Etika Ketika Menghadiri Suatu Acara

Sebagai seorang blogger yang akhirnya di undang ke sebuah event, baik itu press conference, blogger gathering, workshop, seminar dan lain sebagainya, aku belajar banyak hal. Selain mengenai topik utama dari event tersebut ya juga mengenai hal lainnya. Ada juga tentang attitude yang diperlukan oleh seorang blogger. Dan kali ini aku mau cerita tentang salah satunya ya.

Yaitu mengenai etika menghadiri acara-acara atau event tersebut. Tentunya yang di ceritain itu untuk menghadiriΒ  acara sebagai seorang blogger ya. Tapi gak menutup kemungkinan berlaku juga ketika kita menghadiri acara sebagai peserta atau undangan event biasa (bukan datang sebagai blogger).

Oh iya, selain dari pengalaman pribadi, aku masukin juga materi tentang etika ini dari beberapa event yang udah aku ikuti. Dan dengan menulis ini bukan berarti aku sudah paling oke loh ya. Ini buat catatan dan pengingat juga untuk aku. Supaya bisa menjaga etika yang baik. πŸ™‚

kakira_0116038

Berdasarkan pengamatan aku, etika untuk menghadiri acara sebagai seorang blogger adalah:

  • Datang Tepat Waktu

Sejujurnya nih ya.. Akupun untuk poin ini masih suka kadang-kadang meleset. Maksud hati sebetulnya dateng lebih cepet. Tapi apa daya, kadang-kadang masih suka tertunda jadinya malah datang terlambat. Makanya buat aku, ini reminder banget. Supaya kedepannya bisa lebih tepat waktu. Lagipula, kalau datang lebih cepat juga sebetulnya lebih enak. Bisa milih kursi yang strategis dan juga bisa menenangkan diri dan melebur dulu di suasana event itu. Jadinya gak ngos-ngosan banget dan pas acara di mulai, bisa lebih fokus.

  • Bersikap Profesional

Ketika kita datang ke suatu event, tentunya kita gak mau kan dianggap sebelah mata. Malah kalau ada brand, pasti kepengen juga bisa dilirik dan syukur-syukur bisa diajak kerjasama. Dan supaya hal itu terjadi, kita juga harus bisa menjaga sikap kita. Harus bisa bersikap profesional.

Menjaga ketertiban dan menghargai hak orang lain juga termasuk ke dalam sikap profesional loh. Kan gak enak banget ya kalau kita dateng ke suatu acara lalu dianggap sebagai pembuat onar. Bukan artian bikin kerusuhan loh ya. Bisa juga karena kita ngobrol terlalu heboh sampai pembicara kalah kenceng suaranya atau bisa juga karena pendamping yang kita bawa ke acara itu. Aku pribadi, kalau ada acara event/workshop/seminar gitu lebih suka dateng sendiri. Kalau ada temen blogger, ya janjian di sana. Tapi kalau untuk ajak suami/anak aku lebih memilih untuk tidak mengajaknya. Kenapa? Karena aku tahu diri aja sih. Di usia anak-anak aku saat ini, untuk mereka bisa tenang dan anteng ngikutin acara itu persentasenya agak kecil. Iya sih emang mereka beberapa kali pernah aku ajak ke beberapa event dan terbukti tenang, tapi kan bukan berarti seterusnya begitu.

Normalnya anak-anak kan gampang bosen kalau gak menarik untuk mereka. Nah aku gak mau kalau mereka malah jadi rusuh. Selain gak enak sama peserta lain, akunya juga pasti gak konsen dan malah jadi spaneng. Serius deh. Pernah soalnya ajak K2 ke suatu acara dan di sana dia nangis menggelegar.Β  Aku ngerasa gak enak banget. Langsung pindah aja ke belakang biar gampang keluar ruangan. Makanya, kalau untuk acara blogger (kecuali yang di sebutkan dalam undangan untuk membawa anak) aku lebih memilih untuk tidak ajak anak-anak. Suami pun gak di ajak. Saya mah gampang gak konsen kalo ada anak dan suami. Jadi mendingan perginya sendiri aja.

Kalau suatu saat ada acara yang pengen banget aku hadiri dan ternyata anak-anak gak ada yang jagain (balada emak-emak tanpa asisten rumah tangga), ya aku tau diri aja deh. Aku milih gak dateng. Karena dengan memaksakan datang justru aku malah gak bersikap profesional dan melanggar hak orang lain. Yaitu hak untuk mengikuti event/workshop/seminar dan juga hak untuk belajar/mendapatkan insight dengan baik dan tanpa gangguan. Eh tapi itu bukan artinya gak boleh bawa atau kalau bawa artinya kita gak beretika ya. Kalau memang mau bawa sih gak masalah karena ada keadaan tertentu yg akhirnya mengharuskan kita bawa anak/suami. IMHO gak masalah, asalkan yang bawa bisa menjaga supaya pendampingnya tetap tertib. Jangan dibiarkan bikin onar atau berisik di event tersebut. Karena gak enak banget dan pastinya ganggu banget. Apalagi kalau kita bayar untuk dateng ke event tersebut. Iiisshhh.. Emosi.

Oh iya.. Tambahan.. Siapkan juga kartu nama ya. Tentunya sebisa mungkin kartu nama yang profesional. Jadi di event itu, kita bisa tukeran kartu nama atau bagi-bagi kartu nama. Because sometimes, opportunity knocks through those small name cards.

  • Sopan dan Ramah

Sebagai orang Indonesia, kita terkenal akan keramahan dan kesopanan kita. Nah, makanya tunjukkanlah. Jangan pasang muka judes terus. Kalau kita ramah dan sopan, orang lain tentunya akan sungkan dong. Dan siapa tahu malah akan membuka peluang untuk kita. Sejujurnya, kalau poin ini buat aku agak tricky. Soalnya aku gak terlalu lancar dalam “membuka” percakapan sama orang baru. Aku lebih sering jadi pengamat. Diam dan memperhatikan orang-orang. Mungkin itu juga makanya kadang-kadang terlihat sombong. Tapi nggak kok. Aku gak gigit. Cuma suka sungkan dan agak gagap aja kalau di lingkungan baru. Jadi kalau ada yang ketemu, colek-colek aja ya. I promise I wont bite. πŸ™‚

  • Don’t Be Too Material Oriented

Sering banget aku baca di suatu forum, kalau mereka ngadain acara, pasti ada yang nanyain tentang goodie bag dan lain sebagainya. Iya sih kadang-kadang kita pasti perhitungan juga ya, terutama kalau lokasinya jauh. Tapi gak artinya setiap ada acara, kita langsung nanya “gw bakalan dapet apa”. Kalau memang kita tertarik sama acaranya dan temanya, ya dateng aja. Gak usah mengharapkan apa-apa. Knowledge is far more valuable and expensive than materials. Jadi gak usah terlalu berorientasi ke materi ya. Apalagi mengharapkan goodiebag yang eksklusif tapi trus ternyata kecewa dan malah ngedumel. Big NO NO.

  • Give Back to The World/Community

Sebagai blogger yang diundang oleh suatu brand atau komunitas atau siapapun, tentunya dengan kehadiran kita, diharapkan kita akan bisa membagi apa yang kita dapat ke komunitas kita. Kalau buat aku pribadi, itu juga bisa dijadikan sebagai ungkapan terima kasih kita atas undangan tersebut. Caranya? Bisa dengan menuliskan sebuah blogpost, ataupun membuat live tweet dari event tersebut. Buat aku, baik itu blogpost ataupun live tweet fungsinya adalah untuk “dokumentasi” aku. Live tweet yang aku lakukan biasanya jadi bahan ketika aku menyusun blogpost. Kadang-kadang di suatu event, aku lakukan live tweet dan dibuatkan blogpost atau bisa juga hanya salah satu aja. Intinya sih kita sebisa mungkin tetap harus berbagi. Berbagi melalui channel apa aja. Dan harus diinget juga, berbagi ini gak harus melulu karena dibayar ya. Secara sukarela juga boleh kok. Because sharing is caring. πŸ™‚

 

Hmmm.. Apalagi ya.. Kurang lebih itu aja sih yang bisa aku simpulkan saat ini. Mungkin ada lagi yang mau kasih saran? Boleh loh. Kasih saran atau kasih tablet yang paling mutakhir untuk memperlancar kegiatan saya live tweet juga boleh. *loh kok ujung-ujungnya malak* πŸ˜€

DISCLAIMER : untuk siapapun yang baca post ini, jangan jadi baper ya. Karena ini adalah reminder buat aku dan tidak untuk menunjuk ke siapa-siapa. Sama-sama belajar dan sama-sama mengingatkan aja ya.

One step at a time. And once again.. Sharing is caring. So let’s share. πŸ™‚

 

 

39 thoughts on “Etika Ketika Menghadiri Suatu Acara

  1. Gong banget!!! Ini…akhirnyaaaaa………..
    Suka ga habis pikir sama yang udah diundang, dibayar pula tapi berisik banget ga dengerin narsum malah ngobrol sendiri atau “bawaannya” ganggu event….
    Biasanya gw nahan kesel sambil gigit bibir…selesai event bibir berdarah (drpd YBS digigit gw sih ya) hahahhahahahha

    #KomenPertama2016

    1. Bwahahahahah… Dari hati yang paling dalam yaaaa.. Yah gitu deh.. Kalo gw mah ujung2nya pusing krn stress. Gak asik banget deh jadinya. *sigh*

      Harusnya lo gigit aja gimana.. Biar rame. Hahahahah. πŸ˜€

  2. Sebagai emak yang gak punya asisten,gue terjebak dilema ajak anak ke event atau engga. Biasanya gue nanya dulu ke panitia boleh bawa atau engga. Kalau diijinkan,gue bakalan nyiapin alat pengalih perhatian macam tablet atau alat gambar beserta kertasnya. Lalu biasanya gue juga bawain makanan kecil secara anak gue demen memamahbiak semua.

    Selama ini sih belum ada yang complain kalau anak gue bikin rusuh,lagian kalau udah rame biasanya gue bawa ke luar ruangan dan kasi pengertian. Etapi gak tau juga deh kalau komplain di belakang,mudah-mudahan engga yaaa

    1. Samapun.. Gw juga gitu kok. Eh tapi liat sikon juga sih. Kalo sebentar sih mungkin masih diajak ya, tapi kalo lama, lebih baik enggak. Kasian anak2. Mereka pasti capek banget. Apalagi kalo gak ada tempat untuk mereka main. Kalo ajak anak, K1 masih mungkin ya karena dia agak anteng dan pendiem plus udah bisa di kasih pengertian. Kalo K2 masih blom bisa. Soalnya dia cepet banget bosennya dan kalo udah bosen, rewel luar biasa. Jadi mendingan anak2 sama bapaknya aja di rumah. Emaknya keluyuran.

      Btw, anak lo mah anteng bener asal ada yang dikunyah. Gw godain juga dia hanya menatap nanar aja. πŸ˜€

  3. Pada poin sopan dan ramah. Saya ini sama mba. Bener2 sama, saking gagapnya, kalau pas ditanya dadakan suka ngeblank dan bicaranya gelagapan. Dan emang realnya saya setengah gagap, lidahnya gak bisa diajak kompromi hehe. Jadi emang lebih sering tebar senyum aja hehe

    Tapi emang saya bukannya ga mau kenal. Kadang pas tahu saya seneng banget klo ada sesama blogger yg dateng..cuma ya itu dia. Kendala kekurangan aja sih hehe. Aslinya mah sama sekali ga gigit

    1. Hihihihi.. Iya, aku juga lebih sering senyum doang. Suka gak pede kalo ngajak orang ngomong duluan dan kalo ada yang aku tau, paling mesem-mesem dan senyum-senyum aja. Kalaupun ada kalimat yang keluar, paling cuma “hallo” aja.

      Iya ih.. Samaan.. Aku juga gak gigit kok. πŸ˜€

  4. Aku juga ga nyaman mba kalo datang bawa suami atau anak. Ya itu takut ga konsen dan malah ganggu orang lain.

    Poin-poinnya penting banget buat diingat. Thanks remindernya ya Mba ?

    1. Hehehe.. *toss Mak* Eh iya. satu lagi.. Kalo ajak anak sama suami.. Malah jadi diburu-buru. Harus teng-go. Padahal kan.. Mau ngobrol-ngobrol cantik dulu. Karena diburu-buru jadi gak bisa deh.

      Sama-sama mak. πŸ™‚

  5. Wiiihh, anak2 ei juga huruf awal namanya K semua …
    Ei juga pasrah kalo dibilang jutek sama orang yg baru pertama kali ketemu. Udahlah mukanya mendukung, sekedar diem aja dibilangnya cemberut. Plus agak2 susah basa basi pula. Ya udah pasrah aja xixixi

    1. Kalau udah cetakannya begitu, emang cuma bisa pasrah ya. Yang kayak gitu kakak aku tuh. Cetakannya emang jutek. Jadi diem gak ngapa2in aja keliatannya jutek bener. Sebaliknya. Kalo aku malah mukanya mellow bener. Bawaanya keliatan sedih mlulu walaupun sering juga keliatan jutek. *lalu bingung ini sebetulnya muka sedih apa muka jutek* :D.

      *toss sesama ibu yang punya anak berawalan K* πŸ˜€

  6. Menyimak dan dijadiin reminder juga. Belum pernah ajak anak atau suami ke event blogger si. More or less, samaan si alesannya, tkt malah bikin rusuh dan ngga konsen sendiri, hahaha. Suami jg takut ngerecokin, klo anak udah pasti ga akan diem. :)) Anyway, blognya cakeeep, kontennya baguuuss. Salam kenal yaa.. πŸ˜€

  7. Hahahahaahha Mamirrrr.. Aku mendengar lho yg ganggu2 itu :p klo gw juga bakalan ga konsen dan kynya bakalan bolak balik ke toilet, drpd mangkel :p

    Btw setuju sm poin2nya πŸ™‚

    1. Hahahah.. Kalo acaranya bagus, suka sayang tapi ya kalo harus ditinggal bolak-balik ke toilet. Bisi ketinggalan info. Jadinya walaupun hati gundah gulana dan kepala mau pecah, sebisa mungkin di tabah-tabahin aja.

  8. Ah Miraaa… gw jg lg pengen nulis ttg ini nih.. krn dr seribu dua ratus enam puluh tujuh kali gw diundang #tsahhhh kynya msh ada aja oknum yg kurang etikanya… jd bikin gemes kan pgn nyekolahin mreka. Haha.. iya tepat waktu. Itu jg peer u akuh

  9. Catatan buat saya, tepat waktu. Iyesss, ini nunjukkin profesionalisme. Ttg berisik bawa anak, setuju juga. Sbg emak, pasti lah pernah dilema kalau terpaksa bawa anak. Ya, dr awal dikondisikan dulu spy si anak mau kooperatif. Dan kitanya jgn lah heboh. Pas anaknya rame, ikut rame teriakin si anak utk diem. Jadi nambah rusuh. Kalo ada pendamping, misal suami/asisten, dimintai lah tolong jagain dan jgn deket2 kita dulu spy gak ganggu acara. Intinya sebisa mgkn mengatur spy gak ganggu.

  10. Noted semua sarannya nih. Pada akhirnya aku cuma bisa menghadiri event blogger yg diadain di hari senin s.d jumat jam 09.00 s.d 14.00 saja krn pertimbangan anak ini. Untuk sementara ini yg bisa
    ..disyukuri aja.

    1. Sama-sama. Iya. Kalo aku, kebetulan kebalikannya. Bisanya cuma weekend krn gantian sama suami jagainnya. Tp kalo suami gak bisa, ya gak maksain. Kalo hari kerja agak susah krn k1 masih tk dan k2 belum sekolah. πŸ™‚

    1. Hehehehe.. Sama-sama makNeng. Iya. Aku juga pernah gitu. Makanya jarang bawa lagi. Baru diajak kalau acaranya emang ada aktivitas untuk anak-anak. Kalau enggak mah sendirian aja. πŸ™‚

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.