Mommies Daily “Me Time” Book Launch

Hari Kamis kemarin saya ikutan #MDLunch yang acaranya adalah sharing session mengenai “Me Time” dan juga peluncuran buku Mommies Daily “Me Time”. Acara kali ini di adakan di Martha Tilaar Center yang berada di Gedung Graha Irama, Kuningan.

IMG_0072

MD Lunch kali ini adalah sharing session mengenai Me Time dari Lita dan juga psikolog mba Vera.

Setiap hari, seorang ibu menjalankan berbagai peranan (ego state) yang berbeda. Misalnya peranan di rumah, di sekolah anak, di kantor, dan lain sebagainya. Dan tanpa di sadari, sebetulnya hal ini cukup melelahkan. Oleh karena itu, perlu waktu untuk menjalankan peranan (ego state) menjadi diri sendiri supaya bisa tetap terkendali. Dan waktu untuk diri sendiri ini disebut “Me Time“. Jadi “me time” adalah waktu dimana kita menjalankan berbagai macam aktivitas sesuka hati kita dan selama kita mau. Hasil dari “me time” ini adalah kita akan lebih tenang, lebih bahagia dan lebih positif dalam menghadapi segala sesuatu.

Salah satu indikator kurangnya “me time” adalah kita cenderung mudah emosi alias senggol bacok. 😀 Meningkatnya tingkat ke-kepoan terhadap suami juga termasuk loh. Jadi gampang curigaan sama suami.

Oleh karena itu, kita perlu memiliki “me time” setiap hari supaya bisa melepaskan segala “emosi” yang terpendam. Kita juga bisa jadi lebih rileks dan lebih tenang. “Me Time” yang dimaksud juga tidak hanya liburan atau ke salon saja ya. Sekedar minum teh, membaca buku, olahraga, mandi tanpa gangguan atau bahkan sekedar keluar membeli gas juga bisa jadi “Me Time” kita loh. Asalkan benar-benar kita nikmati dan maknai waktu tersebut untuk diri kita sendiri. Waktunya juga terserah. Sebisa kita saja. Mau lama atau sebentar itu tergantung situasi.

Picture from Mommies Daily

Selain istri, suami juga butuh “me time” ya. Jadi, jangan mentang-mentang kita perlu “me time“, kita lantas melupakan bahwa suami juga seorang individu yang sama-sama membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri juga. Jadi kalo bisa ya gantian. Biar dua-duanya sama-sama “fresh

Biasanya nih, sebagai ibu, kita suka ada perasaan bersalah kalau kita pergi untuk “me time“. Sebenarnya, kita tidak perlu merasa bersalah. Tanamkan di pikiran kita bahwa kita melakukan ini untuk kebaikan kita dan anak-anak. Supaya kita tidak merasa bersalah. Kenapa demikian, karena sebetulnya, dengan kita memiliki “me time“, kita akan dapat menjaga emosi kita dengan baik. Dan untuk anak, jika ibunya bahagia, anak tentu juga akan lebih bahagia. Karena dia akan mendapatkan perhatian yang baik dari orang tuanya.

Sebagai ibu, biasanya kita memiliki batasan-batasan tersendiri ketika akan melakukan “me time“. Itu wajar. Dan justru merupakan pengingat yang baik untuk kita supaya tidak kebablasan. Karena walaupun diperlukan, “me time” itu sendiri juga tidak boleh jika sampai terlalu banyak. Indikator terlalu banyak “me time” adalah timbul rasa bersalah, anak jadi rewel dan juga berkurangnya kedekatan terhadap anak. Nah jangan sampai deh yaaa kita kebablasan.

Untuk ibu bekerja, disarankan memiliki “me time” dahulu sebelum pulang ke rumah. Bisa itu “me time” di mobil atau sejenak mampir di kafe untuk minum teh. Ini dilakukan supaya Ibu bisa mengatur ulang “peranan” dari sebagai seorang pegawai menjadi seorang ibu. Hal ini juga membantu terutama jika pekerjaan di kantor lagi padat-padatnya. Supaya “stress” di kantor tidak terbawa ke rumah.

IMG_0077

 

Di acara #MDLunch kemarin, Mommies Daily baru meluncurkan bukunya yang kedua, yaitu “Me Time“. Isinya menarik banget. Ada penjelasan mengenai “Me Time” dan sharing baik dari para ahli maupun dari para ibu.Ada sharing dari ibu bekerja, ibu rumah tangga, ibu bekerja di rumah, sampai ibu dengan satu anak hingga 4 anak. Lengkap. Jadi ibu (dan suami) bisa mendapat pemahaman lebih baik mengenai “Me Time” ini dan juga jadinya ibu tidak harus merasa bersalah jika melakukan “Me Time“. 🙂

Picture from Mommies Daily

Jadi ibu-ibu.. Kita “Me Time” dulu yuk.. 🙂

IMG_0112

 

2 thoughts on “Mommies Daily “Me Time” Book Launch

  1. mengambil waktu untuk ‘me time’ itu perlu sekali diantara rutinitas domestik yang gak ada selesainya juga diantara kerjaan yang deadlinenya sambung-menyambung.bikin kita kembali fresh seperti batre yang baru di charge. Suami dan anak-anaklah yang akan merasakan imbasan positif jika kita selesai ber ‘me time’. saya biasa ber’me time’ justru di jam kerja bukannya saat wiken yang justru penuh jadwal.

    1. Betul.. Memang biasanya ibu bekerja justru bisa ambil “me time” pas lagi jam kerja ya. Jadi pas wiken bisa quality time sama keluarga.

      Terima kasih sudah berkunjung ke kakira. Salam kenal. 🙂

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.