Investasi Untuk Masa Depanku

Tidak bisa dipungkiri bahwa keadaan sekarang sudah jauh berbeda dari jaman dahulu. Kalau dulu, mungkin menabung saja masih bisa mencukupi. Nah kalau sekarang? Duh mak.. Harga-harga naik, biaya untuk hidup meningkat, biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan biaya yang lainnya semakin mahal. Pokoknya suka bengong deh kalo lihat harga sekarang yang sekarang semakin mahal.

Hari Sabtu, 23 Januari 2016 kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri acara Investasiku Masa Depanku di The Terrace Restaurant, Senayan National Golf Club. Acara diawali dengan Yoga bersama yang dipandu oleh mba Soraya Indriati.

foto dokumentasi Kumpulan Emak Blogger
foto dokumentasi Kumpulan Emak Blogger

Setelah Yoga bersama yang bikin badan segar, acara dilanjutkan dengan Financial Check-Up di booth yang tersedia. Kita bisa cek keperluan investasi kita sesuai dengan tujuan investasi yang kita mau di booth #InvestasiAsik, #PensiunAsik, #LiburanAsik dan #PendidikanAsik.

kakira_0116047

Setelah Financial Check-Up yang bikin tertohok itu, acara pun dimulai. Acara dibuka oleh Prabu Revolusi sebagai pembawa acara. Sebagai pembuka, Prabu bercerita mengenai pengalamannya sebelum akhirnya memutuskan untuk berinvestasi. Dulu, istrinya sempat berujar bahwa kalau mau investasi, caranya ya belikan saja dia tas. Jadi tasnya bisa dipakai dahulu baru kemudian dijual. Bisa jadi investasi juga kan tuh. Hmmmm.. Sounds familiar banget deeehh. Hahahaha. Emak-emak banget deh, jajan tas branded, pakai sebentar trus jual lagi. Yaaaa.. Tapii.. Kalo gitu kan harganya turun ya. Bukan investasi jadinya. Nah karena itu, akhirnya Prabu dan istri berembuk lagi, cari informasi lagi dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk berinvestasi di Reksadana.

kakira_0116049

Nah, untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai Investasi, telah dihadirkan para nara sumber yaitu  Wiko Hari Tanata, seorang penulis buku “Membangun Personal Wealth, financial planner Prita Hapsari Ghozie, dan Farhan seorang public figure.

Apa Sih Investasi ?

Investasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

“Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.”

Jadi jelas ya.. Investasi bukanlah tujuan keuangan. Investasi adalah kendaraan atau alat yang kita gunakan untuk mencapai suatu tujuan keuangan. Tujuannya apa? Bisa berupa #PensiunAsik, #LiburanAsik, #PendidikanAsik atau #InvestasiAsik.

Simpanan, Tabungan atau Investasi ?

Simpanan adalah uang yang kita simpan di suatu tempat dan bisa kita ambil kapan saja. Jika disimpan di bank, maka simpanan kita bisa di bilang merupakan dompet elektronik. Di era sekarang, tabungan yang saat ini kita miliki sebetulnya sifatnya sudah bukan tabungan karena bisa di ambil kapan saja. Jadi tabungan yang kita miliki di bank sebetulnya berupa simpanan.

Tabungan adalah uang yang kita simpan di suatu tempat dan tidak kita ambil jika tujuannya belum tercapai. Bisa disimpan di bank atau bahkan di celengan. Jadi uang tersebut tidak kita sentuh jika tujuannya belum tercapai.

Di antara ketiganya, investasi memiliki resiko lebih besar. Namun, tidak bisa dipungkiri, bisa juga memberikan keuntungan yang lebih besar. Karena ada resiko, maka sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita harus memahami dahulu resikonya.

Nah jika ditanya lebih baik simpanan, investasi atau menabung, semua kembali lagi ke tujuan kita dan jangka waktu yang kita tetapkan.

Manfaat Investasi

Manfaat yang bisa kita dapatkan dari investasi adalah:

  • Untuk menjaga supaya hidup kita bisa tetap sejahtera di masa depan hingga tutup usia.
  • Memiliki kemampuan untuk mengatur hidup sesuai dengan kemampuannya.
  • Secara tidak langsung mengajarkan keturunan kita untuk berinvestasi dan memiliki kemampuan untuk mengatur keuangan mereka sedari dini. Children see, children do. Anak melihat apa yang dicontohkan kedua orang tuanya. Jadi jika anak melihat orang tuanya rutin berinvestasi, maka mereka akan terdorong untuk berinvestasi juga.
  • Kita bisa merancang hidup kita untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan yang kita inginkan. Misalnya untuk naik haji, liburan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Kenapa Harus Investasi?

Prita bercerita, ia sudah mulai belajar berinvestasi sejak berusia 16 tahun. Ia belajar mengenai investasi dari ayahnya. Dan saat itu, Prita sudah mulai berinvestasi untuk tujuan-tujan keuangannya. Saat itu tujuannya antara lain untuk membeli rumah dan naik haji. Berkat investasi, akhirnya Prita berhasil mewujudkan tujuan keuangannya.

Lain lagi dengan pengalaman Farhan. Ia mulai mengenal investasi sejak tahun 1996. Investasi yang dilakukan saat itu adalah menabung dollar karena saat itu, ia sudah mulai menjadi public figure yang dikenal masyarakat dan dibayar dengan menggunakan dollar. Farhan sempat merasakan dampak moneter yang cukup besar pada tahun 1998. Dampaknya adalah ia tiba-tiba memiliki banyak uang atau menjadi kaya mendadak. Ketika krisis moneter menghantam, Ia menukarkan dollar yang sudah ditabungnya ke rupiah dan itulah yang menjadikannya memiliki banyak uang cash. Namun, satu timbul persoalan. Persoalannya adalah ia memiliki banyak uang cash namun tidak memiliki pekerjaan karena kontraknya diputus.

Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, maka Farhan mulai melirik untuk berinvestasi. Awalnya ia mulai berinvestasi di saham. Namun, karena harus terus menerus dipantau dan resiko sangat besar, maka ia mulai beralih ke Reksa Dana karena resikonya lebih kecil dan manageable.

Ketika Farhan memiliki anak, Ia mulai mendaftarkan anaknya untuk memiliki asuransi. Namun, ternyata anaknya tidak memenuhi syarat untuk memiliki asuransi. Kebetulan anak Farhan adalah anak berkebutuhan khusus, dan tidak ada asuransi yang bersedia mengcover anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, maka Farhan dan isteri mulai membuka investasi khusus untuk anaknya. Dan manfaat itupun dirasakan oleh Farhan ketika anaknya harus masuk sekolah dan juga ketika anaknya harus dirawat di rumah sakit.

Investasi Apa?

Ada beberapa cara untuk berinvestasi. Antara lain berinvestasi di Pasar Saham, berinvestasi di properti, berinvestasi di logam mulia dan berinvestasi dengan Manajer Investasi.

Jika kita ingin berinvestasi di Pasar Saham, ada banyak resikonya. Dan untuk mulai berinvestasi di pasar saham diperlukan modal yang tidak sedikit. Kita juga harus terus memantau pergerakan saham setiap saat supaya kita bisa mendapatkan untung. Jika dalam keadaan bagus, kita bisa mendapatkan untung yang besar, dan sebaliknya, jika dalam keadaan tidak bagus, kita juga bisa mendapatkan rugi yang cukup besar.

Berinvestasi di properti juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Mengingat harga tanah yang semakin lama semakin tinggi. Oleh karena itu, investasi di bidang properti juga cukup menjanjikan. Namun, harus diingat. Berinvestasi di bidang properti akan sedikit sulit ketika kita ingin mencairkan/menjual investasi kita. Mengingat harga properti yang cukup tinggi, maka untuk menjualnya juga bukanlah hal yang mudah. Memerlukan waktu yang cukup lama sehingga berinvestasi di bidang properti sifatnya tidak likuid.

Berinvestasi di logam mulia bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Terlebih karena harga logam mulia biasanya meningkat dan cukup tinggi. Jika dijual, biasanya akan lebih mudah daripada menjual properti. Namun seperti investasi yang lain, kelemahan berinvestasi di logam mulia adalah kita memerlukan tempat khusus untuk menyimpannya dan juga ada resiko kehilangan. Berasa banget ya kalau udah punya investasi logam mulia trus tiba-tiba hilang. Huhuhuhu.

Untuk kita yang baru akan mulai berinvestasi, akan lebih mudah jika kita berinvestasi dengan Manajer Investasi. Dengan bantuan Manajer Investasi, kita bisa memulai investasi kita dengan biaya yang lebih terjangkau. Dan kita juga tidak harus terus menerus memantau investasi kita karena semua sudah dikerjakan oleh Manajer Investasi. Produk Investasi dengan Manajer Investasi bisa berupa unit link (yang biasanya dijual dengan asuransi) atau berupa Reksadana.

Tentang Reksa Dana

Secara definisi, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana milik masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang disebut Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke portofolio efek seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Skema dokumentasi Danareksa

Secara umum ini adalah jenis-jenis dari Reksa Dana (sumber Danareksa) :

  1. Reksa Dana Saham
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap
  3. Reksa Dana Pasar Uang
  4. Reksa Dana Campuran
  5. Reksa Dana Syariah
  6. Reksa Dana Terstruktur (Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Dengan Penjaminan, Reksa Dana Indeks)
  7. Reksa Dana Exchange Traded Fund (ETF)
  8. Dana Investasi Real Estate (DIRE)
  9. Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset (KIK-EBA)
  10. Reksa Dana Penyertaan Terbatas
  11. Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Individual.

kakira_0116050

Seperti yang sudah di sebutkan oleh Prita dan Wiko, jika kita mau berinvestasi, kuncinya adalah harus KONSISTEN. *catet*  Jangan cuma rajin di awal aja. Harus konsisten setiap bulan. Dan melihat hal ini, maka Danareksa meluncurkan program “Investasiku Masa Depanku”. Dengan Investasiku Masa Depanku, kita bisa berinvestasi di Reksa Dana dengan modal awal yang cukup terjangkau yaitu IDR 200 ribu rupiah dan setiap bulannya akan otomatis terdebet dari rekening bank kita. Jadi kita tidak perlu repot menyisihkan uang kita lagi.

Pahami apa yang kamu investasikan dan investasi hanya pada yang kamu pahami. Tidak ada satupun milyuner di dunia yang tidak berinvestasi, jadi yuk kita segera berinvestasi. Demi masa Depan yang lebih baik. Investasiku Masa Depanku. 🙂

kakira_0116048
calon investor
Reksa Dana Online 
PT Danareksa Investment Management
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14
Jakarta 10110
Telepon : (021) 1 500 688 (Tekan 2 untuk DIM)
Fax : (021) 350 1707
Website: http://reksadana.danareksaonline.com/
E-Mail : reksadanaonline@danareksa.com
Twitter : @reksadanaonline

10 thoughts on “Investasi Untuk Masa Depanku

    1. Kalau emas, kekurangannya harus ada tempat simpan yang aman ya. Aku juga pengennya reksadana sih. Tapi balik lagi ke kata Farhan dan Prita, don’t put your eggs in one basket. Jadi mungkin tetep coba invest di emas juga walaupun gak banyak. Buat tambahan aja. Sama-sama 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.