Mengenal Lebih Jauh Lidha Maul

Hallo.. Setelah beberapa waktu saya menghilang dari blog.. Akhirnya balik lagi. Dan kali ini, saya balik lagi dengan seri “Mengenal Lebih Jauh”. Dan kali ini, yang mau dikenal adalah seorang blogger Balikpapan bernama Lidha Maul. Ia adalah sosok dibalik blog www.bulirjeruk.com.

bulirjeruk

Mba Lidha ini ternyata dulu adalah seorang guru. Kemudian ia resign dan mengikuti suami untuk membangun usahanya. Dan untuk mengisi waktu, ia blogging, berkebun, dan menjadi enterpreneur Balikpapan.

Kalau baca blog mba Lidha ini, terasa sekali tutur katanya runut dan runtun. Semacam baca buku pelajaran gitu deh. Yaaaa.. Namapun guru, jadinya tutur katanya rapi. *gak kayak mbak yang nulis ini* Diksi dan pemilihan katanya juga ok berat. EYD juga pastinya. Makanya walaupun banyak postnya yang panjang, tapi pas baca, gak terasa membosankan karena mengalir banget.

Nah, satu yang bikin penasaran adalah asal muasal nama bulir jeruk. Ternyata, awalnya adalah karena mba Lidha tidak mau menggunakan nama aslinya untuk nama blog. Jadi ia memikirkan nama lain. Dan karena ia suka berkebun dan buah-buahan, makanya akhirnya ia memilih bulir jeruk. Di balik nama bulir jeruk ini ternyata memiliki beberapa alasan. Salah satunya adalah karena buah jeruk itu kaya akan vitamin C. Jadi harapannya, blog mba Lidha ini bisa jadi vitamin C untuk para pembacanya. Selain itu, Jeruk memiliki banyak rasa. Manis, Asam, Pahit, sepet, semacam kehidupan ya. Nah itulah makanya setiap tetes dari bulir jeruk itu berarti karena setiap perjalanan yang kita hadapi itu berarti dan tidak ada yang sia-sia. Issshhh.. Mantap. Mendalam bener ya pemikirannya. *lalu saya keder*

Ketika saya menelusuri blog mba Lidha, salah satu yang menarik perhatian saya adalah ceritanya tentang menjadi guru di Balikpapan dan juga mengenai cara ia menemukan kebahagiaan di rumah.

picture from bulirjeruk.com
picture from bulirjeruk

Duh mbak.. Aku tertohok. Terima kasih ya untuk sharingnya. Kadang-kadang kita terlalu mengasihani diri sendiri sampai suka lupa untuk mencari hal yang positif dari yang kita alami. Memang semuanya itu berawal dari pikiran ya. Kita harus bisa mencari hal positif dari semua yang kita alami. Positif dan senantiasa optimis.

Seperti biasa, saya juga mengajukan 4 pertanyaan ke mba Lidha.

Q: Setelah mba Lidha pindah ke Balikpapan, apa sih yang paling terasa berat ketika dijalani?

A: Saya bukan pindah ke Balikpapan, saya dari awal di Balikpapan tadinya ngontrak-ngontrak trus pindah ke rumah sendiri yang berada di pinggiran, bukan di tengah kota seperti sebelumnya.

Q: Sebagai seorang blogger yang memiliki latar belakang sebagai guru, ketika melihat post blogger lain, pasti kadang-kadang ada rasa gemas dengan tata bahasa dan diksi dari postnya (misalnya saya yang kacau tata bahasanya). Nah, boleh share gak, yang paling bikin mba Lidha gemes itu ketika melihat post yang seperti apa.

A: Jujur nggak mbak, hahaha. Sumpah. Bagi saya blog betul-betul adalah hak pemiliknya, mau tata bahasanya bagaimana kalau sehari-hari memang begitu ya begitulah. 🙂 Beda pertanyaannya jika tulisan itu untuk karya ilmiah, surat-menyurat resmi.
Saya orangnya random kalau baca blog, ada yg pake ‘gue’, doski, doi, ya saya baca sampai yang sumpah menyumpah saya baca juga, hehehe, seru mbak, lucu juga.

Q: Kalau tidak salah, mba Lidha kan seorang penggemar ilustrasi juga. Nah, siapa sih ilustrator favorit mba Lidha?

A: Kalau ilustator khusus gak punya, saya cuma suka kalau temanya fantasy, children, nature. Tapi, kalau pengen nyebut nama, saya sukanya akun mas henryz yg ada di deviantart (Henryca Citra) tapi gak semua juga sih, beberapa aja.

Q: Oh iya, mba Lidha kan suka berkebun. Nah, paling suka menanam apa aja sih?

A: Paling suka menanam yg bisa dimakan seperti sayuran dan buah-buahan. Beberapa bunga saya juga suka. Misalnya bunga matahari, lily, mose rose.

******

Nah, untuk kamu yang mau kenalan sama mba Lidha, bisa langsung meluncur aja ya ke blognya. Blognya sendiri rapi dan cantik. Gak heran sih, soalnya mba Lidha itu penggemar ilustrasi dan suka juga utak atik, jadinya ciamik deh.

Anyway, that’s all for now. Terima kasih ya mba Lidha untuk inspirasi dan ceritanya. Dan sebelum mengakhiri post ini, aku mau post quote menulis dari mba Lidha yang menurutku puitis namun mengena banget:

“Menulis itu menyepikan diri dan entah bagaimana saya merasa ditemani. Saya menghargai kekosongan yang ada. Kekosongan yang tidak membunuh. Kekosongan yang jusru menghidupkan dan bertumbuh.” – Lidha Maul

See you on the next post. 🙂

5 thoughts on “Mengenal Lebih Jauh Lidha Maul

  1. Saya juga suka quote saya, xixixixi
    Tumben gitu pintar •_•
    Dan tumben bisa komen di blog ini, aishh… mungkin agak keep trying kali ya episode ini, hehehe

  2. Yang selalu saya nanti dari tulisan Mba Mira, mengenal lebih jauh, wkwkwkwk. btw kayanya sering banget saya baca nama Devianart berseliweran sejak saya kuliah. Rasanya nama tersebut seperti daya magis fav. Kali ya

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.