International Chefs Day 2015: Healthy Kids, Healthy Future

M: Naaakk.. Jangan deket-deket kompor

M: Jangan pegang pisau, bahaya.

M: Jangan jajan ini, itu ya. Gak bagus.

Sering denger atau terucap gak sih kalimat di atas. Kalo aku sih yaaa.. Dulu lumayan sering. *lupakan saja hasil ikut seminar parentingmu Mir*. Sekarang.. Mulai berkurang sedikit deh. Walaupun masih yaaa.. Tetep ada juga. Tapi ya namanya anak-anak, kalo di teriakin gitu aja kayaknya gak terlalu berpengaruh ya. Masih aja tetep penasaran.

Ternyata ya, menurut Chef M. Sabir Mappakaya, anak-anak itu akan lebih mudah memahami kalau mereka di berikan pengalaman dan pengertian. Bukan cuma sekedar omongan ataupun gambar. Hmmm.. Iya juga sih ya. Dengan memahami bahwa anak-anak akan lebih bisa mengerti jika di berikan pengalaman, maka dalam rangka memperingati International Chef’s Day 2015 yang jatuh pada tanggal 20 Oktober ini, Nestlé bekerja sama dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACPI) mengadakan acara “Healthy Kids, Healthy Future” yang di adakan di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Bintaro.

Dalam acara ini, Nestlé dan ACPI mengadakan acara di mana anak-anak bisa belajar menjadi “agen gaya hidup sehat” dengan belajar mengenai gizi yang baik di kelas gizi serta cara pengolahan makanan yang baik di kelas memasak.

DSC_0087

Melalui acara tersebut, Nestlé Indonesia dan ACPI berharap dapat membantu menginspirasi anak-anak Indonesia untuk turut berperan dalam menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga pola makan bagi masa depan yang lebih sehat. Salah satunya, dengan mengangkat profesi chef yang turut serta berperan mempromosikan kebiasaan makan sehat melalui berbagai menu yang dikreasikan.

“Terinspirasi oleh peran positif chef dalam pemilihan dan pengolahan makanan bergizi untuk konsumsi keluarga, Nestlé memiliki ide untuk mengajak anak-anak menjadi chef sehari.” ujar  Nur Shilla Christianto, Head of Corporate Communication Nestlé Indonesia.

Para peserta yang hadir adalah perwakilan dari beberapa sekolah yang tergabung dalam program Nestlé Healthy Kids. Nestlé Healthy Kids adalah salah satu program Nestlé Creating Shared Value berskala global dari Nestlé yang sudah di luncurkan di Indonesia sejak tahun 2010. Bertujuan untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang lebih sehat serta turut membantu mengatasi epidemi beban ganda malnutrisi. Dari riset kesehatan dasar pada tahun  2013, di temukan fakta bahwa Indonesia memiliki beban ganda malnutrisi yang di sebabkan salah satunya oleh kurangnya pemahaman tentang gizi baik. Dan kegiatan Healthy Kids Healthy Future ini merupakan salah satu program yang di lakukan oleh Nestlé untuk memberikan edukasi serta pemahaman mengenai gizi kepada para peserta.

Setelah mengikuti kegiatan ini, di harapkan peserta bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang nantinya akan di bawa pulang dan dapat di bagikan ke keluarga dan juga kepada masyarakat sekitarnya. Dengan membagikan pengetahuan itu, mereka telah menjadi “agen gaya hidup sehat”.

Dalam acara Healthy Kids, Healthy Future, para “agen gaya hidup sehat” cilik ini di berikan edukasi tentang makanan yang bergizi baik, bagaimana cara memilih dan juga mengolahnya. Di awali dengan kelas gizi yang materinya di berikan oleh ahli gizi, Sari Sunda Bulan.

Kelas Gizi oleh Sari Sunda Bulan
Kelas Gizi oleh Sari Sunda Bulan

Materi yang di berikan meliputi pengetahuan mengenai status gizi, piramida makanan, piring sajiku dan keamanan pangan. Ini bertujuan supaya anak-anak mengetahui makanan apa yang baik dan tidak baik untuk kesehatan mereka.

Setelah kelas gizi, peserta mengikuti Inspiring class yang dilanjutkan dengan kelas memasak yang di pandu oleh Chef Timotius Agus Rahmat (Temmy). Di Inspiring Class, Chef Temmy menjelaskan mengenai profesi Chef, serta kegiatan yang di lakukan oleh seorang Chef. Dan di kelas memasak, para peserta di ajarkan cara mengolah makanan sehat. Kegiatannya meliputi memilih bahan makanan, menimbang, memegang pisau dengan benar, memotong, mengoperasikan kompor, hingga mengolah bahan makanan hingga menjadi suatu hidangan yang kemudian bisa di nikmati bersama-sama. Dengan praktek langsung, mereka di harapkan bisa lebih memahami prosesnya dan mengetahui cara mengolahnya dengan lebih baik.

111212121

Menurut Chef Sabir, mengajarkan anak-anak untuk makan sehat, tidak bisa secara langsung. Namun kita harus bisa memasukkan unsur makanan sehat kedalam makanan kesukaannya. Nantinya lama kelamaan seleranya akan bergeser ke makanan yang lebih sehat. Oleh karena itu, setelah belajar dan praktek langsung ini, di harapkan anak-anak akan lebih memahami mengenai makanan sehat dan juga cara mengolahnya.

DSC_0091
Chef M. Sabir Mappakaya dan Nur Shilla Christianto

Nestlé percaya bahwa masa depan yang sehat berasal dari anak-anak yang sehat. Dengan memberikan pemahaman dan edukasi sejak dini akan membantu anak-anak tersebut untuk bisa lebih memahami tentang gizi, pola makan sehat, aktivitas fisik rutin serta kesadaran akan lingkungan dan kebersihan diri dari sejak dini sehingga nantinya mereka akan tumbuh menjadi generasi muda Indonesia yang lebih sehat.

 

Twitter : @SahabatNestle

Facebook: Sahabat Nestle

www.sahabatnestle.co.id

 

 

 

4 thoughts on “International Chefs Day 2015: Healthy Kids, Healthy Future

  1. Suka sama kelas gizinya, anak-anak jadi paham sama gizi yng mereka asup, Mak. Kalo jamanku dulu mah jajan seenak dewe, gak mikir bergizi atau enggak wkwkkw

    1. Iya.. Jaman dulu mah segala di beli. Yang penting jajan. Tapi, jaman dulu jajanan juga gak seajaib sekarang. Kalo sekarang makin banyak yang aneh-aneh. Makanya mending bekel aja biar aman. 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.