Indonesia Fashion Week 2016: HIJUP.com Presents ETHNOCENTRISM

Pada acara Indonesia Fashion Week 2016 di Jakarta Convention Center pada tanggal 11-13 Maret 2016 yang lalu, setelah mendapatkan undangan dari Luna, saya berkesempatan hadir di acara fashion show HIJUP Presents ETHNOCENTRISM yang di adakan pada hari Jumat, 11 Maret 2016

kakira_0416026

Acara kali ini adalah debut pertama HijUp di event Indonesia Fashion Week. Dan untuk debutnya, HijUp berkolaborasi dengan 3 designer yaitu Zaskia Sungkar, Vivi Zubedi dan Ria Miranda. Tema Ethnocentrism sendiri dipilih karena menyiratkan HijUp bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia yang unik dan kaya akan etnik.

kakira_0416027

kakira_0416043

kakira_0416044

Dalam kolaborasi ini, Zaskia Sungkar menampilkan koleksi Hitam Poetih yang mengusung palet warna monochrome untuk 13 ready to wear look. Koleksi ini terinspirasi dari wanita Indonesia yang tangguh, kuat dan elegan. Zaskia mengaplikasikan warna hitam-putih ini dalam batik Garut dan kain tenun yang dipesan langsung dari perajinnya.  Pada kesempatan kali ini, Zaskia menampilkan Shireen Sungkar dan Elvira Devinamira sebagai muse.

kakira_0416046

kakira_0416045

kakira_0416047

kakira_0416049

kakira_0416050

Vivi Zubedi memamerkan rancangan abaya hitamnya bertema akulturasi motif Arab, Maroko, dan Afrika, yang dipadukan dengan motif Bali dan Lombok, dalam bahan tenun dan polyester. Koleksi ini terinspirasi dari salah satu suku Arab nomaden Bany Sulaym yang berasal dari Hijaz dan Nejd. Suku ini kemudian hijrah ke Afrika Utara pada abad ke-11. Karena riwayatnya yang berpindah-pindah maka Bany Sulaym mengalami percampuran unik ketiga budaya tersebut. Ke 13 koleksi Sulaym Voyage ini diberi sentuhan motif-motif etnik berwarna bold dengan teknik embroidery dan beberapa diantaranya juga diberikan aplikasi sequin yang sangat detail. Sebagai muse-nya, Vivi menampilkan model dan designer Lulu Elhasbu.

kakira_0416051

kakira_0416052

kakira_0416055

kakira_0416056

kakira_0416057

kakira_0416058

Nama koleksi Ria Miranda kali ini diambil dari bahasa Minang, takana yang berarti terkenang atau teringat kembali. Ria menuangkan warisan budaya Minang kebanggaannya yang tak pernah hilang dalam hidupnya melalui koleksi ini. Ria melalui koleksi Takana, memberi warna baru dengan menampilkan sisi kesederhanaan budaya Minang, yang tampak dalam perpaduan warna ceria dan lembut dalam nuansa pastel serta goresan motif songket. Sesuai dengan ciri khasnya, koleksi Ria Miranda dibalut dalam nuansa feminin yang simple, cantik dan elegan.  Dan sebagai muse, Ria menampilkan sahabatnya, Indah Nada Puspita. Sayangnya, pada kesempatan kali ini, Ria berhalangan hadir karena sedang mengikuti event lain di Melbourne. Tapi walaupun demikian, koleksinya tetap berhasil memanjakan mata dan menarik minat para penonton *termasuk saya* 😀

kakira_0416060
Indah Nada Puspita, Lulu Elhasbu, Shireen Sungkar dan Elvira Devinamira

Setelah acara fashion show ini, koleksi Ethnocentrism ini sudah bisa langsung di dapatkan di web HijUp. Dan ternyata sambutannya cukup luar biasa, terutama koleksi Ria Miranda yang langsung sold out untuk beberapa itemsnya. Kece ih.

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.