Belajar Tentang K

Dulu sempet baca postingan Anggi yang belajar tentang Aghnan (An Expert Help) sebelum Anggi pergi ke Boston di blognya. Awalnya cuma tertarik biasa. Trus cerita sama Udjo. Eh kok ya tiba-tiba jadi makin tertarik untuk bisa belajar juga tentang K. Apalagi sekarang K udah jadi kakak. Dan aku agak khawatir tentang sibling rivalry. Jadilah aku dan Udjo akhirnya sepakat mau belajar tentang K lebih dalam lagi.

 Kebetulan waktu itu di timeline twitter aku, Dhita juga baru belajar tentang Azka sama orang yang sama. Jadilah aku semakin tertarik dan yakin mau belajar juga. Akhirnya bertanyalah ke Anggi untuk contact person-nya yang di Jakarta.
Setelah dapet, akupun akhirnya menghubungi mbak Ria untuk minta informasi dan skalian daftar untuk ketemu sama pak Toge. Berhubung pak Ge ini domisili di Surabaya dan ke Jakarta gak sering, jadi waiting list untuk ketemu (GT) dengan beliau jadi panjaaaangg. Tapi karena emang mau belajar, jadilah aku tetep minta di daftarin sebagai WL.
Sempet beberapa kali di tawarin untuk GT. Tapi berhubung lokasinya jauh banget akhirnya aku minta tetep WL aja. Sampai beberapa minggu yang lalu. Ternyata Pak Ge ada rencana untuk GT yang lokasinya gak terlalu jauh dari rumah. Dan pas akhirnya dapet schedulenya beneran, ternyata lokasinya di Puri.
Pas hari H udah heboh siap-siap dari pagi (karena baby k juga di ajak) eh ternyata pas udah mau berangkat ada sedikit problem, jadilah sampai disana telat 10 menit dari schedule. Pas sampai di lokasi yang aku pilih, K langsung main dan gak lama pak Ge pun datang dan observasi K.
Kurang lebih 20 menit K di observasi sama pak Ge, kitapun pindah lokasi untuk ngobrol. Gak pake banyak basa-basi, pak Ge langsung to the point. Dan rangkumannya adalah..
Kalau di lihat dari templatenya K, dia itu adalah anak yang sangat memperhatikan ketertiban. Tapi ketertibannya ini subjektif menurut dia. Dan kalau memang ada yang tidak tertib menurut dia, dia akan mencoba sebisa mungkin menertibkannya. Caranya adalah dengan sedikit memaksa untuk mengatur. Tetapi masih dalam bentuk yang wajar (walau jadi kayak kaset rusak yang berulang-ulang terus) sampai bisa tertib. Jika dia merasa kewalahan/tidak berhasil menertibkan, maka dia akan mundur dan pergi ke tempat amannya dia. Tempat aman ini bisa orang atau memang tempat. Dan biasanya di rumah ada tempat khusus dimana K akan pergi kalau memang dia sudah kewalahan untuk menyalurkan emosinya. K juga lebih memilih untuk menghindari konflik dan dia sifat alaminya adalah menyenangkan orang lain. Jadi dia akan mengalah agar orang lain bahagia (ini turunan dari Udjo). Dan kenapa K tidak pernah tantrum dimana-mana, itu karena dia lebih memilih untuk diam dan meredam emosinya kedalam (ini turunan emaknya) makanya dia tidak pernah sampai tantrum. Tapi bagusnya sampai saat ini, endapan emosinya hanya sedikit sekali dan kadang tidak ada, jadi belum berbahaya (sedangkan kalau mamaknya udah terlalu banyak makanya sering banget migren dan kaku lehernya kalau senewen atau tanpa sadar sebenernya senewen *hiks* *bener banget*).
Dan karena K itu templatenya harus tertib, makanya kalau kita mau pergi/melakukan sesuatu, kita harus kasih informasi dengan jelas ke K. Dan jika informasinya kurang jelas, K akan terus bertanya sampai dia puas dengan informasi yang dia dapat tersebut. Dan jika ada perubahan, kita harus menginformasikan hal tersebut terlebih dahulu ke K sebelum kita melakukan hal tersebut. Karena jika kita langsung merubah jadwalnya, K bisa crancky. (serupa sama bapaknya, cuma bapake skarang udah pasrah ajah).
Dalam hal memilih, kita memang harus selalu memberikan pilihan kepada K, karena hidup itu adalah pilihan. Dan dalam memutuskan, K itu termasuk banyak pertimbangan (lagi-lagi balik juga ke template tidak mau mengecewakan orang lain). Makanya dia harus dijaga betul sampai dia bisa benar-benar matang dalam hal memutuskan sesuatu. Karena jika sudah matang maka apapun komentar orang, dia akan tetap kekeuh dengan keputusannya. Sebaliknya jika dia belum matang, dia bisa terpengaruh oleh orang lain.
Untuk masuk ke tempat baru, K akan butuh orang terpercayanya (orang ini bisa berubah, tergantung yang lagi jadi top listnya K) sampai nanti dia bisa merasa nyaman dengan tempat tersebut.
K itu termasuk anak spesialis. Dan anak “spesialis” itu susah untuk suka terhadap suatu hal dan terlihat seperti tidak punya ambisi. Tetapi jika dia sudah benar-benar suka terhadap suatu hal, dia akan benar-benar eksplor hal tersebut sampai dia benar-benar menguasainya dan tidak bisa lagi untuk mengeksplor hal tersebut. Walaupun tampak luarnya seperti mengulang-ulang kegiatan yang sama, tetapi sebetulnya itu adalah proses dia untuk eksplorasi. Dan dari sudut pandang dia, apa yang dia lakukan membuka pengetahuan baru untuk dia. Makanya aku dan Udjo harus sebisa mungkin mengenalkan K terhadap banyak hal sampai akhirnya nanti K memilih sendiri apa yang dia sukai. Jangan sampai dia akhirnya memilih sesuatu karena dia tidak tahu hal lain. Karena jika hal ini terjadi, disaat dia menemukan hal yang dia benar-benar sukai padahal dia lagi menjalani hal yang dia “pikir” dia benar-benar sukai, dia akan seperti mendua. Dan karena sifat alaminya yang tidak mau mengecewakan orang lain itu, dia akan tetap menjalani apa yang dia sudah lakukan saat itu, walaupun hatinya memilih yang satu lagi. Walaupun demikian, apa yang sudah dia jalani akan tetap dia jalani dengan sebaik-baiknya. *lirik Udjo*
Cara K belajar adalah melalui pendengaran. Prosesnya adalah mendengar – melakukan – merasakan. Jadi setelah mendengar, dia akan melakukan verifikasi dengan praktek/melakukannya sampai akhirnya dia bisa merasakan/mengerti tentang apa yang dia pelajari. Biasanya dia akan lebih cepat belajar dan mengerti jika sambil belajar, dia juga sambil dibaca dengan bersuara. (ini emaknya banget). Tetapi, selain belajar, suara juga merupakan pengalih perhatian (distractor) untuk K. Jadi kalau dia lagi belajar, JANGAN NYALAIN TV. Kalaupun mau dinyalain, di mute ajah.
Dalam hal “belajar untuk kecewa”, ini agak susah di aplikasikan ke K. Karena dia itu termasuk sulit untuk dibuat kecewa. Ini kembali lagi ke sifat alaminya dia yang tidak mau mengecewakan orang lain. Makanya dia itu harus di ajarkan untuk bisa mendahulukan kepentingannya sendiri. Tidak selalu mendahulukan kepentingan orang lain (yang mana ini akan sulit karena buat dia ini adalah hal yang aneh dan egois).
Dan untuk masalah sibling rivalry, karena balik lagi ke template alami K, maka kemungkinan terjadi agak sedikit tipis kalau dari K. Kalau dari baby K itu blom tau yah. Itu lain soal karena blom di check untuk baby K.
Hmmm.. Apalagi yah.. Nanti kalau tiba-tiba ada yang teringat, aku tambahin lagi. Karena ini adalah untuk pengingat aku dan Udjo tentang hasil pertemuan kita dengan pak Ge.
Pas lagi di omongin tentang K ini, aku dan Udjo jadi seperti menerawang-menerawang karena ya itu.. Ada yang aku banget, ada yang Udjo banget. Bener-bener campuran kita berdua deh. Seru banget. Makanya gak kerasa udah selesai aja waktu kita sampai lupa kalau harusnya kita makan siang juga sama pak Ge. Akhirnya pak Ge langsung ke meeting selanjutnya. Maafkan pak Ge.. :'(

Categories: K1

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.