Dibalik Sebuah Cerita

Dulu gak pernah kepikiran bahwa suatu saat aku bakalan sering bercerita di blog. Boro-boro cerita di blog, dulu nulis diary aja gak pernah bisa rutin tuh. Tapi kalo buku bersama sih kadang-kadang malah bisa bikin cerber, tapi entah mengapa kalo sama diary gak pernah berhasil.

Seringnya ya karena mood juga sih. Kalo lagi mood menggebu-gebu bisa penuh tuh diarynya. Kalo enggak, beuh.. Gak bakalan kesentuh. Nah samapun sama blog. Kalo lagi menggebu-gebu, bisa rajin tuh posting tiap hari. Malah kalo gak di jadwal bisa langsung berentet beberapa postingan keluar. Cuma karena lagi rajin aja. Padahal mah, isinya gak tau juga. Hahahahah..

Nah makin kesini, seiring dengan “jam terbang” aku nulis di blog, lama-lama yang di share gak melulu curahan hati seorang Mio. Tapi makin kesini, ada juga resep, tentang seminar yang aku hadiri dan belakangan ada juga tentang review produk atau jasa, event dan lain sebagainya. Jadwal publish juga walaupun belum sampai taraf 1 post setiap hari tapi di usahakan tiap bulan ada minimal 4 post yang keluar. Jadi gak sampai terbengkalai, berdebu dan tak terurus blognya.

Walaupun blog aku ini masih termasuk taraf standar alias blom banyak yang kenal dan follow plus masih termasuk “newbie” di dunia para blogger sejagat Indonesia, aku mau sedikit share proses yang aku jalani dalam membuat sebuah cerita di blog.

Proses yang pasti di jalani ada 2, yaitu edit foto atau gambar dan penyusunan cerita.

Tapi dalam penyusunan cerita, karena ada beberapa tipe cerita di blog aku, jadi proses penyusunannya aku pisah jadi 4 kategori ya.

Cerita Keluarga & Curhat Colongan

Untuk cerita keluarga, biasanya aku memilah-milah topik yang memang aku mau share. Kebanyakan ya tentang perkembangan mereka. Sampai sekarang aku berusaha terus menjaga supaya sekolah mereka plus nama lengkap anak dan suami tetap menjadi ranah pribadi. Bukan untuk di post di blog. Nah biasanya ketika aku bercerita tentang anak-anak dan keluarga tentunya semua berdasarkan pengalaman pribadi dan kejadian aktual ya. Dan kalo gitu, prosesnya lebih cepet karena “mengalir” begitu aja.

Cerita Workshop/Seminar
socmed
Kadang-kadang kalo aku lagi rajin, aku juga nulis tentang workshop atau seminar yang aku datengin. Seringnya sih berkaitan dengan parenting ya. Nah selain buat sharing , itu juga buat contekan dan pengingat untuk aku. Supaya ilmunya gak numpang lewat aja. Nah kalo bikin cerita tentang seminar atau workshop biasanya aku pakai referensi dari seminar/workshop kit yang di dapet. Selain itu juga catetan yang aku buat pas ikut seminar. Kalau pas seminar aku bikin live tweet, jadinya ya aku bakalan buka twitter aku juga untuk “ngumpulin” materi dalam penyusunan ceritanya. Sedikit tips, kalau lagi ikutan seminar dan gak sempet bikin notes, bisa juga bikin live tweet buat catetan kita. Buat aku, ini bantu banget dalam proses penyusunan sebuah cerita di blog.

Cerita/Review tentang Produk/Jasa/Event

Blogger Kit & Press Release
Blogger Kit, Press Release, Brosur

Akhir-akhir ini, aku beruntung untuk di undang ke beberapa acara atau event suatu produk. Nah sebagai blogger, pastinya di harapkan akan membuat sebuah cerita mengenai event atau produk tersebut. Biasanya dalam prosesnya kita akan dapat blogger kit yang berisi info mengenai produk, brosur dan juga siaran pers. Blogger kit itulah yang jadi referensi dalam penulisan cerita. Tapi selain itu, biasanya aku juga buat notes tentang sharing para pembicara di event, cari informasi di web dan browsing juga di web perusahaan pembuat produknya. Tujuannya supaya aku lebih familiar dengan produk itu dan ada personal touchnya dalam penyusunan cerita. Selain itu, aku juga cari referensi baik dari live tweet aku sendiri maupun live tweet orang lain. Karena kadang-kadang, infonya bisa saling melengkapi. Kalau memang dapet sample produk, akan di coba dulu. Apakah itu pemakaian pribadi di aku sendiri atau di anak-anak. Jadi ceritanya akan berdasarkan pada pengalaman langsung.

Untuk review pribadi misalnya mengenai hotel yang kita tinggali waktu liburan, dll, akan melalui proses yang kurang lebih sama. Cuma kalo ini, lebih ke aku yang ngumpulin informasinya sendiri seperti brosur, buka websitenya dan juga buat catatan kecil selama aku disana. Hal ini berlaku juga untuk review pribadi mengenai brand pakaian, restoran, makeup, dan lain sebagainya ya. Nah dari informasi yang aku kumpulin baru deh di “ramu” untuk jadi sebuah cerita.

Resep
Di blog ini aku juga pernah bercerita tentang resep makanan. Nah kalo ini prosesnya pasti melewati proses uji coba langsung ya. Jadi selalu “tried and tested”. Kalaupun aku mengambil referensi resep dari sumber lain, aku tetap akan uji dulu baru kalo emang beneran aku suka ya aku posting di blog. Kalo gak suka, ya aku coba lagi beberapa kali sampai puas baru aku posting. Kalo gak sesuai selera ya gak bakalan masuk blog. Gitu aja sih. ๐Ÿ™‚

Pernah beberapa kali aku share resep yang saking seringnya aku bikin sampe udah gak pake takaran lagi kalo masak. Udah pake “feeling” aja pas masak. Tapi gak mungkin dong aku post resep dan tulis takarannya “sesuai feeling anda”. Bisa diamuk massa itu mah. Hahahahha. Nah kalo kayak gitu, aku bakalan ukur dulu bahan-bahan yang biasa aku pakai. Jika pada proses pemasakan ada penambahan “sesuai feeling”, sebelum aku tambahin, aku ukur dulu baru di campurin. Jadi pada akhirnya aku bisa dapet ukurannya yang pas. Nah kalau sudah demikian, aku akan lakukan lagi proses masaknya dengan takaran yang udah aku buat untuk memastikan apakah sama hasil akhirnya dengan yang biasa di buat atau tidak. Kalo sudah sesuai, baru deh di share ceritanya.

Jadi kurang lebih ini adalah proses-proses yang aku lakuin dan jalani sebelum membuat sebuah cerita. Nah kalau di tanya mengenai ide dari sebuah cerita, sama seperti banyak orang. Ide bisa datang dari mana saja. Bisa dari social media, kehidupan secara umum, perasaan, blog walking, web browsing, lihat televisi, baca majalah sampai komen di social media juga bisa jadi sebuah cerita.

Untuk sistematis penulisan, kadang-kadang aku bikin sistem kerangka cerita dulu. Point-pointnya apa baru di jabarin. Kadang-kadang langsung aja. Itu kembali lagi ke mood juga sih. Tapi yang jelas, setelah aku tulis semuanya sampai selesai, aku bakalan baca dulu beberapa kali sampai ngerasa sreg dulu baru di publish. Kalo enggak ya bakalan bertengger di draft dulu sampai aku puas dan sreg dengan isinya.

Nah.. Ini cerita di balik penulisan sebuah blogpost aku. Kalo kamu gimana?

Blogpost ini di buat atas nama blog kakira.my.id yang sudah terdaftar di Indonesian Hijab Blogger namun lagi down blognya dan post ini di ikutsertakan dalamย IHB May Blog Post Challenge.

0 thoughts on “Dibalik Sebuah Cerita

    1. Hehehehe.. Iya.. Masih berat kalo itu. Betull.. Walau gak tiap hari, yang penting masih ada update biar gak berdebu blognya. ๐Ÿ™‚

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.