Happy Mommy, Healthy Baby

Sebagai orang tua, rasanya tidak akan pernah ada kata terlambat atau berhenti untuk belajar. Terutama mengenai Parenting. Walaupun saya sekarang sedang memulai proses menyapih K2, namun masih tetap ingin belajar mengenai menyusui. Dan kali ini, saya di undang oleh Mommies Daily untuk menghadiri acara Parenting Class “Happy Mommy, Healthy Baby” yang di adakan oleh Transpulmin dan Kamillosan.

dsc_0190

Transpulmin dan Kamillosan adalah brand yang sudah cukup aku kenal, karena semasa K1 dan K2 bayi dulu, aku pernah menggunakan kedua produk tersebut baik untuk K1 dan K2 maupun untuk aku pribadi. Makanya excited banget pas di undang ke Parenting Class-nya.

dsc_0214

Acara di buka dengan sambutan dari mba Verra Oktavianti selaku Product Manager Transpulmin Balsem – Kamillosan. Kemudian acara langsung di sambung dengan sharing dari mba Anna Surti Ariani Sp.SI, M.Si, Psi seorang Psikolog Anak dan Keluarga yang biasa di kenal dengan panggilan mba Nina. Kali ini mba Nina akan sharing mengenai “Percaya Diri, Pondasi Orang Tua Bahagia.”

dsc_0231

Tahukah anda, kalau Ibu dapat mengalami depresi? Jika seorang ibu mengalami depresi, anak cenderung alami gangguan psikologis. Salah satu tanda depresi ada perubahan pola makan dan pola tidur. Jika tanda depresi di alami lebih dari 2 minggu oleh ibu hamil maka ada kemungkinan anak akan mengalami gangguan psikologis. Maka, kenali gejala stress pada ibu, dan usahakan untuk mengatasinya, karena bisa berpengaruh pada kesehatan anak. Mengapa demikian,? Karena jika mengalami depresi, ibu cenderung tidak mengawasi anaknya dan ini dapat membuat anak mengalami gangguan psikologis sehingga mereka akan tumbuh menjadi remaja yang juga terganggu psikisnya. Duh makanya harus bisa di kontrol ya stress levelnya. Ternyata panjang banget rentetan sebab akibatnya.

Tapi harus di ingat juga ya, walaupun orang tua mengalami gangguan psikologis, masih bisa kok menjadi orang tua yang baik asalkan mau berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Hindari berpikiran buruk tentang diri sendiri dan mengingat masa lalu yang buruk untuk membuat ibu selalu bahagia. Mengapa bahagia itu penting? Karena jika kita mengalami gangguan psikologis maka kita cenderung tidak bahagia. Padahal, jika kita bahagia, maka kita akan dapat memberikan yang terbaik. Apapun itu. Baik itu dalam hal mengasuh anak maupun hal lain.

Di sela-sela sharingnya, Mba Nina mengadakan kuis. Jadi para peserta yang hadir di minta untuk menuliskan hal positif yang perlu di miliki oleh orang tua menurut kita. Karena dengan menuliskan kalimat positif sebagai orang tua berarti kita sudah mempunyai konsep untuk menjalani peran sebagai orang tua. Karena sebagai orang tua, kita harus tahu dulu ingin jadi orang tua seperti apa? Baru kita berusaha mencapainya dan lebih bahagia.

Dan ini yang saya tulis
Dan ini yang saya tulis

Setelah diisi, kartunya di kumpulkan kembali. Lalu mba Nina melanjutkan sharingnya lagi. Jadi, sebetulnya gimana sih supaya kita bisa bahagia? Menurut penelitian, ada 4 kuncinya.

dsc_0258

Yang pertama adalah Sehat. Tubuh yang sehat adalah modal awal untuk menjadi bahagia. Karena seperti kata pepatah “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.” Jika kita sakit, tentunya kita akan merasa lelah, letih, cemas dan lain sebagainya. Dan jika dalam keadaan seperti ini,  kita tidak merasa bahagia. Oleh karena itu, sehat adalah modal awal untuk menjadi bahagia.

Yang kedua adalah Tercukupi. Tercukupi ini maksudnya segala kebutuhan utama kita sudah terpenuhi. Misalnya ada tempat untuk tinggal, pakaian untuk di pakai, makanan untuk di makan, bisa menyekolahkan anak, dan lain sebagainya. Perlu di ingat juga, tercukupi ini maksudnya kebutuhan yang tercukupi ya, bukan segala keinginan kita. Dan tercukupi ini juga tidak berarti bermewah-mewah, namun pas sesuai keadaannya.

Yang ketiga adalah Bersyukur. Apalah artinya semua yang kita miliki jika kita tidak bisa bersyukur. Kita akan senantiasa merasa kekurangan dan hal ini tentunya memicu perasaan tidak tercukupi dan tidak bahagia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa bisa bersyukur atas apa yang kita dapatkan.

Last but not least, adalah Percaya Diri. Jika kita sehat, tercukupi dan bersyukur namun tidak memiliki rasa percaya diri, maka apa yang kita lakukan akan tidak maksimal. Kita harus memiliki kepercayaan diri dalam melakukan segala hal. Misalnya, jika kita tidak percaya diri dalam proses menyusui anak, maka ketika kita mendapatkan hambatan, kita akan cenderung cepat menyerah dan meragukan diri kita. Padahal jika kita merasa percaya diri, kita akan dapat menjalani segala hambatan dan melaluinya dengan baik. Ibu yang tidak percaya diri cenderung membuat anaknya gamang. Tidak tahu mau berpegang ke siapa. Lalu anak akan menjadi panik dan cenderung cengeng. Selain itu, percaya diri juga di perlukan dalam mengajarkan disiplin ke anak. Disiplin harus dijalankan dengan percaya diri dan pola pengasuhan yang di terapkan jangan permisif.

Mba Nina lalu meminta para peserta untuk mengambil kartu yang sudah di isi sebelumnya secara acak dan juga mengambil kertas yang sudah mba Nina letakkan di bawah kursi masing-masing peserta. Ia percaya, bahwa tidak ada yang kebetulan. Tapi semua sudah di gariskan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kartu yang di ambil oleh para peserta adalah teguran/pengingat nilai positif yang sebetulnya sudah ada di dalam diri para peserta dan isi kertas yang di bawah kursi adalah teguran/pengingat karakter yang sudah ada atau masih perlu di gali lagi di diri para peserta. *lalu saya merinding*

Ini kartu yang saya dapat
Ini kartu yang saya dapat
Ini isi kertas yang saya ambil di bawah kursi
Ini isi kertas yang saya ambil di bawah kursi

Tulisan-tulisan ini di harapkan bisa mengingatkan kita dan menjadikan kita jadi orang tua yang lebih baik. Sebagai penutup, mba Nina berpesan supaya kita belajar untuk mengenali, mengakui dan perhatikan sisi positif dalam diri, agar kita bisa meraih kepercayaan diri dan merasa bahagia.

Setelah mba Nina, sesi selanjutnya adalah mengenai “Menyusui dan Asi Adalah Anugrah Bagi Ibu dan Bayi.” yang di sampaikan oleh Dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC selaku Ketua SATGAS ASI IDAI.

dsc_0278

Dari hasil penelitian, tingkat pemberian ASI  di Indonesia masih rendah karena kurangnya pengetahuan manfaat ASI. Selain itu, gencarnya promosi susu formula juga pada akhirnya membuat ibu lebih  memilih susu formula dan kemudian gagal memberikan ASI. Selain itu, cuti setelah melahirkan yang hanya 3 bulan juga turut menjadi salah satu faktor penyebab bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan.

ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat, seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim.

Kenapa harus ASI? Karena ASI di ciptakan sangat spesies spesifik yang artinya di ciptakan khusus untuk bayi manusia dimana komposisinya berubah setiap saat sesuai kebutuhan bayi dan mengandung faktor kekebalan tubuh yang sangat di butuhkan oleh bayi. Selain itu, ASI bahkan dapat mengurangi angka kematian pada balita, dimana saat ini angka kematian balita sangat tinggi.

Manfaat ASI bagi bayi antara lain sebagai nutrisi; meningkatkan kecerdasan; meningkatkan jalinan kasih sayang; meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi ibu, antara lain meningkatkan kualitas hidup ibu; ASI mengandung anti bakteri dan anti viral serta anti tumor; melindungi dari kanker payudara, kanker rahim dan indung telur; semakin lama menyusui, dapat mengurangi resiko hipertensi, hiperlipidemia, diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit Alzheimer; mengurangi biaya hidup yang tidak perlu.

dsc_0348

Calon ibu disarankan rajin mengikuti talkshow atau seminar-seminar tentang ASI agar timbul rasa percaya diri untuk menyusui. Karena jika baru di tumbuhkan ketika telah melahirkan, kecenderungan untuk gagal cukup besar karena ibu sudah mengalami kelelahan setelah melahirkan, dan penyesuaian dengan bayi baru, dan pada saat itu akan menjadi rentan dan meragukan kemampuannya untuk menyusui bayinya.

Pemberian ASI Eksklusif akan berhasil bila segera setelah lahir di lakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) selama minimal 1 jam; bayi di rawat bersama ibunya selama 24 jam dalam satu ruangan (rawat gabung); tidak memberikan minuman/makanan lain selain ASI; pemberian ASI tanpa jadwal; tidak menggunakan dot atau empeng.

Untuk ibu hamil, masih dapat menyusui anaknya jika kehamilannya normal dan ketika proses menyusui, tidak mengalami kontraksi. Jika mengalami kontraksi, sebaiknya proses menyusui sang kakak di hentikan karena dapat memicu keguguran.

dsc_0380

Setelah sesi mengenai ASI, acara di lanjutkan dengan tanya jawab, games dan menuliskan harapan untuk bayi yang kemudian di tempelkan di wish board.

My wish
My wish

Acara Parenting Class kali ini pun akhirnya di tutup dengan makan siang bersama. Overall acaranya seru sekali dan menambah wawasan. Terima kasih ya Mommies Daily sudah mengundang saya ke acara Happy Mommy, Healthy Baby bersama Transpulmin Balsem dan Kamillosan ini. 🙂

Oh iya, kalau mau tahu lebih lanjut mengenai Transpulmin Balsem dan Kamillosan bisa cek ke:

Facebook: Kehangatan Ibu

Twitter: @KehangatanIbu

 

0 thoughts on “Happy Mommy, Healthy Baby

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.