Baby Led Weaning (BLW)

Baby Led Weaning (BLW).. Istilah ini aku kenal beberapa minggu sebelum baby K mulai MPASI… Iseng-iseng aku buka thread di forumnya The Urban Mama. Tadinya Cuma liat-liat aja… Eh malah jadi penasaran dan yak… Gak kerasa baca 29 halaman di forum sampai selesai… Banyak juga ya… Mana bacanya via bb, jadi lumayan cureng-cureng deh mata ngeliatnya.


Awalnya aku udah mau kasih baby K MPASI pakai metode konvensional alias puree-puree gitu.. Tapi pas banget abis baca thread itu… Jadi tertarik deh sama si BLW ini.. Selain gampang juga gak harus beli macem-macem macam food processor, blender, mixer, dll. Mana mahal pulak… Jadinya bersyukur banget blom sempet beli barang-barangnya udah nemu thread ini..

Dan setelah baca dan cari informasi.. Aku diskusiin sama suami. Alhamdulillah dia setuju. Dan akhirnya… Atas kesepakatan kita berdua, kita mantap mau kasih baby K MPASI dengan metode BLW ini.

Memang banyak yang skeptis dan komplen tentang metode yang aku pakai. Terlebih lagi dari ortu. Maklum, metode ini blom ada di jaman kita masih bayi dulu. Jadi ortu masih terpaku sama metode MPASI konvensional.

Gak salah sih.. Tapi memang tiap orang punya pendapat beda-beda, Dan berhubung masih tinggal dirumah ortu, mau gak mau aku juga menyesuaikan metode yang aku pakai. Dan suamiku-pun skali lagi mendukung.

Prinsip dari BLW mudah… Bayi dikasih makanan yang soft cooked (untuk pengenalan) dalam bentuk dan ukuran yang bisa digenggam sama mereka. Dan awalnya mereka akan observasi dulu. Pelan-pelan nanti akan dimakan sama mereka.

Dari awal baca thread dan cari informasi.. Udah diwanti-wanti.. Untuk bayi yang pake metode BLW ini, jangan terlalu pasang ekspektasi tinggi. Jangan juga mengharapkan bayi makan rapih dan akan banyak makanan yang dimakan sama bayi. Namanya juga baru awal dan eksplorasi. Jadi bayi juga blom tentu makan banyak. Tapi diusia ini (6 bulan) orang tua gak perlu khawatir. Karena namanya juga MPASI (Makanan Pendamping ASI) jadi sumber makanan utama dari bayi ya masih ASI.

Kadang banyak juga ibu-ibu yang salah kaprah. Dipikirnya dengan bayi lulus ASIX, udah otomatis kebutuhan nutrisi dan makanan utama bayi langsung berubah dari ASI ke makanan. Dari yang aku pelajari… Hingga usia 1 tahun, ASI masih memegang peranan penting dalam memberikan makanan dan nutrisi untuk bayi. Jadi gak usah khawatir kalo bayi makannya masih sedikit. Kan nantinya dilengkapin sama ASI. Itulah salah satu keunggulan ASI.

Yak.. Kembali ke masalah BLW. Dari sumber-sumber yang aku baca, BLW bisa diterapkan asalkan bayi sudah memberikan tanda-tanda siap menerima makanan padat.

5 (lima) tanda bayi siap menerima makanan padat (Ayahbunda, 18 April-01 Mei 2010, hal. 45) :

1. Mampu duduk dengan baik tanpa bantuan
2. Refleks yang otomatis mendorong ke luar makanan dari mulut dengan lidahnya, sudah hilang
3. Sudah siap dan menunjukkan keinginan untuk mengunyah – biasanya ditandai dengan perilaku memasukkan benda-benda yang dipegangnya ke mulut
4. Sudah mampu ”menjepit” atau memegang benda dengan jari-jari tangannya, khususnya ibu jari dan jari telunjuk
5. Antusias dan bersemangat ikut bergabung makan bersama keluarga di meja makan, terlihat berusaha untuk meraih dan memegang makanan di meja untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.

Pada metoda BLW, bayi akan belajar mengunyah lebih dulu, dan bayi akan diberi aneka jenis makanan yang dipotong dengan ukuran dan bentuk yang mudah diambil oleh bayi dengan jari-jari tangannya, antara lain finger food. Bayi tidak diberi makan dengan menggunakan sendok tapi diberi kesempatan mendayagunakan kemampuan jari-jari tangannya untuk mengambil dan memegang makanan yang dia inginkan. Bila bayi sudah siap makan, dia akan menunjukkan ketertarikan untuk mencobanya tanpa ada paksaan.

Beberapa manfaat BLW diambil dari artikel di The Urban Mama  :

1. It’s Enjoyable.
2. It’s Natural.
3. Learning About Food.
4. Learning to Eat Safely.
5. Learning About Their World.
6. Reaching Potential.
7. Gaining Confidence.
8. Trusting Food.
9. Being Part of Family Meals.
10. Appetite Control.
11. Better Nutrition.
12. Long-term Health.
13. Dealing With Texture and Learning to Chew.
14. The Chance to Experience Real Food.
15. A positive attitude to Food.
16. Easier, Less Complicated Meals.
17. No Mealtime Battles.
18. Less Pickiness as A Toddler.
19. No Need For Games or Tricks.
20. Baby Isn’t Left Out.
21. Eating Out Easier.
22. It’s Cheaper.

Disadvantage of BLW:

1. The Mess.
2. Other’s People Worries.

Nah… Kira-kira ini review sayah mengenai BLW diambil dari beberapa sumber.. Moga-moga bermanfaat..

Nanti saya akan review lagi mengenai perjalanan BLW baby K..

3 thoughts on “Baby Led Weaning (BLW)

  1. hihihi gw juga awal nya bingung antara mau kasih BLW atau konvensional,, tapi akhirnya gw gabung aja dua-dua nya,,, <br /><br />iyah bener bgt MaMir,,, banyak banget yg complaine sama metode ini,,,tapi karena udah diskusi dulu sama yayay dan Yayay setuju, jadi lanjut terus..<br /><br />sekarang olel lagi BLW (udah nyoba kentang sama butternut pumpkin), sebelum nya beras cokelat, beras merah, trus

  2. iya nih… skarang juga dimixed antara konvensional dan blw.. emang kadang-kadang susah kalo kita mau menerapkan hal yang baru. ada aja rintangannya..<br /><br />untungnya baby K kooperatif. cuma skarang lagi males pegang-pegang. malah jadinya minta disuapin.. harus diulang lagi deh blw-nya.. harus lebih intensif..<br /><br />Smangat juga bubun… 🙂

  3. hello mamas.. Buku Baby-led Weaning sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia lho.. supaya lebih dikenal luas di negeri kita dan lebih banyak bayi &amp; keluarga Indonesia merasakan manfaatnya:

Please leave a comment and I will catch up to you as soon as possible. Thank you.