Kegalauanku

Gak kerasa waktu berjalan semakin mendekati ke hari perkiraan lahirnya baby K. InsyaAllah sabtu nanti kita juga mau ke dr. Ari untuk kontrol lagi. Dan karena sudah masuk minggu 38, mau sekalian periksa apakah baby K kepalanya sudah turun dan masuk jalur lahir atau belum.

Mengingat sejarah kehamilan K dulu yang belom turun juga sampai minggu ke 40 dan pas akhirnya turun dan kontraksi malah kepalanya naik lagi, kali ini dr. Ari sudah mengingatkan kalau memang aku berencana untuk bisa terus usaha melahirkan baby K secara normal alias VBAC, maka pas kontrol nanti baby K harus sudah turun kepalanya ke jalur lahir. Kalau posisi masih tinggi, terpaksa kita menjadwalkan tanggal untuk operasi.

Dan semakin mendekati hari sabtu ini, akupun semakin gelisah. Di antara kekuatan badan yang mulai gak kuat keluyuran lama-lama, aku berusaha untuk memperbanyak jalan. Jongkok, nungging pun semakin diperbanyak. Dengan harapan baby K akan turun posisi kepalanya ke jalur lahir. Tapi apa daya.. Sampai hari ini, kalau dari pengamatan aku, tampak posisi masih belum berubah. Masih di atas aja. Hmmm.. Jadi semakin gelisah..

Dan kegelisahan alias kegalauan ini akhirnya membuat akupun berpikir tentang proses persalinan yang satu lagi itu. Proses yang aku alami untuk melahirkan K dulu.

Sejujurnya, aku malah merasa jauh lebih takut dan galau kalau harus melahirkan secara caesar lagi. Sebenernya bukan dari prosesnya yah. Kalo prosesnya sendiri aku udah pasrah. Justru yang bikin aku takut adalah setelah operasinya. Justru itu bikin aku semakin galau dan jadi keinget segala macem yang terjadi setelah proses kelahiran K yang bikin aku trauma.

Well.. Ternyata trauma aku setelah kelahiran K dulu masih melekat terlalu erat di diri aku. Apalagi kejadian-kejadian setelahnya.. Dan itu yang bikin aku semakin galau. Aku gak kepengen harus mengalami baby blues lagi.. Harus menghadapi apa yang aku hadapi dulu. Walau memang keadaan tampak sudah berubah, tapi tetep aja.. Aku takut.. I am just too afraid..

Sekarang yang aku bisa lakuin adalah pasrah aja dan terus berdoa semoga aku gak harus menjalani apa yang bikin aku trauma dulu. Just pray for the best..

Wish me luck.

Sent from my iPhone

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.