Female Daily Blogger Workshop : Blogging Conference

Hari Sabtu kemarin adalah hari yang cukup produktif. Seharian ikutan Female Daily Blogger Workshop di Art Otel Thamrin. Overall acaranya seru dan menarik. Aku beruntung bisa cepet tau acara ini, jadi bisa langsung daftar dan berhasil terdaftar untuk Conference dan dua kelas workshopnya. 🙂

Picture from Female Daily
Picture from Female Daily

Dari beberapa hari sebelumnya udah excited banget pengen hari sabtu dan ikutan acaranya. Dan bener aja. Pas hari H acaranya beneran menarik. Sayangnya karena ada sedikit insiden pas berangkat, jadinya aku telat sampai di venue. Pas aku sampai, Hani (Hanifa Ambadar / Hanzky) sudah selesai sharing dan Fifi Alvianto udah hampir selesai share tips-tips tentang bloggingnya. Padahal aku penasaran juga sama tips yang lainnya. Apalagi isi blog aku kan kebanyakan tentang keluarga, jadi ya penasaran sama sharingnya terutama Fifi yang isi blognya juga ada yang tentang keluarga. 🙂

Walaupun telat, masih dapet sedikit sih sharing dari Fifi, antara lain kita sebagai blogger harus konsisten untuk update blog. Jangan kelamaan di tinggal berdebu. Harus rajin. Syukur-syukur bisa one post a day. Selain itu, sebaiknya isi blog jangan terlalu ramai dan banyak di pasang macem-macem, selain bakalan jadi berat untuk di buka, calon pembaca kadang jadi malas lalu tutup tab. Selain itu, jika terlalu ramai, malah tidak akan fokus dan blog kita akan melenceng dari tujuannya, alias blogpost gak dibaca.

The Female Bloggers on stage
The Female Bloggers on stage

Sharing selanjutnya dari Marischka Pruedence, mengenai personal branding. Intinya adalah kita harus bisa menggunakan semua kekuatan channel social media yang ada untuk membangun “personal branding” kita, selain itu kita juga harus konsisten. Jadi jangan males-malesan deh ya untuk isi blog atau untuk update status di social media kita. Dan karena sekarang semakin banyak orang yang melakukan personal branding, maka kita harus bisa membedakan diri kita dari orang lain. What makes you different from others. Define your character. Selain itu, kita harus aktif. Harus bisa membangun koneksi dengan para pembaca atau followers kita. Karena walaupun terlihat sepele, tapi sebenernya itu berpengaruh cukup besar loh. Dan yang terakhir, kita harus bisa “Work Smart and Work Hard.” Semua itu tidak akan bisa di capai kalau kita tidak bekerja dengan baik dan dengan keras. 🙂

Setelah Marischka Pruedence, giliran Saphira Zoelfikar (Vira) dari Indohoy yang sharing. Menurut Vira, Blog adalah portfolio kita. Isinya tentang apa yang kita ketahui dan juga kita sukai. Jadi untuk plagiat atau copy paste isi blog  kita dari blog orang lain adalah hal yang terlarang. Big No No banget. Dan karena untuk blog bisa mendapatkan “perhatian” itu membutuhkan waktu, maka kita harus terus melakukannya, alias tetep rajin posting. Jadi balik lagi ke konsistensi ya. Harus selalu konsisten isi blog kita. Dan satu hal yang menurut aku ngena banget. Writing a blog is hard work. It needs consistency. You can blog for money, but without love, can it last? Bener banget itu. Do what you love, love what you do. Kalo emang nulis blog cuma untuk uangnya aja, belom tentu bertahan lama. Karena pasti akan ada titik jenuhnya. Sebaliknya kalau menulis blog adalah sesuatu yang kita sukai, biasanya akan bisa bertahan lama. Dan yang terakhir adalah sebagai penulis, kita juga harus terus belajar, jadi tetap perlu saran dan kritik. Jadi jangan marah yaa kalo di kasih kritik/saran. 🙂

Emily Quak, Simon Torring and Miund on stage
Emily Quak, Simon Torring and Miund on stage

Setelah break makan siang yang mana makanannya enak-enak itu, acara dilanjutkan sama sharing dari Emily Quak, beauty blogger dari Malaysia dan Simon Torring, Head of Content dari Luxola.com.

Menurut Emily, jika kita ingin brand melirik blog kita, jangan takut untuk mendekati atau memulai hubungan lebih dahulu dengan brand. Kita bisa mulai dengan membuat media kit yang memuat tentang statistik lengkap dengan demographic viewers dari blog kita untuk di kirimkan ke brand representative.Setelah mengirim, kita juga harus siap dengan segala konsekuensi. Apakah itu diterima ataupun di tolak oleh brand. Jika di tolak, jangan ragu untuk bertanya, content apa yang kira-kira harus di perbaiki atau content spesifik apa yang dicari oleh brand tersebut. Be active, be creative.

Selain itu, kita juga harus tetap bisa mengatur ekspektasi kita, karena media online itu masih tergolong baru dan masih berkembang, jadi kita akan menemui beragam sifat staff PR. Demi menjaga integritas blog kita, kita juga harus teguh pada pendirian kita. Jangan sampai terlalu “menjual” segala kebaiikan dari suatu produk. Jika memang produk tersebut ada kekurangan, tulis dengan jujur juga, tapi jangan sampai menjelekkan suatu produk ya. Inget, di Indonesia ada UU ITE, gak mau deh kalo kesandung UU ITE kan. Jika kita ingin blog kita di kenal, kita juga harus dengarkan dan pahami keinginan pembaca blog kita. Hal ini bisa sampai seditail jam posting blogpost kita loh. Jadi harus banyak research juga ya.

Setelah Emily, giliran Simon Torring yang sharing dari sudut pandang brand yang akan bekerjasama dengan blogger. Menurut Simon, Online Marketing kini mulai menjadi suatu bagian dari strategi marketing suatu perusahaan. Karena pengaruh dari social media kini sangat besar. Apalagi sekarang orang banyak yang tidak terpisahkan dengan smartphone mereka, jadi kebutuhan untuk online marketing jelas semakin besar.

Oleh karena itu, sebagai blogger yang ingin bekerjasama dengan brand, kita harus memposisikan diri kita dengan jelas dan semenarik mungkin. Selain itu, kita juga harus fleksibel ketika berurusan dengan brand. Fleksibel namun tetap menjaga integritas kita sebagai blogger. Kita jangan terlalu fokus dengan brand dan partner yang sedang berkembang, namun fokus juga untuk berkembang bersama brand dan partner itu. Dengan bekerjasama dengan sebuah brand/partner, kita juga mendapat exposure dari kerjasama antara blog kita dan brand tersebut yang mana dapat mendatangkan banyak pembaca lagi ke blog kita, so be flexible. 🙂

Untuk mendekati brand, kita harus membuat media kit yang paling update, jangan malas untuk update statistik blog kita. Karena itu penting untuk pertimbangan dari pihak brand. Jika mungkin, kita bisa memberi masukan atau gambaran kerjasama seperti apa yang bisa kita lakukan untuk brand tersebut. Dan ingat, walaupun kita sudah bekerjasama dengan suatu brand, kita jangan sampai postingannya isinya cuma sponsored post aja ya. Kita harus bisa menjaga rasio sponsored post kita dengan blogpost normal kita. Lagipula, ini kan blog pribadi kita, jadi ya jangan sampai isinya jualan kabeh. 🙂

Ricky Tjok from Google Indonesia
Ricky Tjok from Google Indonesia

And last but not least, Sharing terakhir mengenai Optimizing your Blog menggunakan Blog Analytics dari Google yang dibawakan oleh Ricky Tjok. Sesi ini lebih ke pengenalan mengenai Google Analytics. Google Analytics sendiri adalah free tool yang di sediakan oleh Google yang bertujuan utuk membantu kita memahami traffic dari website yang kita miliki.

Google Analytics memberikan laporan dan statistik mengenai website kita. Antara lain meliputi trend, demografi, dimensi, dan segmentasi dari website kita. Udah lengkap dan Google Analytics ini juga sering dipakai oleh brand untuk tolak ukur kerjasama dengan blogger loh. Jadi penting juga nih untuk di dalami. 🙂

Setelah Blogging Conference selesai, acara di potong dengan coffee break, yang lagi-lagi kuenya enak-enak. Dan pas coffee break ini ada 15 blogger yang beruntung bisa langsung ketemu sama salah brand representative dari Lenovo. Sayang banget aku kurang cepet jadi gak kebagian slot. Oh well, better luck next time.. 🙂

picture from Female Daily
picture from Female Daily

Buat aku, Blogging Conference hari itu sangat informatif dan menarik. Gak nyesel deh ikutan acara ini. Apalagi blogger yang terdaftar, otomatis terdaftar di Female Daily Blogger Network. Keren kan. 🙂

One thought on “Female Daily Blogger Workshop : Blogging Conference

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.