Belajar Tentang Keuangan: Bijak Mengelola Keuangan Untuk Profesi Blogger

Beberapa hari yang lalu saya ikut acara Blogger Gathering dan Halal Bihalal yang di adakan oleh Sun Life Financial. Selain gathering dan halal bihalal, Sun Life juga mengadakan talkshow “Bijak Mengelola Keuangan untuk Profesi Blogger” yang di bawakan oleh Safir Senduk, seorang perencana keuangan yang namanya udah di kenal dimana-mana. Bahkan bukunya juga sudah beberapa kali di cetak ulang dan menjadi best seller.Berhubung bagian keuangan alias finansial pribadi masih banyak yang harus di rapihin, jadi penasaran banget sama acara ini. Acaranya sendiri di awali dengan makan siang bersama. Sayangnya karena saya datang terlambat, jadi gak ikutan makan-makannya, tapi Alhamdulillah datang pas baru mau di mulai sesi pertama.

Setelah makan siang, acara di lanjutkan dengan perkenalan mengenai Sun Life Financial oleh Ibu Elin Waty selaku Direktur dan Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia. Ibu Elin menjelaskan latar belakang di adakan acara ini adalah karena PT. Sun Life Financial Indonesia mempunyai komitmen untuk lebih memperkenalkan financial literaty kepada masyarakat. Selama ini PT Sun Life Financial sudah beberapa kali mengadakan seminar-seminar untuk mahasiswa, penggiat UKM dan masyarakat umum. Kini Sun Life Financial mengadakannya untuk para Blogger karena diharapkan para blogger ini akan dapat menyebarluaskan lagi mengenai Financial Literacy melalui tulisan di blognya.

Sekilas Mengenai Sun Life Financial

Sun Life Financial adalah sebuah organisasi jasa keuangan internasional asal Kanada yang menyediakan aneka produk asuransi dan wealth management untuk nasabah individu serta korporat dan sudah berdiri sejak 150 tahun yang lalu atau tepatnya sejak tahun 1865. Saat ini Sun Life Financial sudah beroperasi di pasar utama dunia, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina, Jepang, Indonesia, China dan Bermuda. Selain itu, saham Sun Life Financial juga di perdagangkan di beberapa bursa saham seperti Toronto, New York dan Filipina.

dsc_0043
Elin Waty, Direktur dan Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia

Sun Life Financial termasuk dari 100 most sustainable company in the whole wide world karena ketika terjadi krisis dunia pada tahun 2008. PT. Sun Life Financial merupakan salah satu perusahaan global yang tidak terkena dampaknya sama sekali.

Di Indonesia sendiri, PT. Sun Life Financial sebenarnya sudah ada sejak tahun 1907, namun kemudian keluar dari Indonesia karena adanya perang dunia kedua pada tahun 1942. Dan pada tahun 1995, PT. Sun Life Financial kembali resmi beroperasi lagi di Indonesia.

Visi PT. Sun Life Financial Indonesia adalah menjadi salah satu dari 10 perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia. Dan misinya adalah membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial. Nilai-nilai yang di pegang teguh dan di tanamkan oleh perusahaan yaitu : integritas, keikutsertaan, fokus pada nasabah, unggul, bernilai dan berinovasi.

Bijak Mengelola Keuangan untuk Profesi Blogger

11041138_10153517338768103_7593963619933787401_nSeminar dengan Safir Senduk di buka dengan pertanyaan “Menurut anda, di antara tiga profesi ini, Karyawan, Profesional dan Pengusaha, manakah yang paling kaya?” Para peserta langsung heboh. Ada yang bilang Profesional, ada yang bilang Pengusaha, macem-macem jawabannya dan gak ada satu jawaban bulat. Nah.. Ternyata jawabannya adalaaahhh.. Di antara ketiga profesi ini, yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya. Yuk marii.. Hahahahahah… Udah mikir ini itu, ternyata jawabannya itu. Tapi bener juga sih. Nah kenapa sih yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya, alasannya adalah karena kekayaan itu tidak di ukur dari besarnya penghasilan, tingginya jabatan maupun banyaknya barang konsumtif yang dimiliki. Semakin banyak investasinya, semakin kaya seseorang.

Safir Senduk
Safir Senduk

Bagaimana cara kita kelola keuangan itu gak jauh dari karakter kita sendiri. Karakter sangat di tentukan oleh apa yang ada dalam kepala kita, yaitu otak kanan dan otak kiri, dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri, berhubungan dengan logika. Orang yang dominan dalam menggunakan otak kiri umumnya akan mendalami suatu bidang secara mendalam dan menjadi seorang spesialis dalam bidang tersebut. Dan sebagai spesialis, biasanya akan menerima gaji yang besar. Otak kanan berhubungan dengan Insting, Orang yang dominan dalam menggunakan otak kanan lebih generalis karena pada umumnya mereka belajar berbagai macam bidang dan walaupun tidak sampai mendalami suatu bidang, namun karena mereka memiliki ketertarikan untuk mempelajari berbagai bidang, mereka jadi memiliki cukup banyak bidang pengetahuan dan kemampuan. Oleh karena itu mereka memiliki potensi sumber penghasilan yang lebih banyak yang berasal dari berbagai bidang yang mereka ketahui tersebut.

Otak kiri vs Otak kanan
Otak kiri vs Otak kanan

Nah kalau di tanya lebih baik yang mana, tentunya keduanya sama baiknya dan sama pentingnya. Yang penting adalah kita harus tahu kapan untuk menggunakan otak kanan dan kapan untuk menggunakan otak kiri. Ketika anda akan membuka bisnis, jangan terlalu banyak menggunakan otak kiri karena kalau kebanyakan, yang ada malah gak jadi buka bisnisnya karena kebanyakan perhitungannya. Nah sebaliknya sebagai seorang arsitek, yang akan membangun jembatan, rumah dan lain-lain, jangan kebanyakan menggunakan otak kanan anda. Karena membangun jembatan atau rumah gak bisa dengan insting saja. Harus ada perhitungan yang jelas dan tepat.

Jadi.. Blogger itu masuk di kategori yang mana? Peserta sepakat, Blogger itu masuk ke kategori yang dominan menggunakan otak kanan dan oleh karenanya lebih generalis dan jadinya memiliki potensi sumber penghasilan yang lebih banyak. Aamiin.

Sebagai seorang blogger, kita tidak menerima penghasilan secara rutin tiap bulan, oleh karena itu kita harus bisa mengelola cashflow yang kita miliki. Dalam mengelola cashflow ada tiga macam, yaitu:

  • Cashflow Orang Miskin, dimana penghasilan dan pengeluaran sama besarnya atau penghasilan anda habis semua untuk pengeluaran anda. Jadi misalnya masuk 5 juta, dan keluar 5 juta.
  • Cashflow Orang Menengah, dimana penghasilan anda di sisihkan sedikit untuk membeli barang konsumtif dan sisanya untuk pengeluaran anda. Jadi masuk 5 juta, di keluarkan 1.5 juta untuk membeli barang konsumtif (tas, baju, make-up, sepatu, dan lain-lain) lalu sisanya 3, juta dihabiskan untuk menutupi pengeluaran anda seperti bayar uang sekolah, pulsa, hutang, dan lain-lain.
  • Cashflow Orang Kaya, dimana penghasilan anda di sisihkan untuk investasi dahulu, kemudian untuk membeli barang konsumtif dan sisanya untuk pengeluaran anda. Jadi masuk 5 juta, di sisihkan 1 juta untuk investasi (reksadana, emas, unitlink, deposito, dan lain-lain), kemudian 1,5 juta untuk membeli barang konsumtif dan sisanya 2,5 juta untuk menutupi pengeluaran anda.

Perlu di ingat, ada 4 barang yang nilainya akan turun, yaitu Elektronik, Kendaraan, Pakaian atau Aksessoris dan terakhir adalah Furniture. Jadi dalam membeli barang, kita harus pertimbangkan juga nilainya di masa depan. Untuk barang yang nilainya akan turun, sebaiknya kita membelinya dengan cara cash, jangan kredit.

Dalam mengelola keuangan ada 3 caranya, yaitu:

1. Miliki Investasi Sebanyak Mungkin.

Jika kita berbicara mengenai investasi, saat ini ada banyak cara investasi yang dapat anda pilih. Yang mana yang anda pilih kembali lagi ke kebutuhan dan tujuan anda dalam berinvestasi. Pilihan investasi bersifat personal karena tiap individu memiliki kebutuhan, tujuan dan preferensi yang berbeda. Tidak ada investasi yang lebih baik dari yang lain, yang ada adalah investasi yang memiliki kelebihan lebih banyak daripada investasi yang lain. Beberapa investasi yang di sarankan adalah:

  • Saham di Pasar Modal

Saham adalah Surat Tanda Kepemilikan pada suatu perusahaan. Dengan memiliki saham di suatu perusahaan, anda seperti memiliki bisnis namun tanpa repot membangun dan terlibat dalam bisnisnya. Dan berbicara tentang saham, akan ada dua keuntungan yang bisa anda dapatkan yaitu Deviden dan Capital Gain. Deviden perusahaan adalah pembagian laba yang di dapat oleh perusahaan dan kemudian di bagi ke para pemegang saham, sedangkan capital gain adalah nilai yang anda dapatkan ketika anda menjual saham anda dengan harga lebih tinggi dari harga beli anda. Ketika berinvestasi dengan membeli saham, jangan terlalu berharap dari capital gain, sebaiknya berharap dari deviden perusahaan Jika anda mengharapkan deviden dari saham anda, artinya anda sudah membeli saham dari perusahaan yang baik dan karenanya dalam jangka panjang anda bisa lebih tenang dan lebih fokus dalam menjalankan kegiatan sehari-hari anda tanpa harus terus memantau nilai saham.

  • Investasi dengan Manajer Investasi

Investasi dengan Manajer Investasi ini artinya uang anda di kelola oleh pihak ketiga, seorang manajer investasi profesional. Dengan berinvestasi dengan Manajer Investasi ini, anda seperti memiliki seorang pakar investasi pribadi. Biasanya investasi dengan Manajer Investasi ini produknya berupa ReksaDana atau Unit Link. Produk Reksa Dana di keluarkan oleh Perusahaan Aset Management. Produk Unit Link di keluarkan oleh Perusahaan Asuransi dimana di dalamnya ada Manajer Investasi. Namun kini baik Reksa Dana maupun Unit Link bisa anda dapatkan di Bank. Bagaimana cara memilih investasi lewat Manajer Investasi? Perhatikan reputasi perusahaan manajer investasi. Ini bisa di lihat dari usia perusahaan, bagaimana perusahaan itu melewati gelombang naik turunnya perekonomian, siapa saja di baliknya, pilihan investasinya (yang baik jika perusahaan tersebut membeli saham di infrastruktur, perusahaan ritel), dan prestasi di masa lalu (apakah pernah mengalami pasang surut yang drastis, dan lain sebagainya).

  • Properti atau Real Estate

Ada 2 kelebihan investasi properti, yaitu bisa dijual kembali atau bisa disewakan. Kekurangannya yaitu tidak mudah untuk dijual. Nilai properti sendiri di tentukan oleh beberapa hal, yaitu lokasi, keadaan pasar, kondisi properti, lingkungan sekitar properti dan usia dari properti.

Jika kita tidak punya pengalaman dalam jual beli properti, jangan pernah membeli properti untuk investasi hanya karena pertimbangan harganya akan naik di masa datang. Harganya memang akan naik di masa datang, tetapi belum tentu akan mudah untuk dijual kembali.

Jadi saran pak Safir, jika ingin membeli properti, sebaiknya untuk disewakan saja. Kalaupun nanti akan terjual, maka anggap saja itu sebagai bonus. Untuk menyewakan sendiri ada beberapa tipsnya, antara lain frekuensi sewa pendek (sewakan perbulan, perminggu ataupun harian) dan sewakan kepada banyak tenant (misalnya buat menjadi kos-kosan).

****

Nah.. Setelah tahu beberapa pilihan investasi, dalam berinvestasi kita juga harus hati-hati ya. Jangan sampai kena tipu. Ciri-ciri investasi bodong alias investasi tipu-tipu antara lain:

  • Penawaran bunga yang sangat tinggi
  • Menjanjikan hasil cash bulanan
  • Dijamin tidak akan rugi
  • Ada bonus jika dapat member baru (bukan berarti MLM tipu-tipu ya, tapi biasanya yang tipu-tipu itu memiliki ciri-ciri seperti ini)
  • Presentasi dengan skema yang tidak masuk akal atau tidak jelas.

2. Siapkan Dana Untuk Masa Depan.

Pak Safir mengingatkan, “Jangan pernah merasa terlalu muda untuk menyiapakan dana untuk masa depan anda, karena segala sesuatu akan lebih baik bila dipersiapkan sedini mungkin.” Betul banget itu. Kalau di tunda-tunda, kebutuhan semakin banyak, harga naik sedangkan dana segitu-segitu aja yang ada malah bikin pening. *pengalaman pribadi*

Nah untuk menyiapkan dana ini, ada beberapa pos yang harus di siapkan, yaitu:

  • Dana Untuk Persiapan Menikah bagi yang masih single. Di Indonesia, masalah pernikahan ini memang sedikit rumit, karena yang menikah bukan cuma pasangan, tapi juga keluarga besar. Otomatis, biaya yang di keluarkan juga tidak sedikit. Nah biasanya orang tua sudah menyisihkan dana untuk menikahkan anak, tapi jika tidak ada, akan merupakan kebanggaan tersendiri kan jika anda dan pasangan anda bisa membiayai sendiri atau turut memberikan sumbangan untuk biaya pernikahan anda.
  • Rumah dan Isinya. Dalam membeli rumah, pak Safir menyarankan jika mau, anda bisa membelinya dengan cara kredit. Kenapa? Karena nilai rumah akan naik, jadi nilai rumah yang anda beli termasuk bunga kredit nilainya itu masih lebih kecil dari nilai rumah anda di masa mendatang. Oleh karena itu, bisa di beli dengan kredit.
  • Dana untuk Pendidikan Anak. Seperti yang kita ketahui sekarang, biaya sekolah semakin tinggi. Dan semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin tinggi pula biayanya. *pingsan*. Oleh karena itu, kudu mesti nyiapin dana pendidikan untuk anak supaya anak bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan orang tua gak semaput bayarnya karena gak punya persiapan.
  • Dana untuk Hari Tua / Pensiun. Kita harus ingat juga untuk menyiapkan dana (dan investasi) untuk hari tua kita. Karena setelah kita bekerja keras di usia produktif, tentunya kita mau bisa bersantai di usia tua kita tanpa harus pusing dengan masalah keuangan ini dan itu. Oleh karena itu, persiapkanlah sedini mungkin supaya ketika kita berhenti bekerja nanti, dana masih cukup dan investasi kitalah yang nantinya akan “menghidupi” kita.

3.  Atur Pengeluaran Anda.

Materi ini di buka pak Safir dengan kalimat “Hidup itu indah. Yang bikin ribet itu adalah tagihan-tagihannya.” Hahahahaha. Bener juga yaa. >_<

Kemudian pak Safir menambahkan, “Dalam hukum Newton, tekanan berbanding lurus dengan gaya. Artinya jika hidup anda penuh tekanan, mungkin karena hidup anda kebanyakan gaya.” Bhahahahahaha.. *nyungsep*

Nah karena mengeluarkan uang itu lebih mudah daripada mendapatkannya, jadi kita harus bisa mengatur pengeluaran kita. Dan kiat ala Safir Senduk adalah:

  • Ketahui di mana letak keborosan kita, lalu kurangi pelan-pelan. Kalau di tanya perempuan dan laki-laki lebih boros siapa, jawabannya sama saja. Karena biasanya, perempuan memang boros membeli barang ini-itu, namun walaupun sering, nilainya cenderung kecil. Sedangkan laki-laki, walaupun jarang, namun sekalinya membeli, nilainya besar. Jadi kalau di jumlahkan, nilainya sama saja. Hmmm.. *catet* *colek suami*. Oleh karena itu, kita harus bisa membuat list dimana keborosan kita lalu mulai deh “diet” supaya bisa berkurang jumlahnya.
  • Kendalikan “Ingin”. Pengeluaran manusia itu ada tiga, yaitu pengeluaran karena kewajiban, pengluaran karena kebutuhan dan pengeluaran karena keinginan. Nah pengeluaran kewajiban adalah pengeluaran yang jika tidak kita keluarkan maka akan terkena konsekuensi finansial berupa denda. Misalnya: tagihan, hutang kredit. Pengeluaran karena kebutuhan adalah pengeluaran yang jika tidak kita keluarkan kita tidak terkena konsekuensi finansial namun ada fungsi yang berhenti. Misalnya: jika kita punya handphone, kita butuh membeli pulsa. Jika tidak beli, tidak ada sanksi finansial, tapi kita tidak bisa menggunakan handphone untuk telepon, dan lain sebagainya. Pengeluaran karena keinginan adalah segala yang anda beli di luar wajib dan butuh.  Wajib dan butuh ada batasnya, sedangkan ingin tidak ada batasnya. Siapa yang bisa mengendalikan keinginannya maka akan dapat mengendalikan pengeluarannya.
  • Lakukan prioritas pada keuangan. Cicilan utang (30% dari penghasilan atau bisa 40% jika kita mencicil rumah), tabungan dan investasi (minimal 10% dari penghasilan), premi asuransi (10% dari penghasilan) dan biaya hidup (50% dari penghasilan).
  • Miliki asuransi. Hal ini cukup penting karena asuransi bisa membuat kita membayar pengeluaran-pengeluaran dadakan yang sifatnya tidak terduga namun harganya cukup mahal, seperti biaya rumah sakit. Kita tidak mau sakit, tapi ketika sakit dan harus masuk rumah sakit, tentunya kita mau tak mau harus membayar biaya rumah sakit yang cukup besar. Nah dengan memiliki asuransi maka kita tidak di pusingkan lagi dengan biayanya. Asuransi itu ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun, tapi akan menjamin kalau kita tidak akan basah jika turun hujan.
  • Hati-hati dengan SALE. Pak Safir menjabarkan bahwasanya setiap bulan itu sebenarnya selalu ada sale namun namanya berubah-ubah. Jadi, baik itu Midnight Sale, New Year Sale, Lebaran Sale, End of Season Sale dan apapun itu namanya, jangan sampai tergoda. Karena belum tentu yang di Sale itu benar-benar Sale. Begitupun jika kita menemukan tag “Sale 40% + 30%”. Itu bukan berarti salenya jadi 70% loh. Tapi jika di hitung lebih seksama diskon sebetulnya adalah 58%. Jadi kita sebagai konsumen harus lebih seksama dalam melihat penawarannya, jangan sampai kalap.

Kalau mendengar hal yang dijabarkan pak Safir, memang banyak benernya ya *yaiyalah*. Dan beberapa materi ini memang sudah pernah aku denger di berbagai tempat dan sumber, tapi ya itu. Sebanyak apapun yang kita ketahui tentang perencanaan keuangan, kalau kita tidak ambil sikap dan menjalankannya ya sama aja toh. Intinya harus mau memulai dan harus disiplin dan konsisten dalam menjalankannya.

Jangan pernah merasa terlalu muda untuk menyiapakan dana untuk masa depan anda, karena segala sesuatu akan lebih baik bila dipersiapkan sedini mungkin. – Safir Senduk

Untuk keterangan lebih lengkap mengenai PT Sun Life Indonesia, bisa langsung buka websitenya di www.sunlife.co.id atau di Facebook Sun Life Financial Indonesia dan di twitter @SunLife_ID. Dan yang  mau tau lebih lanjut mengenai tips-tips keuangan dari Safir Senduk, bisa lihat di Facebook Safir Senduk atau di Twitter @SafirSenduk.

Jadi… Tunggu apalagi.. Yuk kelola keuangan dengan bijak. 🙂

0 thoughts on “Belajar Tentang Keuangan: Bijak Mengelola Keuangan Untuk Profesi Blogger

    1. Haahahahah.. Sama kok. Saya juga masih blom bisa disiplin banget. Masih banyak yang harus di betulin. Salam kenal juga. Thank you for visiting. 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.