Perjalanan MPASI Baby K

Hari ini udah masuk minggu ke tiga sejak awal baby K mulai MPASI. Harusnya udah mulai bisa makan sehari dua kali. Tapi kenyataannya berkata lain.

Kalau dulu sama K, MPASI tampak sangat mudah, bahkan aku hampir tidak pernah mengalami yang namanya GTM alias Gerakan Tutup Mulut yang jadi momok banget dalam masa memberi makanan padat ke anak. Malah yang aku alami adalah GMM alias gerakan mangap mlulu dimana K melahap hampir apapun yang aku bikin buat dia. Semuanya masuk. Walaupuuuunnn sekrang malah pilih-pilih kalau mau makan.
Nah karena pengalaman sama K yang mudah banget makannya, harapan pun sama. Apalagi pas liat masa-masa menjelang awal MPASI di mana baby k terlihat antusias banget mau mulai makan.
Tapi ternyata apa daya. Ketika waktunya memulai MPASI untuk baby K, maka mulailah juga perjalanan panjangku untuk memberi makanan padat ke baby K.
Di beberapa hari pertama baby K masih antara ya dan tidak. Bagi kita itu wajar, karena masih perkenalan. Tapi makin kesini, makin jelaslah penolakan baby k. Acara makan seringkali berakhir dengan baby K yang menangis.
Berbagai cara aku coba. Dari yang coba cari waktu berbeda sampai coba metode BLW yang dulu aku terapin juga ke K. Hasilnya, untuk sementara masih sama. Baby K masih menolak untuk makan.
Waktu ke Eyang Wati kemarin, sempat di beritahu, kalau bayi memberi penolakan, jangan putus asa. Coba terus. Karena kalau sekarang menolak, lain waktu dia bisa menerima. Semacam mood juga kali yah. Sekarang gak ok, nanti ok.
Dulu ada tetangga yang anaknya susah banget makan. Dan akhirnya tiap kali makan, selalu sambil di ajak jalan-jalan dan di cekokin sambil di pegang mulutnya. Nah dulu, dalam hati aku gak suka banget lihat dan dengernya. Kasihan bayinya bisa trauma. Eh ternyata, sekarang akupun mengalami hal yang serupa. *kualat tampaknya* Alhamdulillah sampai sekarang aku masih teringat kata-kataku dulu. Bayi jangan di cekokin gitu, bisa trauma. Makanya sekarang aku masih terus mencoba memberi MPASI ke baby k pelan-pelan tanpa mencekoki. Gak tega juga kalau harus nyekokin gitu. Untuk masalah jalan-jalan sambil makan, sampai sekarang aku masih kekeuh kasih baby k makan di highchair-nya. Walaupun kadang-kadang tempatnya pindah-pindah. Misalnya selain di ruang makan, kadang-kadang aku ajak baby k makan di ruang keluarga, di ruang tamu, atau di teras. Tapi dimanapun, tetep harus pakai highchair. Karena baik aku maupun udjo gak suka kalau anak makan sambil di ajak jalan-jalan.
Namapun manusia, pasti ada naik dan turun. Akupun sama. Rasanya udah mau nangis aja tiap kali baby K gak mau makan. Rasanya mau putus asa aja. Tapi apa jadinya kalau aku sampai nyerah. It’s definitely not an option. Jadi tetep harus usaha.
Dan sekarang, walaupun masih belum berhasil lancar makan, aku tetep mulai naikin frekuensi makan baby K jadi dua kali sehari. Walaupuuunnn, tiap kali makan baru berhasil 2-3 suap aja yang masuk mulutnya.
Harapannya sekarang, semoga nanti semakin mudah dan bisa semakin lancar prosesnya. Dan jugaaaaaa.. Semoga aku di berikan sumbu sabar yang paaaaaannnjaaaaaang.
Whooosaaahhh.. Caiyoooo..

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.