A Skincare Amateur Review: Bio-Oil

badge-winnerAwal bulan November kemarin saya di undang ke acara Road Show Bio-Oil di Kota Kasablanka. Sebetulnya udah denger tentang Bio-Oil ini agak lama. Tentu saja dari berbagai forum dan juga online shop yang bertebaran menjual PO Bio-Oil dari luar negeri. Nah karena harus PO, jadi belom tertarik untuk beli karena males banget kalau sampai beneran terpincut lalu harus PO terus. Jadi pas di undang ke acara Road Show-nya aku langsung mengiyakan karena penasaran dan pengen tahu lebih banyak mengenai Bio-Oil ini. Apalagi aku termasuk orang yang jenis kulitnya punya bakat keloid yang sangat tinggi. Jadi banyak “souvenir” deh. Selain itu, aku udah coba macem-macem produk tapi so far belum ada yang benar-benar memuaskan. Makanya makin penasaran sama Bio-Oil ini.

Bio-Oil di produksi di Afrika Selatan, di formulasikan oleh kimiawan Jerman, Dieter Beier pada tahun 1987. Seiring perkembangannya, Bio-Oil telah mendapatkan 191 penghargaan Internasional dan juga menduduki peringkat pertama di 17 negara sebagai produk spesialis khusus untuk perawatan scars dan stretch mark sejak peluncurannya di pasar Internasional di tahun 2002.

Bio-Oil mengandung bahan terobosan yaitu PurCellin Oil™ . Selain itu, juga mengandung Vitamin A, Vitamin E, dan Minyak Esensial alami yaitu Kalendula, Rosemary, Kamomil dan Lavender yang telah di gunakan selama berabad-abad untuk menghaluskan, mencerahkan dan menyelaraskan kulit.

001

Bio-Oil ini sudah melalui proses penilaian keamanan sesuai dengan Peraturan Parlemen Eropa dan Dewan Produk Kosmetik. Profil toksikologi, struktur kimia, tingkat inklusi dan tingkat total paparan harian dari masing-masing bahan yang terkandung dalam Bio-Oil di anggap aman untuk digunakan (termasuk untuk digunakan oleh wanita hamil). Walaupun demikian, penggunaan Bio-Oil pada wanita hamil di sarankan untuk digunakan di atas kehamilan 3 bulan atau setelah seluruh organ janin yang dikandung sudah terbentuk. Oh iya, Bio-Oil ini juga termasuk anggota Beauty Without Cruelty loh, jadi makin tenang deh ya kalau mau coba Bio-Oil ini. 🙂

Daaaannn.. Ternyata, sekarang Bio-Oil ini sudah masuk ke Indonesia loh. Bio-Oil sekarang sudah bisa di dapatkan dengan mudah di Guardian dengan harga IDR 120.000 untuk ukuran 60ml. Aih.. Jadi makin penasaran deh yaa. Nah untungnya, setelah acara Road Show kemarin, aku kebagian Bio-Oil untuk di pakai di rumah. Langsung deh dicoba ajah. 🙂

DSC03159

 

First Impression

Pertama kali lihat packingnya, simple banget kayak kotak obat. Tapi cukup jelas sih karena ada beberapa informasi di packingnya. Botolnya juga bukan botol beling, jadi aman kalo di pegang-pegang bocah trus jatoh, mamaknya gak stress. 🙂 Selain itu, karena botolnya bening, jadi otomatis gampang lihat volume di dalamnya.

DSC03909

 

Tutupnya juga karena tutup putar, jadi gak gampang di congkel sama bocah kayak tutup flip itu. Lubang di atas kepala botol juga gak gampang keluarnya. Jadi walaupun jatuh, gak langsung bubar isinya. Dan tentang jatuh ini udah sempet kejadian sih, botolnya jatuh di kasur dalam keadaan terbuka, ternyata yang tumpah cuma beberapa tetes. Aman jadinya. Menurut aku, karena gak gampang tumpah, jadi pas kita mau pakai, jadi bisa lebih gampang deh nakarnya karena gak gampang keluar banyak. Kan kalo sampe kebanyakan sayang banget.

Cara Pemakaian

Untuk pakai Bio-Oil ini mudah banget. Cukup di oleskan ke kulit lalu di pijat lembut menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar sampai minyak terserap. Lakukan ini 2 kali sehari selama minimal 3 bulan.

DSC03927

 

Oh iya, untuk pemakaian di bekas luka, harus menunggu sampai lukanya sembuh dulu ya. Jangan di pakai saat luka masih terbuka.

Tekstur Bio-Oil

Bio-Oil ini sering di sebut “Dry Oil” jadi walaupun teksturnya cair dan berminyak, Bio-Oil dapat dengan cepat menyerap ke kulit dan tidak membuat kulit jadi berminyak. Ini juga penting banget karena aku gak suka banget deh pake produk yang hasil akhirnya jadi berminyak gitu. Berasa pakai minyak goreng *yakalideh*

DSC03917

 

Bio-Oil memiliki aroma lembut yang tidak mencolok, jadi gak ganggu deh aromanya. Soalnya aku suka pusing kalau pakai produk yang aromanya menyengat.

The Verdict

Nah, berhubung masih baru, jadi sampai aku publish blogpost ini, aku baru pakai Bio-Oil selama kurang lebih 3 minggu. Tapi dari yang aku lihat, bekas luka aku, walaupun gak terlalu tampak banget, sekarang kondisinya sudah tidak kering seperti sebelumnya. Dari segi bentuk, sudah ada sedikiiit perbaikan. Ih jadi gak sabar nunggu 3 bulan deh.

before-after

 

Untuk penggunaan di stretchmark aku gak bisa komentar, berhubung aku gak terlalu bermasalah dan bikin itu jadi masalah. Makanya gak aku pakai di stretch mark aku. Aku lebih tertarik untuk pakai Bio-Oil di bekas keloid aku yang mana tersebar di mana-mana. *hiks*. Walaupun demikian, aku paham karena “usia” keloid itu dan juga usia aku sendiri, perbaikan itu berjalan pelan-pelan. Tapi sejauh ini, terlihat ada perbaikan dan aku cukup senang.

Kesimpulannya, Bio-Oil ini boleh banget dicoba. It helps me Discover My Happy Skin. So, If you want to Discover Your Happy Skin, you should try Bio-Oil. Makin gak sabar nunggu hasil setelah 3 bulannya. 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.