Being a Parents

Di TL twitter lagi ramai dan heboh tentang masalah anak-anak. Seperti biasa, TL aku yang memang “penghuninya” mostly adalah ibu-ibu lagi pada gelisah dan gundah gulana. Apalagi denger cerita dari TL dan juga blog-nya neng Ira tentang Wake-Up Call dan sekarang tentang Follow Up.

Emang beneran cerita di blog dan TL nya Ira itu bikin yang denger kebanyakan shock *kayaknya kecuali Udjo dah*. Dan sebagai seorang ibu, langsung kita ngerasa gelisah dengan keadaan dunia yang akan dihadapi sama anak kita kelak. Anak yang sudah susah payah di kandung, di lahirkan dan di besarkan harus berhadapan dengan lingkungan dan keadaan dunia yang semakin amburadul ini.
Rasanya kalau bisa pengen ngekepin K aja. Dan kalau adenya sudah lahir nanti, rasanya pengen dua-duanya di kekepin aja dirumah. Jauhin dari tv, jauhin dari internet. Dunia sudah gila. Udah gak aman untuk anak-anak kecil yang polos itu.
Tapi gak mungkin juga kan aku ngekepin anak dirumah. Mereka juga harus tumbuh dan berkembang. Harus sekolah dan juga bersosialisasi. Dan kalau denger kata sekolah dan sosialisasi, langsung keringet dingin deh rasanya. Apalagi denger cerita tentang anak TK dan SD yang sudah mengerti “tindih-tindihan” alias s*x. OMG… Jaman gw TK dan SD dulu yang kepikiran cuma main, main dan main. Gak pernah terlintas hal-hal demikian.
Makin parno dan stress lagi pas denger ada pulak video tentang perbuatan tindih-tindihan itu.. *pingsan* Ya ampun… Rasanya langsung pusing tujuh keliling. Dulu pas baru hamil K, aku sempet nanya ke Udjo, “Apakah aku bisa jadi ibu yang baik untuk K” dan pas hamil kedua ini aku bertanya lagi ke Udjo “Apakah aku bisa jadi ibu yang baik dan adil untuk kedua anak kita?“. Dan sekarang pertanyaan itu kayaknya bakalan nambah lagi dengan “Apakah aku mampu membesarkan dan menjaga anak-anak ini dengan baik hingga mereka dewasa nanti? Mampukah aku membesarkan anak yang bermoral baik? Mampukah aku membesarkan anak yang berbudi pekerti baik? dan masih banyak lagi pertanyaan yang di awali dengan “Mampukah… ?”
 
Memang jadi orang tua itu adalah sebuah pembelajaran yang tiada akhirnya. Harus terus menerus mau untuk belajar dan mencari informasi. There’s no words that could describe how I feel now.. Yang jelas, sekarang PR untuk aku dan Udjo semakin banyak. Kita harus makin banyak belajar dan juga harus makin memperketat penjagaan dan kewaspadaan kita berdua terhadap K.

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.