Yang Ingin Dilupakan

Not the power to remember, but its very opposite, the power to forget, is a necessary condition for our existence. -Sholem Asch

Ketika dapet tema untuk nulis cerita horor, otak langsung berpikir keras. Dan karena aku juga gak terlalu suka nonton film horor ataupun hal yang berbau horor jadi kayaknya aku gak punya pengalaman horor. Dan semoga gak punya juga pengalaman horor. Aamiin.

Nah ketika diminta untuk cerita tentang pengalaman buruk.. Hmmm.. Itu lain soal. Sejujurnya ada beberapa pengalaman buruk yang cukup bikin aku trauma. I do still remember it vividly, but i can’t and i don’t want to share it. Why? Because I want it to remain a memory that needs to be forgotten and also because it doesn’t need to be written anywhere.

Tapi.. Kalaupun ada yang mau di ceritain, ada satu pengalaman yang mau aku ceritain. Pengalaman ini sebetulnya gak langsung berhubungan sama aku tapi cukup bikin aku tegang dan deg-degan plus sedikit trauma. Lengkap ya bok.

Jadi.. Pas tanggal 1 Januari.. Tahunnya kalo gak salah tahun 2014. Tiba-tiba sore aku dapet telepon dari kakak aku yang bilang aku jangan panik dan dia nyari Udjo. Dia bilang ada orang yang masuk ke rumah dia dan mengambil barang-barang di rumahnya. Kebetulan saat itu, kakak memang mengontrak rumah di kompleks sebelah. Dan dia minta tolong supaya Udjo dateng dan nemenin suaminya cek rumahnya.

Udjo pun langsung ke sana dan nemenin kakak di sana. Sebetulnya aku juga gak terlalu tahu pasti pas disana mereka ngapain. Karena aku nungguin di rumah sama anak-anak sampai mereka tidur. Dan karena kejadian itu, akhirnya Ninka, Abah dan Aunchie semua ke rumah kakak. Dan akupun bertigaan aja sama anak-anak di rumah.

Rupanya ada orang yang masuk rumah kakak dan mengambil barang di rumahnya. Bahkan yang mengesalkan, mereka sempet makan dulu di rumah karena ada bekas piring kotor dan gelas di meja makan. Duh ilah.. Ada-ada aja ya orang. Hrhrhrhrhr..

Jadi mungkin saat itu disana sepi sekali sampai pelaku bisa santai kayak dipantai gitu. Dan berhasil kabur membawa beberapa harta benda disana. Alhamdulillah hanya barang-barang saja yang hilang. Gak sampai ada perkelahian atau apapun yang membahayakan jiwa.

Mungkin untuk beberapa orang ini adalah pengalaman biasa, tapi buat aku, ini cukup traumatis. Apalagi dulu pernah berhubungan sama debt collector yang rusuh banget dateng ke rumah lengkap dengan ngancem-ngancem, eh sekarang tiba-tiba ada kejadian begini. Tiap kali di rumah bawaannya malah jadi parno banget. Takut banget.

Serius deh. Walaupun kejadiannya bukan aku sendiri yang ngalamin, tapi akupun ikutan trauma. Ikutan gampang parno. Ya sampai sekarang sih sejujurnya masih agak parno sedikit. Masih suka deg-degan.

Yah.. Aku cuma bisa berdoa dan berharap semoga kejadian ini gak terulang lagi dan semuanya aman tentram sejahtera. Dan gak harus inget lagi atau diingatkan lagi pengalaman-pengalaman yang bikin trauma. Aamiin.

To be able to forget means sanity. – Jack L

One thought on “Yang Ingin Dilupakan

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.