A Tale of A Child

Ada seseorang pernah bercerita tentang dirinya. Dia adalah seorang anak yang dilahirkan diluar pernikahan. Ayahnya memiliki seorang istri dan anak. Ibunya hingga kini tetap tidak terikat pernikahan dengan sang ayah walaupun mereka tinggal di satu rumah yang sama dan ayahnya tetap terikat pernikahan dengan istrinya itu..

Sedari masih di dalam kandungan, dia sudah mendapatkan cap atau label ‘anak haram’ dan sempat beberapa kali mendapat ancaman dibunuh dari pihak keluarga sang ibu tiri.. Akan tetapi ibunya dengan berbagai cara tetap berusaha mempertahankan kandungannya dan pada akhirnya berhasil melahirkannya ke dunia.
Setelah lahir, ancaman itu tetap saja diterima. Karena status mereka sebagai wanita idaman lain dan ‘anak haram’ otomatis mereka dibenci oleh seluruh keluarga besar baik itu dari sang ayah maupun sang ibu tiri. Dalam membesarkan sang anak, ibunya mendapat berbagai macam masalah, dari ancaman hingga penipuan bahkan penjara pun pernah disambanginya..
Walau pada akhirnya anak tersebut memiliki masa kecil yang cukup normal, tetapi apabila di telaah lebih lanjut, apakah benar kehidupan yang dimilikinya adalah kehidupan yang normal. Banyak hal yang ketika akhirnya anak tersebut ingat justru pada akhirnya menyakiti dirinya sendiri. Banyak hal yang ternyata adalah sebuah kebohongan besar.
Walaupun pada akhirnya keluarga itu bisa menjadi lumayan akur, apakah kerukunan itu akan tetap berjalan baik ketika sang ayah sudah meninggal dunia? Jawabannya tentu saja tidak. Sang anak akan tetap menjadi anak haram yang dibenci oleh seluruh keluarga dan sang ibu akan tetap menjadi wanita perusak rumah tangga orang yang juga dibenci oleh seluruh keluarga baik dari pihak ayah maupun ibu tiri sang anak..
Klise memang jika kita langsung memihak pada keluarga ibu tiri dari anak itu. Tapi apakah pernah kita melihat dari sisi sang ‘anak haram’ itu? Ternyata walaupun ia dilahirkan dengan cara yang tidak lazim dan orang tuanya tidak memiliki ikatan pernikahan, ia tetaplah seorang individu yang memiliki jiwa dan juga perasaan.
Sadarkah anda jika anak tersebut lahir sudah dengan membawa beban berat di pundaknya. Apakah anda tahu jika ternyata yang diinginkan anak tersebut hanyalah sebuah keluarga normal yang tak mungkin didapatkannya. Ia hanya ingin merasakan kasih sayang dari keluarga. Ia hanya ingin mengetahui silsilah keluarga besarnya. Ia hanya ingin bisa diterima di keluarga besar dari pihak ayahnya. Dan ia hanya ingin pelukan hangat dari anggota keluarganya yang akan memberikan rasa aman untuknya.
Pantaskah anak yang tidak tahu apa-apa ini memikul beban sedemikian beratnya? Pantaskah anak itu menjalani hidup yang sedemikian rumitnya? Walaupun ibunya bersalah sudah menjalani hubungan terlarang, tetapi apakah salah jika seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya? Apakah salah jika ia berusaha sedemikian rupa supaya anaknya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik?
Well, jawabannya hanya anda yang bisa menyimpulkan. Dua sisi mata koin yang sangat bertolak belakang. Selalu ada dua sisi dalam kehidupan. Baik dan buruknya itu kembali lagi ke penilaian anda.
Kini, sang anak sudah beranjak dewasa. Beban hidup yang harus dipikulnya itu masih tetap terbawa hingga saat ini. Ketika ia akhirnya berumah tangga, tentu saja ia sekali lagi harus berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang pada akhirnya akan menyakiti dirinya. Tetapi berdasarkan pengalamannya itu, ia akan sebisa mungkin memberikan kehidupan yang layak dan baik untuk anak-anaknya kelak. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan meringankan langkahnya dalam menjalani kehidupannya ini. Amin.

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.