TUM Luncheon: Stop Breakfast Battles

Hari Minggu, 06 Desember 2015 yang lalu saya diundang untuk menghadiri acara TUM Luncheon di Pipiltin Cocoa Senopati. Untuk tema yang di bahas kali ini adalah Stop Breakfast Battles dengan nara sumber teh Ninit Yunita co-founder The Urban Mama dan Ahli Gizi dari Nestlé Breakfast Cereal, Ece Durukan.

kakira_1231

Acara di buka dengan sambutan sekaligus sharing dari Teh Ninit mengenai sarapan di keluarganya. Ternyata, karena sudah terbiasa dari sejak kecil, maka Teh Ninit sebisa mungkin tidak pernah melewatkan waktu sarapan. Dan kebiasaan ini juga di turunkan ke kedua anaknya.

Kenapa sih kita perlu sarapan setiap pagi? Karena sarapan berfungsi untuk mengembalikan kadar gula darah dalam tubuh yang sudah turun karena kita tidur malam. Selain itu, juga berfungsi untuk memberikan nutrisi penting dan juga energi untuk beraktivitas seharian.

kakira_1234

Biasanya kalau teh Ninit melewatkan sarapan, maka tubuh akan terasa cepat lemas dan kurang tenaga. Oleh karena itulah makanya teh Ninit selalu mebiasakan untuk sarapan setiap hari. Selain itu, waktu sarapan juga bisa di gunakan untuk mengajarkan anak mengenai life skill, seperti menyiapkan sarapan sendiri.

Nah, salah satu menu sarapan di rumah teh Ninit adalah cereal Koko Krunch. Karena mudah, cepat, enak dan tentunya mengandung nutrisi yang di butuhkan oleh Alde dan Arza. 🙂

Setelah sharing dari Teh Ninit, acara di lanjutkan dengan sharing dari Ece Durukan. Ece adalah Regional Nutrition And External Affairs Manager dari Nestlé.

kakira_1232
Ece Durukan, Regional Nutrition And External Affairs Manager Nestlé.

Dari hasil penelitian, ternyata didapatkan fakta bahwa anak yang rutin sarapan akan memiliki performa lebih baik di sekolah, mendapatkan nilai yang lebih tinggi, memiliki absensi yang lebih baik dan tingkat keterlambatan yang lebih rendah. Bahkan, baru-baru ini ada riset terbaru yang menyatakan bahwa anak yang terbiasa memakan sarapan bergizi akan memiliki performa 4,5 kali lebih baik daripada anak yang tidak sarapan.

Sebetulnya kelihatannya sepele ya. Sarapan atau tidak. Tapi dari hal sepele itu, ternyata memiliki dampak yang besar untuk anak-anak kita. Siapa sih yang tidak mau anaknya memiliki performa yang bagus di sekolah. Aku sih mau. Banget. 🙂

Tapi, namanya ibu-ibu ya. Paham dong sama kegiatan di pagi hari yang super duper heboh. Pagi itu semacam pertempuran. Biar bisa cepet selesai dan cepet berangkat supaya bisa sampai di sekolah atau beraktivitas tepat waktu. Pokoknya heboh deh.

Nah karena alasan di atas itulah makanya banyak orang tua yang melewatkan waktu sarapan. Sebetulnya gak cuma untuk anak-anak sih, kita sendiri juga kadang-kadang suka males kan kalau pagi-pagi harus makan soalnya udah keburu heboh duluan. Udah harus siapin sarapan, siapin bekel, dandan biar hits, plus siapin anak-anaknya pula. Makanya sarapannya suka di skip aja deh biar cepet.

Untuk menyiasati hal ini, kita bisa memberikan anak kita sarapan semangkuk whole grain breakfast cereal. Dengan sarapan whole grain breakfast cereal, anak bisa mendapatkan nutrisi, serat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak. Selain itu, rasanya juga enak dan bisa membantu anak untuk minum susu lebih banyak (karena cereal di sajikan dengan susu).

Dari hasil survei, di ketahui bahwa orang yang memakan whole grain breakfast cereal, memiliki tingkat melewatkan waktu sarapan yang lebih rendah daripada yang tidak memakan whole grain breakfast cereal. Iya juga sih. Wong gampang tinggal tuang cereal, tuang susu terus makan. Cepat dan ringkes.

Selain itu, orang yang memakan whole grain breakfast cereal juga mendapatkan asupan nutrisi, vitamin dan mineral yang lebih baik. Makanya nih, selain harus mulai di biasakan untuk rajin sarapan akan lebih baik kalau kita juga membiasakan untuk sarapan dengan whole grain breakfast cereal.

Ada satu fakta yang menurut aku cukup menarik. Seperti yang kita ketahui, whole grain breakfast cereal Koko Krunch memiliki rasa cokelat dan terasa manis. Tapi, ternyata walaupun rasanya manis, kandungan gulanya itu rendah. Bahkan lebih rendah daripada pisang. Sumpah baru tau saya. Dan karena kandungan gula lebih rendah, maka orang yang sarapan dengan whole grain breakfast cereal, akan mengkonsumsi kadar gula yang lebih rendah pula.

Sarapan dengan whole grain breakfast cereal sudah memenuhi 25% dari kebutuhan nutrisi, serat, vitamin dan mineral, harian kita. Supaya lebih lengkap dan seimbang, kita bisa menambahkan makanan lain seperti buah dan telur pada waktu sarapan kita.

Dalam memilih whole grain breakfast cereal, pastikan breakfast cereal yang kita konsumsi terbuat dari gandum utuh. Kenapa? Karena gandum utuh memiliki kandungan karbohidrat, serat, protein, vitamin dan mineral yang lebih lengkap. Gandum yang sudah melewati proses penggilingan akan kehilangan banyak kandungan pentingnya. Sayang banget ya.

Selain itu, dari hasil penelitian di dapatkan bahwa dengan mengonsumsi gandum utuh, orang akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan juga obesitas. Duh. Mau banget ini sih. Supaya bisa lebih sehat.

Then, why not stop breakfast battles with breakfast cereals.

Setelah sharing dari Ece, acara di lanjutkan dengan pengenalan produk Nestlé oleh mba Fifi.

kakira_1233

Produk breakfast cereal terbagi dua. Yaitu Liquid Form (menggunakan gelas) dan Solid Form (Menggunakan sendok dan mangkuk). Produk dari Nestlé saat ini masuk di kategori Solid Form yaitu Ready To Eat Cereal dan memiliki tiga kategori yaitu untuk anak-anak, seluruh keluarga dan orang dewasa.

Dan inilah produknya:

kakira_1251
Produk Nestlé yang sudah beredar di pasaran saat ini sudah menggunakan Gandum Utuh sebagai bahan utamanya. Selain itu, semua perlengkapan dan bahan yang di gunakan oleh Nestlé sudah melewati tahap quality control yang ketat. Semua kemasan yang digunakan juga sudah memiliki sertifikat food grade. Jadi kita bisa tenang deh kalau mengonsumsi produk dari Nestlé. Karena sudah aman.

kakira_1250
picture from The Urban Mama

Acara TUM Luncheon hari itu di tutup dengan foto bersama dan juga makan siang. Terima kasih ya The Urban Mama untuk undangannya.

Selamat makaaann. 🙂

My Lunch
My Lunch

 

 

 

2 thoughts on “TUM Luncheon: Stop Breakfast Battles

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.