauralis, yaitu kecerdasan dalam memahami alam.
  8. Kecerdasan spasiall, yaitu kecerdasan dalam berpikir, baik secara dua dimensi maupun tiga dimensi.

Berbagi Cinta lewat Hebatnya Menari

Menurut penelitian, interaksi verbal antara orang tua dan anak berperan penting dalam mengoptimalkan pengasuhan untuk mencetak anak-anak berkarakter hebat. Oleh karena itu sangat penting bagi orangtua untuk menstimulasi anak-anak mereka dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang tumbuh kembangnya, salah satunya melalui kegiatan menari dan bernyanyi.

kakira_1016048

Bebelac berkomitmen untuk mendukung ibu dalam membersarkan anak dengan hebat. Oleh karena itu, setelah sukses dengan Bebehero, kini Bebelac kembali mengajak para ibu untuk berbagi cinta melalui tarian L.O.V.E yang dapat menstimulasi kecerdasan (IQ) dan rasa peduli anak (EQ) sejak dini, melalui kampanye Grow Them Great Bebe Hero Hi-5.

Syafarina Fauziah Nasution, Corporate Affairs Manager PT Nutricia Indonesia
Syafarina Fauziah Nasution, Corporate Affairs Manager PT Nutricia Indonesia

Di kampanye Grow Them Great Bebehero Hi-5 kali ini, Bebelac mengajak ibu berbagi momen kebahagiaan bersama anak serta menginspirasi ibu-ibu lainnya untuk mengunggah video tarian L.O.V.E anak mereka ke website Bebeclub.

Melalui tarian L.O.V.E, Ibu dapat memberikan stimulasi yang tepat kepada anak untuk menjadi cepat tanggap lewat gerakan yang menarik perhatian serta mudah ditiru oleh anak-anak. Dipadu dengan musik yang menyenangkan, Ibu juga dapat merangsang kemampuan kognitif anak.

14232428_1055800571183071_2868821610838664439_n

Gimana? Tertarik untuk ikutan? Nah kalau mau ikutan, caranya mudah sekali:

  1. Putar musik L.O.V.E di website http://bebeclub.co.id/bebehero/ kemudian ajak si kecil menari dan bernyanyi mengikuti musik L.O.V.E.
  2. Rekam kegiatan si kecil saat bernyanyi dan menari musik L.O.V.E.
  3. Upload video si kecil ke www.bebeclub.co.id/bebehero atau ke sosial media dengan mencantumkan  hashtag #GrowThemGreat
Ibu-ibu praktek menari L.O.V.E
Ibu-ibu praktek menari L.O.V.E

Jangan sampai ketinggalan ya Moms.. Karena Bebelac menyediakan berbagai hadiah menarik untuk ibu dan anak yang beruntung. Akan dipilih 20 orang pada setiap periode yang akan mendapatkan merchandise Hi-5 senilai 250 ribu rupiah. Selain itu ada juga Voucher belanja untuk 5 (lima) best weekly winners di tiap periode, masing-masing senilai 1 juta rupiah. Dan untuk pemenang utamanya, akan dipilih 2 keluarga yang beruntung untuk liburan ke Singapura

Jadi tunggu apalagi.. Yuk ajak anak kita menari L.O.V.E.

Aku dan K2 juga udah ikutan looh.. Dan ini versi full videonya di youtube. 🙂

See you on the next post. 🙂

14 thoughts on “Bebehero Hi5, Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari

  1. Mengenai concrete praoperational ini bener bgt deh, si Ziya itu kudu dicontohin dulu, baru deh dia beneran mau ngelakuin apa yg aku suruh.. jadi mmg mesti jadi contoh dulu buat anak2 sblm aku minta mereka lakuin apa yg aku minta

  2. Wah, anak-anakku udah ngajakin joget ini nih. Sayangnya yang gede udah lewat umurnya, Mei kemarin dia genap 6 tahun. Entah kalo belum genap 7 tahun itu masuknya enam tahun atau gimana. Kalo adiknya sih malah belum genap enam. Kayanya bakal ikutan juga deh 🙂

  3. Ihiiiy udah upload aja video nari L.O.V.E nya. Nari & nyanyi emang bantu anak utk stimulasi kecerdasannya, kata-kata dari lagu bisa dijadikan contoh & nari bisa dijadikan pelepasan emosi & bikin anak hepi plus bonding sama Ibu lebih terjalin.. Semoga menang ke Singapuraaa!!

    1. Yes yes.. Ada paparazi potok mamak2 dansa. Hahahaha. Iyaaa.. Kalo sambil dansa lebih seru ya. Apalagi k2 itu kalo belajar harus sambil gerak. Skalian aja deh sambil dansa. Hehehehe..

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.