Talkshow Deteksi Dini & Penanganan Alergi pada Anak

Hari Sabtu, 19 Juni 2010 kemarin aku, hubby dan baby K ikut talkshow tentang Deteksi Dini dan Penanganan Alergi pada anak. Acara ini diselenggarain sama Parents Guide dan RSCM. Lumayan menarik dan isinya pun lumayan berbobot. Karena yang ikut juga bukan orang tua aja, tetapi ada juga kader-kader kesehatan.

Terdiri dari 2 sesi yaitu Deteksi dan Penanganan Dini Alergi Pada Anak dengan pembicara Dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dan yang kedua Hidup Sehat Bersama Alergi.
Nah.. Ada handoutnya juga. Aku share yaa disini+beberapa noteku..


Deteksi dan Penanganan Dini Alergi pada Anak oleh Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K)

Alergi adalah penyakit sistemik yang bisa mempengaruhi sistem kerja seluruh tubuh.

Penyakit alergi hanya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik. Artinya ada bakat atopik/alergi yang diturunkan oleh salah satu atau kedua orangtuanya.

Reaksi Alergi disebabkan oleh beberapa sebab antara lain:

  • Faktor lingkungan (Alergen, Infeksi, Polusi, Aktivitas fisik, dll)
  • Faktor Risiko (Riwayat keluarga alergi, merokok waktu hamil/lingkungan, tidak dapat ASI, polusi, diet, dll)

ASIX selama minimal 6 bulan yang kemudian dilanjutkan sampai 2 tahun dapat menangkal alergi karena saluran cerna anak sudah matang dan memiliki banyak kelebihan lain yang tidak dapat disaingi oleh susu manapun. Dan pemberian ASIX pada bayi amatlah penting untuk ibu yang memiliki resiko alergi.

Alergen (penyebab alergi) :

  • Keju, susu, telur
  • Tungau
  • Binatang piaraan (kucing, anjing, dll)
  • Lebah
  • Obat-obatan

Intoleransi susu sapi tidak ada hubungannya dengan alergi.

Jenis makanan yang jarang menimbulkan alergi antara lain : ayam, tomat, jeruk, sayur-sayuran.

Food Alergy Diagnosis :

  1. Disease History
  2. Daily Diet Record
  3. Skin Test
  4. Specific Ig-E with RAST (Radio Allergo Sorbent Test)
  5. Ellimination of suspected allergen

Mengenal Tanda-tanda Alergi :

  • Mata (ada kerutan-kerutan dibawah mata)
  • Hidung agak besar (Salam Alergi)
  • Lidah seperti peta (Geographic Tounge)
  • Mulut terbuka (Penyebab sering radang tenggorokan)
  • Garis-garis di hidung

Beberapa jenis penyakit alergi pada anak :

– Asma bronkial
Atau sering dikenal dengan istilah bengek adalah suatu penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan kepekaan saluran napas terhadap rangsang dari luar (debu, serbuk bunga, udara dingin, makanan, dll) yang menyebabkan penyempitan saluran napas yang meluas dan dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan.

Gejala khas asma adalah sesak napas yang berulang disertai napas yang berbunyi. Biasanya terjadi setelah 4-8 jam kontak dengan bahan allergen seperti debu rumah, tungau (mite), serbuk bunga, bulu binatang, dll. Gejala asma juga dapat dicetuskan oleh latihan fisik (exercise induced asthma) dan bila banyak tertawa.

– Rintis Alergika
Adalah suatu gejala alergi yang terjadi pada hidung. Gejalanya berupa bersin-bersin disertai dengan gatal-gatal pada hidung dengan ingus encer. Gejala ini sering disertai gejala hidung tersumbat yang menyebabkan anak rewel dan sulit tidur. Gejala gejala gatal, merah dan berair pada mata sering menyertai rintis alergika.

– Urtikaria
Sering dikenal dengan nama bidur/kaligata. Merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang bervariasi dari 2 milimeter sampai beberapa sentimeter.

– Dermatitis Atopik
Adalah suatu gejala eksim terutama timbul pada masa kanak-kanak. Sering dijumpai pada anak-anak yang tidak dapat ASIX.

– Konjungtivitis Alergika
Adalah suatu bentuk kelainan alergi pada mata yang mengenai kedua mata dan terjadi berulang. Gejalanya yanitu berupa gatal kemerahan. Banyak keluar air mata dan penglihatan silau. Kadang-kadang penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal pada mata.

Untuk menghilangkan gejala biasanya diberikan obat tetes mata golongan steroid dosis rendah.

– Alergi makanan
Merupakan salah satu masalah alergi yang penting pada anak. Allergen antara lain : Susu sapi, Telur, Kacang Tanah dan Seafood.

Susu sapi dapat menimbulkan reaksi alergi dengan gejala-gejala pada saluran cerna seperti diare dan muntah.

Telur ayam juga sering merupakan allergen yang penting terhadap anak yang menderita dermatitis atopik.

Ikan merupakan allergen yang kuat, terutama ikan laut. Bentuk reaksi allergen yang sring ialah berupa urtikaria atau asma. Jenis makanan laut lain yang sering menimbulkan alergi adalah udang kecil, udang besar (lobster) dan kepiting.

Tindakan Pencegahan Alergi
Ada 3 hal utama dalam tindakan pencegahan yaitu penghindaran, cara hidup yang baik serta pemakaian obat-obatan.

Tindakan penghindaran akan berhasil bila penyebab/pencetus terjadinya alergi diketahui. Salah satu caranya adalah dengan melakukan uji kulit (test alergi)

Cara hidup yang baik perlu diperhatikan pada penderita alergi yaitu cukup istirahat, olahraga yang teratur, disiplin dalam diet yang ditetapkan serta hidup dalam lingkungan dengan zat alergen yang minimal.

Obat-obatan pencegahan diberikan pada penderita alergi yang kronis/berat yang sering kambuh. Pemberian imunoterapi/desensitisasi (pengebalan terhadap allergen) hanya berhasil bila penderita hanya mempunyai alergi terhadap satu zat saja.

Pencegahan Dini Sebelum Terjadi Gejala Alergi
– Menghindari asap rokok, terutama ketika sedang hamil
– Pemberian ASI Eksklusif
– Penghindaran terhadap makanan yang hiperalergenik
– Penghindaran alergen yang berasal dari lingkungan

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.