Tentang Kontrasepsi

Akhir September kemarin, aku ikutan acara Mommies’ Diary Day Out-nya U-Fm di Resto Palalada, Grand Indonesia. Acara Mommies’ Diary Day Out kali ini di selenggarakan sekaligus untuk memperingati hari Kontrasepsi yang jatuh pada tanggal 26 September, makanya temanya adalah “Sweet Contraceptive Talk for The Sweet.”

DSC02591

Sekitar jam 10.30, acara langsung dibuka oleh Moza Pramita sebagai host dan Tenik Hartono sebagai co-host nya. Nara sumber kali ini adalah dr. Kanadi Sumapradja SpOG. Di awal pembukaan acara, Moza bertanya ke peserta, “Kapan terakhir periksa/kontrol ke Obgyn?”. Jengjengjeng… *lalu hening* *lalu berpikir kayaknya udah lama banget ya*.

Sebetulnyaaaa.. Ketika seorang wanita sudah mulai aktif secara s3k5u4l, dia harus rutin check-up ke Obgyn. Dan juga rutin melakukan pap smear. Supaya, kesehatannya bisa terpantau. Kalo kata Moza, “Itu dipake gak sih buuuu, kalo dipake ya harus di check dong ah..” 😀 Jadiiii, harus rutin yaaa ke Obgyn.

Nah sebagai seorang wanita, kita juga memegang kendali penuh atas keputusan kita untuk masalah reproduksi. Apakah masih mau hamil, mau tunda atau mau udahan. Kenapa, karena itu adalah badan kita, kehidupan kita, masa depan kita. Jadi kita harus mengetahui pilihan kita dan memutuskan sendiri pilihan kita.

Dan bicara tentang reproduksi, gak jauh deh sama yang namanya kontrasepsi. Dan seperti yang di ketahui ada banyak jenis kontrasepsi yang beredar sekarang. Ada berbentuk kondom, pil KB, suntik KB, dan spiral atau IUD. Nah untuk aku sendiri, sampai sekarang masih labil nih mau pakai kontrasepsi yang mana. Pengennya sih IUD ya. Tapi masih blom ada nyali deh untuk pasangnya. *sigh*.

Nah kali ini yang dibahas lebih dalam adalah mengenai pil KB. Pil KB sendiri adalah pil kontrasepsi yang berisi hormon. Hormon dalam pil KB ini sebetulnya diproduksi oleh indung telur kita. Nah fungsi hormon dalam pil KB adalah untuk menggangu siklus tumbuhnya sel telur. Selain itu juga mencegah supaya terjadi lingkungan yang tidak kondusif bagi sel telur sehingga pembuahan tidak bisa terjadi.

Penggunaan pil KB sendiri lebih aman di mulai ketika kita haid. Supaya benar-benar yakin kalau kita tidak sedang dalam keadaan hamil. 7 butir pil KB yang pertama berfungsi untuk menutup pintu atau “To Shut The Door” supaya tidak terjadi kehamilan. Dan sisa 14 pil lainnya berfungsi untuk menjaga supaya pintunya tetap tertutup atau “To Keep The Door Shut”. Biar aman deh ya. Harus diingat, pil KB itu harus diminum rutin setiap hari dan dalam waktu yang kurang lebih sama supaya efektifitasnya dapat terjaga. Kalau sampai lupa, yaaaa… Harus hati-hati, tambah pengaman lain, supaya bisa tetap terjaga.

Jadi salah satu penanya yang beruntung
Jadi salah satu penanya yang beruntung

Di masyarakat kita saat ini, beredar beberapa mitos. Antara lain kalau minum pil KB, berat badan kita jadi naik dan kalau terlalu sering minum pil KB, kandungan jadi kering atau tidak subur lagi. Nah, kita bahas penjelasan dr. Kanadi mengenai ini satu-satu yaa..

Pil KB yang beredar saat ini, berisi hormon estrogen dan progesteron. Dan dari hasil penelitian, penggunaan hormon estrogen sering berakibat kandungan air yang di tahan di dalam tubuh meningkat. Hal inilah yang menyebabkan berat badan menjadi naik. Oleh karena itu, jika ingin mencegah naiknya berat badan, kita bisa memilih pil KB yang memiliki dosis estrogen lebih sedikit. Salah satu contohnya adalah pil KB yang dikeluarkan oleh Bayer yang memiliki dosis estrogen lebih sedikit.

Mengenai mitos kandungan kering atau tidak subur biasanya di keluhkan oleh pengguna pil KB yang haid-nya jadi lebih singkat dan darah yang di keluarkan lebih sedikit. Sebetulnya, menurut dr. Kanadi, ini harusnya kita anggap sebagai keuntungan. Kenapa? Karena dengan haid lebih singkat, pengeluaran darah (blood loss) kita jadi lebih sedikit, bisa mencegah anemia dan kekurangan zat besi. Dan hadi lebih singkat bukanlah indikasi dari kandungan kering atau tidak subur.

Setelah melalui penelitian, penggunaan pil KB dalam waktu panjang juga dapat mencegah terjadinya kanker indung telur. Karena dengan penggunaan pil KB, dapat mencegah terjadinya ovulasi yang jika terus menerus terjadi tanpa di lanjutkan dengan terjadinya pembuahan, maka akan dapat menyebabkan trauma mekanik pada bagian luar sel dinding telur. Dan hal inilah yang dapat menyebabkan perubahan sifat pada sel diluar dinding telur menjadi ganas. Oleh karena itu, ketika seorang wanita sudah mulai aktif secara s3k5u4l, maka sebaiknya dia juga mulai menggunakan alat kontrasepsi. Oh iya, sebagai catatan, penggunaan pil KB ini tidak di sarankan untuk penderita gangguan hati dan ginjal ya. Jadi sebaiknya konsultasi juga sama Obgyn-nya.

Setelah aku ikut acara ini, jadi ada pencerahan mengenai pil KB itu sendiri. Awalnya sempet ragu karena aku juga gak yakin sih bisa rutin minumnya. Secara, minum obat aja suka skip jamnya, apalagi ini yang harus tiap hari. Tapi at least, buat aku bisa jadi pilihan juga. Sebelum aku membulatkan tekad pasang IUD. Buat coba-coba dulu deh yaa..

Eh iya, ada juga nih keuntungan pemakaian pil KB yang bikin aku penasaran. Jadi, dari hasil penelitian juga, penggunaan pil KB, selain mencegah terjadinya kehamilan, mencegah kanker indung telur, bisa juga membantu mengurangi jerawat, bikin emosi lebih stabil dan PMS bisa berkurang juga. Hmmm.. Jadi semakin penasaran saya sama si pil KB ini. *langsung bikin appointment ketemu Obgyn* 😀

IMG_0224

 

2 thoughts on “Tentang Kontrasepsi

  1. Aku belum aktif, Mba. Kan masih single. Hehehe Kalau Pil KB ini kelemahannya kalau sampai lupa konsumsi bakal terjadilah ya. Kadang kan sering lupa para Ibu2. Termasuk Ibu aku. 😀

    Btw, Info penting tuh bagi Ibu2 yang berjerawat!

    1. Iya, makanya kalo sampai kelupaan harus double protection. Karena sudah tidak efektif lagi sampai mulai strip baru lagi. Makanya kemarin di kasih tipsnya biar inget terus, bikin alarm di hp dan emang jam minumnya ya jam yang nyaman sama kita. Biar gak kelupaan. 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.