TUM Luncheon: Tips Membangun Bisnis Untuk Mamapreneur

Tanggal 18 April 2015 kemarin aku ikutan lagi acara TUM Luncheon. Kali ini di adain di camp Citos Holycow Steakhouse by Chef Afit. Topiknya adalah tips untuk mamapreneur dari Lucy Wiryono. Sebetulnya sayah bukan mamapreneur, tapi tetep ikutan karena pengen nambah-nambah ilmu. πŸ™‚

Teh Ninit membuka acara TUM Luncheon
Teh Ninit membuka acara TUM Luncheon

Setelah acara di buka oleh MC cantik mama Siska dan sambutan dari Teh Ninit, mba Lucy Wiryono langsung memulai sharingnya mengenai tips membangun bisnis.

Sebelum memulai usaha Holycow ini, Lucy Wiryono sudah lebih dulu di kenal sebagai seorang presenter dan penyiar. Suaminya, Aafit adalah seorang karyawan di salah satu stasiun televisi. Holycow Steak ini berawal dari keinginan Aafit untuk menyajikan wagyu yang terjangkau untuk masyarakat, karena selama ini wagyu yang ada di pasaran harganya sangat tinggi dan setelah di lakukan survey oleh Aafit dan Lucy, ternyata cost production untuk wagyu tidaklah setinggi itu, jadi Aafit dan Lucy berpikir bahwa mereka bisa menyajikan wagyu yang terjangkau jika menghitung ulang cost production dan juga marginnya.

Cemilan
Cemilan

Untuk memulai usaha, tentu saja ada beberapa persiapan yang harus di lakukan oleh Lucy dan Aafit. Mereka melakukan market research terlebih dahulu. Setelah market research, mereka juga menyiapkan modal. Modal disini bukan hanya uang ya, tetapi termasuk juga kreativitas, originalitas, dan kemampuan kita untuk membuka usaha. Setelah mempersiapkan modal, Lucy dan Aafit juga harus merencanakan keuangan keluarga. Ini salah satu items persiapan yang penting karena usaha ini adalah usaha bersama, dan tentunya keberhasilannya belum bisa di jamin. Oleh karena itu, Lucy dan Aafit “mengamankan” dahulu keuangan keluarganya supaya tidak terpengaruh dengan pasang surutnya usaha mereka. Terlebih lagi, mereka sudah memiliki anak yang harus di pikirkan juga kesejahteraan dan pendidikannya. Dalam hal keuangan ini, kita harus bisa jujur dengan pasangan, karena jika tidak jujur, maka biasanya akan mendapat kesulitan nantinya karena ketidakjujurannya itu. Oleh karena itu jujurlah apa adanya dengan pasangan kita.

Setelah perencanaan keuangan keluarga aman, mereka memikirkan juga strategi pemasaran. Di era digital ini, social media sudah menjadi salah satu alat pemasaran yang cukup efektif, namun kita harus ingat, alat pemasaran bukan hanya social media ya. Karena, masih ada alat pemasaran lain yang hingga kini masih terbukti sangat ampuh, yaitu word of mouth. Word of mouth lebih murah dan terbukti cukup powerful, apalagi kalau itu word of mouthnya ibu-ibu yaaa.. Cusss cepet banget merepet kesana kemari.. Hahahahah.. πŸ™‚

Implementasi adalah items yang sangat penting juga dalam membangun usaha. Karena jika kita sudah punya ide, modal, strategi dan perencanaan yang matang tapi gak di jalanin ya sama aja bohong dong. Implementasi ini sebaiknya di lakukan secepat mungkin setelah semua persiapan selesai. Kenapa secepat mungkin, karena satu ide yang orisinil akan cepat sekali mendapat duplikatnya. Dan di luar sana, banyak yang siap “mencaplok” dan kemudian mengakui lalu menjalankan ide orisinil yang mereka curi dengar dari orang lain. Makanya kalo udah punya ide orisinil, jangan kebanyakan cerita ke orang dulu. Jalanin dulu, dan biarkan ide kita itu yang akan bercerita ke orang lain dengan sendirinya. πŸ™‚

Dan satu items yang tak kalah penting untuk di siapkan adalah back-up plan. Back-up plan ini harus kita miliki terutama jika ternyata usaha kita tidak berjalan lancar. Dalam hal ini, Lucy dan Aafit mempersiapkan sebuah “safety net” atau pengaman. Mereka membuat timeline untuk usahanya. Jika dalam 1 tahun ternyata tidak berhasil, maka mereka akan berhenti dan meninjau ulang. Modal awal yang mereka siapkan untuk usaha ini adalah 70 juta rupiah. Dan sebagian besar dari modal itu di persiapkan untuk gaji dan pesangon karyawan mereka dahulu selama 1 tahun, baru sisanya untuk membeli kursi, meja dan perlengkapan lain. Hal ini di lakukan karena ketika mereka membuka usaha dan mempekerjakan orang lain, tentu saja mereka harus memkirkan juga gaji dan kesejahteraan karyawannya. Dan gaji karyawan tidak bisa mengikuti pasang surutnya usaha. Harus tetap setiap bulan. Oleh karena itu, harus di amankan terlebih dahulu.

Top of Mind in Wagyu Steak
Top of Mind in Wagyu Steak

Ketika membuka usaha, jangan mengikuti apa yang sedang populer. Harus orisinil. Karena yang populer biasanya musiman dan akan cepat berlalu, sedangkan yang orisinil akan bertahan lebih lama. Salah satu strategi pemasaran yang berhasil adalah ketika produk kita sudah menjadi produk “Top of mind”. Top of mind maksudnya adalah orang akan langsung mengidentifikasikan produk kita jika menginginkan produk yang sama. Contohnya: jika di tanya kopi, kita biasanya akan langsung terpikir starbucks. Itu artinya starbucks ada di top of mind.

Dalam merencanakan strategi pemasaran, kita harus bisa memberi promo yang “spot on” alias harus bisa menarik perhatian, namun di satu sisi ada personal touch juga yang akan membedakan usaha kita dengan usaha sejenis.

Sebagai seorang enterpreneur, harus diingat bahwa gaji pengusaha bukanlah omzet. Jadi jangan tergiur untuk membelanjakan keuntungan kita untuk pribadi. Harus diingat bahwa omzet ada pasang surutnya. Dan ketika omzet sedang bagus, itu adalah saat yang paling bagus untuk menabung sebanyak-banyaknya. Ini untuk menjaga kelangsungan usaha kita kedepan dan juga untuk menyokong usaha ketika omzet sedang turun.

Sebagai seorang enterpreneur, khususnya mamapreneur, time management amatlah penting. Karena walaupun kita memiliki waktu yang fleksibel, kita harus tetap bisa mengelola waktu kita dengan baik. Tetapkan target yang harus di capai dan disiplin dalam menjalaninya supaya tidak keteteran. Karena menurut Lucy, “When the business is your bread and butter, there’s no such thing as ‘ongkang-ongkang’.”

Dalam menjalankan usaha kita, tentunya kita akan menemui beberapa masalah. Salah satunya complaint. Dalam menangani complaint, kita jangan langsung berkecil hati apalagi menyerang balik. Terima komplain dengan baik, minta maaf terlebih dahulu lalu cari solusinya. Terkadang akan ada yang mencari-cari kesalahan, tetap layani saja dengan sepenuh hati. Kita harus tetap berpegang teguh dengan komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

dsc_2443

Sebagai enterperneur, kita juga harus menjaga hubungan baik dengan rekan bisnis, misalnya supplier. Jangan menunda pembayaran. Jika tagihan datang, segera lunasi. Jangan di tunda, apalagi sampai gak dibayar. Jika kita menginginkan produk yang terbaik dari supplier, kita juga harus memberikan pelayanan yang terbaik ke supplier kita. Salah satu hasil dari hubungan kerjasama yang baik ini di Holycow adalah produk yang di dapatkan oleh Holycow adalah yang terbaik dan selalu segar karena di antarkan setiap hari. Dan karena di antarkan setiap hari ini, maka Holycow tidak memiliki gudang untuk penyimpanan stok makanan.

Ih.. Seru banget dengerin sharing dari Lucy Wiryono ini. Gak kerasa udah selesai waktunya dan acara di lanjutkan dengan sharing dari Mba Ellyza mengenai Reksa Dana dan aplikasi CashFlow dariΒ  Commonwealth, lalu sharing dari Nonik selaku salah satu pemilik Bambino Piccolo salah satu rental perlengkapan bayi (termasuk perlengkapan bayi K1 dan K2). Lalu acara di akhiri dengan makan siang bersama yang super yummy. πŸ™‚

Mba Ellyza dari Commonwealth Bank
Mba Ellyza dari Commonwealth Bank
Nonik dari Bambino Piccolo
Nonik dari Bambino Piccolo

dsc_2482

Setelah makan siang, bagi-bagi goodie bag dan acara selesai deh. Seru dan menyenangkan. πŸ™‚

The Goodie Bag
The Goodie Bag

img_20150418_193736

Terima kasih The Urban Mama. πŸ™‚

 

 

 

2 thoughts on “TUM Luncheon: Tips Membangun Bisnis Untuk Mamapreneur

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.